close
Nuga Sehat

Layar Komputer Sebabkan Mata Minus?

Laman situs “huffington post”  hari ini, Senin, 20 Maret kembali menulis tentang persoalan klasik pengaruh layar komputer atau gadget terhadap mata.

Persoalan layar komputer dan gadget menimbulkan perdebatan panjang tentang kontribusinya terhadap minusnya mata.

Untuk kita tahu, sekarang  adalah eranya kita menghabiskan banyak waktu dengan memandangi layar komputer, termasuk gawai.

Tetapi, tetaplah bijaksana mengatur waktu agar tidak sampai berlebihan.

Bagian tubuh yang paling nyata terkena dampak dari kebiasaan itu adalah mata.

Anda mungkin menyadari mata yang terasa lelah dan juga pusing setelah berjam-jam menatap layar komputer.

Para ahli menyebutnya dengan sindrom penglihatan komputer atau kelelahan mata digital.

Selain durasi pemakaian yang lama, sindrom penglihatan komputer juga terjadi akibat penerangan yang buruk, cahaya yang menyilaukan dari layar, serta postur tubuh yang buruk.

Sindrom tersebut juga akan memicu mata kering.

Menurut penelitian, kita berkedip 66 persen lebih sedikit saat sedang menatap layar gawai, sehingga mata pun kering atau seperti sensasi terbakar.

Walau gawai menyebabkan mata lelah, tetapi ternyata bukan pemicu gangguan penglihatan rabun jauh atau mata minus.

Memang saat ini jumlah orang yang menderita rabun jauh semakin banyak, termasuk anak-anak, tetapi para ahli belum yakin jika penyebabnya adalah penggunaan gawai.

Menurut Melanie A.Schmitt, dokter spesialis mata dari Universitas Wisconsin, AS, saat mata kita bekerja melihat jarak dekat, misalnya membaca artikel di situs atau melihat Instagram, agar penglihatan fokus maka otot-otot kecil akan bekerja dengan mengubah lensa mata.

“Terlalu lama melakukan pekerjaan jarak dekat untuk mata dapat menyebabkan kelelahan pada mata. Tetapi apakah ini murni karena layar komputer masih belum jelas,” kata Schmitt.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kondisi rabun jauh, misalnya genetik, terlalu banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, bahkan juga irama sirkadian tubuh.

Penelitian jangka panjang mengenai efek gawai pada kesehatan mata juga masih terus dikembangkan.

Studi terbaru pada tikus menyebutkan bahwa cahaya LED seperti yang dipakai di layar komputer bisa merusak retina mata.

Tapi, belum tentu hasilnya sama pada manusia.

Sementara ini para ahli masih menyebutkan bahwa gawai hanya memicu mata lelah dan juga rasa pusing.

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada mata atau pun kelelahan, selalu ikuti rumus 20-20-20:

Setiap dua puluh menit lakukan jeda selama dua puluh  detik dengan menatap jauh yang berjarak sekitar dua puluh kaki.

Anda juga bisa mengatur cahaya di layar komputer agar tidak terlalu terang.

Bila perlu, gunakan tetes mata untuk mengatasi mata kering.

Gangguan akibat terlalu lama menghadap layar komputer atau gawai disebut dengan computer vision syndrome

Ini adalah kondisi, di mana mata kita mengalami kelelahan yang sangat akibat terlalu lama menghadap layar komputer atau gawai.

Kondisi ini bisa membuat mata kita lelah.

Efeknya, tubuh pun juga terkena imbasnya.

Kalau kita terkena computer vision syndrome, gejalanya mata terasa pedas, perih, terasa terbakar, silau dan mata terasa capek. Jika sudah parah, kepala bisa pusing hebat

Hal ini terjadi karena mata kita kering yang menjadi pemicunya.

Normalnya, manusia berkedip satu menit tujuh belas kali

Dan  tidak ada penyakit lain yang ditimbulkan akibat terlalu lama menghadap layar computer ataupun gawai.

Efek buruk dari terlalu lama di depan komputer tak sampai membuat orang terkena glukoma, syaraf mata lepas.

Yang terjadi hanya mata lelah atau lebih dikenal dengan Astenopia.

Astenopia sendiri bersifat tidak permanen.

Cukup dengan beristirahat yang cukup, seperti keluar rumah dan tidur, mata akan sehat kembali.

Namun jika keesokan harinya Anda masih merasa pusing, tak enak badan, Anda harus cek ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan lebih lanjut