Lingkar Pinggang Melar? Apa Sikap Anda

Penulis: Darmansyah

Senin, 8 Agustus 2016 | 09:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Ketika suatu hari Anda mengukur  lingkar pinggang muncullah  kejutan yang menggusarkan.

Ternyata meterannya menjadi melar.

Lantas, kegusaran itu berujung pada menggelegaknya keinginan Anda untuk berdiet.

Keinginan untuk  membakar kalori dan meluruhkan lemak.Metabolisme.

Keinginan mengundang  enzim dalam sel-sel tubuh untuk  memecah makanan dan mengubahnya menjadi energi yang membuat jantung Anda berdetak , pikiran Anda bekerja, dan kaki Anda bisa melangkah.

Metabolisme yang cepat berarti lebih banyak kalori yang terbakar. Semakin banyak Anda membakar kalori, semakin mudah untuk melonggarkan ukuran pinggang.

Metabolisme tubuh kita tergantung pada jenis kelamin dan genetika. Meski begitu, masih ada banyak ruang gerak untuk memercepat metabolisme.

“Anda memiliki kontrol yang besar atas tingkat metabolisme Anda,” kata John Berardi, Ph.D., C.S.C.S., penulis The Metabolism Advantage.

“Anda tidak dapat menentukan berapa banyak kalori yang dibutuhkan untuk menjaga detak jantung.” Plus, melakukan beberapa perubahan sederhana dalam keseharian Anda.

Untuk melakukan perubahan sederhana para ahli terkemuka mengungkapkan rahasia percepatan metabolisme yang mudah dilakukan setiap hari.

Pertama, lakukan sarapan sehat setiap pagi. Jika tidak, tubuh Anda masuk ke mode kelaparan, sehingga metabolisme Anda melambat dan tubuh akan menghemat energi, kata Berardi.

Sebuah studi lainnya,  yang diterbitkan dalam jurnal Physiology & Behavior, menemukan bahwa tingkat metabolisme rata-rata orang yang minum kopi berkafein meningkat enam belas persen lebih tinggi dari yang dari mereka yang minum kopi tanpa kafein.

Kafein merangsang sistem saraf pusat dengan meningkatkan denyut jantung dan pernapasan, kata Robert Kenefick, Ph.D., seorang ahli fisiologi di AS Army Research Institute of Environmental Medicine.

Para peneliti di University of Utah menemukan bahwa relawan yang minum delapan sampai dua belas gelas air perhari memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi daripada mereka yang hanya minum empat gelas.

Tubuh Anda dapat membakar ekstra kalori saat harus memanaskan air dingin ke suhu inti tubuh, kata Madelyn Fernstrom, Ph.D., pendiri dan direktur University of Pittsburgh Medical Center Weight Management Center.

Mengonsumsi protein setiap kali makan bisa juga  membantu membangun dan mempertahankan massa otot.

Otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak, bahkan pada saat Anda beristirahat, kata Donald Layman, Ph.D., profesor bidang nutrisi di University of Illinois.

Makanlah sekitar tiga puluh gram protein atau setara dengan sekitar satu cangkir keju cottage rendah lemak atau empat ons dada ayam tanpa tulang setiap kali makan.

 

“Teh adalah ramuan yang ampuh untuk mempercepat metabolisme,” kata Tammy Lakatos Shames, R.D., penulis Fire Up Your Metabolism: 9 Proven Principles for Burning Fat and Losing Weight Forever.

Minuman yang mengandung senyawa tanaman yang disebut ECGC mampu mendorong pembakaran lemak.

Latihan dengan kecepatan tinggi dapat merangsang respon pembakar lemak dalam otot, kata ketua peneliti Ethlyn Gail Trapp, Ph.D.

Saat Anda berlatih beban, hitung sampai tiga ketika beban diturunkansebelum kembali ke posisi awal. Memperlambat gerakan dapat meningkatkan pemecahan jaringan otot. Ini adalah hal yang baik.

Ketika Anda tidak cukup tidur produksi hormon leptin dan ghrelin, dua hormon yang memicu nafsu makan, akan meningkat.

Para peneliti di Stanford University menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7,5 jam per malam mengalami kenaikan indeks massa tubuh. Jadi, pastikan Anda tidur minimal delapan jam sehari.

Masalah penurunan berat badan, banyak melibatkan teori metabolisme dan cara kerja hormon. Seberapa cepat atau lambatnya metabolisme Anda, memengaruhi seberapa cepat tubuh mampu membakar kalori dan membangun massa otot.

Metabolisme kita juga dipengaruhi oleh kerja hormon-hormon di dalam tubuh. Ada hormon yang bisa meningkatkan nafsu makan, sebaliknya ada yang bisa mengurangi nafsu makan. Pemahaman dan mitos yang salah mengenai hormon dan metabolisme dapat menjadi bencana bagi program diet Anda.

Bagi mereka yang baru saja rutin menjalankan program latihan atau olahraga dan menggunakan hormon anabolik, membangun otot dan membakar lemak secara bersamaan, itu sulit. Lebih baik fokus kepada salah satu secara bergantian.

Secara langsung, hormon memengaruhi berapa banyak kita makan dan apa yang kita pilih untuk makan. Dengan kata lain, hormon sangat memengaruhi turun naiknya berat badan kita. Tentu saja, kalori juga penting tapi bukan segalanya jika kita bicara tentang diet.

Fokus hanya pada asupan dan pengeluaran kalori adalah kelemahan utama teori tradisional “Kurangi makan dan perbanyak latihan.”

Proses metabolisme membutuhkan seluruh hormon untuk saling berkirim pesan mengenai berbagai fungsi masing-masing bagian tubuh kita. Mereka bekerja sebagai satu kesatuan sama halnya seperti konser musikal.

Kerja hormon-hormon di dalam sel tergantung pada kombinasi beragam hormon yang diproduksi oleh tubuh kita. Jadi, hormon tidak bekerja sendiri-sendiri, mereka saling memengaruhi satu sama lain.

Orang yang obesitas dan kelebihan berat badan seringkali memiliki ketidakseimbangan hormon yang berlipatganda. Ini membuat mereka kesulitan mengontrol rasa lapar dan nafsu makan atau berolahraga.

Komentar