Lidah Retak dan Pecah-pecah, Tanda Apa?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 8 November 2017 | 10:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda mungkin salah seorang yang pernah mengalami lidah  seperti retak dan pecah-pecah

Dan Anda tentu juga pernah mempertanyakannya apakah kondisi tersebut berbahaya atau tidak

Seperti ditulis laman “medical daily,” hari ini, Rabu, 08 November,  lidah yang tampak retak dan pecah-pecah bukan kondisi serius dan diperkirakan terjadi pada sekitar lima persen populasi dunia.

Seseorang bisa cepat mengenalinya karena permukaan lidah jadi terlihat memiliki alur dangkal atau dalam dari bagian tengah ke pinggir.

Penyebabnya belum diketahui namun ada yang menyebut kemungkinan karena kekurangan vitamin A atau keturunan.

Namun pada anak-anak kondisi ini bisa lebih khusus berkaitan dengan Melkersson-Rosenthal Syndrome dan Down Syndrome.

Studi melihat lidah retak terjadi pada sekitar delapan puluh persen anak dengan down syndrome.

Untuk pengobatannya, menurut para ahli,  tidak ada cara khusus

Anda harus memastikan  bahwa lidah sering dibersihkan.

Tidak ada pengobatan khusus yang diperlukan pada lidah pecah-pecah selain membersihkan lidah untuk menghilangkan makanan yang dapat menyebabkan iritasi atau infeksi bila terjebak di alur.

Dokter gigi Harold Katz dari The California Breath Clinics mengatakan lidah retak yang tak dijaga dengan baik bisa jadi sumber bau mulut.

Alasannya karena di retakan bakteri dapat bersembunyi dan tumbuh subur.

Selain itu Anda juga diharuskan mengasup vitamin c untuk  bisa dideteksi lewat lidah.

Lidah digunakan untuk mengunyah, mengecap dan membantu menelan yang penggunaannya sepanjang hari.

Karenanya kelainan yang terjadi akan sangat jelas terlihat yang membuat lidah bisa membantu deteksi kekurangan vitamin.

Dikutip dari Livestrong, beberapa kondisi pada lidah yang terkait dengan kekurangan suatu vitamin, yaitu:

Permukaan lidah yang terlihat retak atau pecah-pecah (fissures) menunjukkan tubuh kekurangan vitamin A.

Biasanya kekurangan vitamin A lebih sering dikaitkan dengan masalah penglihatan, tapi ternyata juga berpengaruh terhadap kesehatan lidah.

Kekurangan vitamin C yang cukup parah bisa menyebabkan timbulnya sariawan di lidah, biasanya sariawan terdapat di bibir atau pada bagian dalam pipi.

Kondisi ini akan menyakitkan dan mengganggu proses makan.

Jika kondisinya cukup parah bisa menyebabkan lidah berdarah atau sariawannya ditutupi oleh selaput berwarna abu-abu yang tebal.

Selain itu kekurangan niacin menyebabkan lidah kemerahan dan rasa sakit di seluruh mulut sebelum timbulnya sariawan.

Sariawan yang terjadi akibat kekurangan niacin terjadi pada bagian bawah lidah atau bibir bagian bawah serta menimbulkan rasa nyeri yang signifikan.

Berdasarkan American Family Physician, setiap seseorang kekurangan vitamin B terutama vitamin B12 bisa menyebabkan rasa terbakar di lidah dan juga kesemutan.

Namun jika kondisi ini tak juga hilang meskipun sudah mengonsumsi vitamin B12, kemungkinan ada faktor lain yang mempengaruhi.

Kekurangan asam folat, vitamin B12 dan juga niacin bisa membuat warna lidah berubah dan merusak sidik atau tanda di lidah seseorang yang disebut dengan papillae.

Seseorang yang vegetarian atau memiliki penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan berisiko mengalami kekurangan vitamin B12.

Dengan mengonsumsi kekurangan vitamin tersebut akan membantu mengembalikan warna merah lidah.

Komentar