Lansia Tidak Dianjurkan Minum Air Banyak

Penulis: Darmansyah

Rabu, 14 Februari 2018 | 15:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Minum banyak air?

Ternyata itu tidak sehat bagi mereka yang sudah berusia lanjut

Mmemang kita selalu ditekankan untuk banyak minum air untuk menjaga cairan tubuh.

Kekurangan cairan tubuh memang membuat Anda rentan dehidrasi. Hal ini pun juga paling rentan dialami oleh lansia. Akan tetapi, hati-hati.

Lansia tidak boleh kebanyakan minum air. Ini dapat membahayakan kesehatannya. Mengapa demikian?

Pada umumnya, minum air putih delapan gelas sehari atau sekitar dua liter dapat mencukupi kebutuhan air banyak orang.

Namun begitu, kebutuhan air sebenarnya bervariasi antar individu.

Untuk memudahkan Anda menakarnya, rekomendasi tersebut setara dengan minum empat sampai enam gelas ukuran dua ratus lima puluh milliliter untuk ukuran standar air mineral gelas per hari.

Nah, perhitungan ini beda untuk lansia. Pada umumnya, lansia membutuhkan lebih banyak asupan air karena rentan dehidrasi.

Perubahan jumlah kebutuhan air ini dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk berat badan, peningkatan kadar massa lemak tubuh, dan penurunan fungsi ginjal akibat penuaan.

Pada umumnya, kebutuhan air untuk lansia minimal satu setengah liter sehari.

Meski memang membutuhkan lebih banyak asupan cairan, jangan biarkan lansia minum air kebanyakan. Kelebihan jumlah cairan tubuh akan memengaruhi kondisi kesehatannya.

Banyak minum air memang baik untuk mencegah dehidrasi. Namun, terlalu berlebihan minum air juga tidak baik untuk lansia.

Ginjal lansia sudah tidak lagi tidak berfungsi seefektif ginjal orang dewasa muda untuk mengolah cairan.

Oleh karena itu, terlalu banyak asupan melewati batas wajar dapat membilas sejumlah besar kandungan garam elektrolit dalam tubuhnya. Kondisi kekurangan garam (natrium) disebut juga dengan hiponatremia.

Pada kasus yang ringan, kadar natrium rendah dalam tubuh cenderung menyebabkan penurunan fungsi kognitif otak — seperti kebingungan, linglung, dan mengantuk.

Mual dan badan lesu lunglai (termasuk kelemahan atau kram otot juga bisa menjadi tanda kadar natrium dalam tubuh lansia sudah merosot jauh dari normalnya.

Jika hiponatremia terus berlanjut hingga ke taraf berbahaya, kekurangan natrium dalam tubuh bisa menyebabkan sakit kepala parah akibat penumpukan cairan di jaringan otak.

Sakit kepala merupakan tanda utama bahwa kondisi ini sudah berkembang menjadi sangat serius.

Hiponatremia serius akibat lansia yang kebanyakan minum air kemudian juga bisa menyebab tulangnya rentan patah.

Kejang-kejang bisa terjadi akibat saraf otak yang sangat kekurangan asupan natrium. Pada kasus yang berat, lansia bisa mengalami gagal pernapasan bahkan hingga jatuh koma.

Ini disebabkan oleh pembengkakan otak akibat kadar natrium yang amat rendah.

Selain akibat kebanyakan minum air, gangguan keseimbangan cairan tubuh juga bisa dipengaruhi oleh efek samping obat-obatan yang mereka gunakan, seperti diuretik, antidepresan, antinyeri, atau penggunaan obat lainnya.

Bukan berarti Anda harus membatasi asupan cairan lansia karena hal ini justru bisa memicu dehidrasi yang juga sama berbahaya bagi kesehatannya.

Akan tetapi, kebutuhan cairan lansia harus selalu diawasi secara ketat.

Terlebih, rekomendasi asupan cairan di atas belum mempertimbangkan kandungan air dari makanan dan minuman lainnya, seperti buah dan sayur, sup/soto, bubur, minuman manis, dan seterusnya.

Juga, lebih berhati-hati saat mengajak lansia beraktivitas fisik yang membutuhkan intensitas tinggi agar tidak mengalami dehidrasi.

Jika aktivitasnya memang tinggi, tidak apa untuk bolehkan lansia minum air lebih banyak lagi.

Berhati-hatilah terhadap tanda-tanda dan gejala kadar natrium yang rendah. Selalu konsultasikan dengan dokter tentang risiko dari obat-obatan yang dipakai.

Rutin mengecek kesehatannya juga bisa menjadi cara untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyakit.

Komentar