Langsing? Jangan Lewatkan Jam Makan

Penulis: Darmansyah

Senin, 20 Maret 2017 | 14:17 WIB

Dibaca: 2 kali

Apa hubungan langsing dengan jam makan yang teratur?

Ahli gizi Lucy Beaumont tidak berpendapat ada hubungannya.

Menurutnya, melewatkan makan siang karena tidak lapar  mengacaukan program penurunan berat badan jangka panjang.

Banyak yang berpikir bahwa melewatkan waktu makan justru akan membuat Anda kehilangan berat badan dengan lebih cepat.

Tetap makan di waktu makan walau Anda tidak lapar, menurut Lucy akan membantu mempromosikan pengendalian nafsu makan yang baik.

Bila Anda sudah memiliki waktu makan yang teratur, maka Anda akan terhindar dari makan berlebihan akibat rasa lapar yang tak memiliki ritme.

“Saat Anda tidak membiasakan tubuh untuk memiliki jam makan, maka tubuh bisa merasa lapar kapan saja, Anda pun bisa makan atau ngemil kapan saja.”

Tetapi sesekali melewatkan waktu makan karena terlalu sibuk tidaklah masalah. Asalkan jangan jadikanini sebuah kebiasaan.

Jika Anda memiliki waktu untuk makan sesuai jam makan, namun tidak merasa lapar, makanlah sesuatu yang ringan dalam porsi kecil, seperti segenggam kacang panggang, salad sayur, atau semangkuk buah.

Lucy mengakui, tidak lapar pada waktu makan dapat menjadi salah satu indikasi dari tiga hal, entah Anda sudah makan terlalu banyak makan di waktu makan sebelumnya, metabolisme Anda lambat, atau bahwa Anda terlalu berlebihan saat ngemil.

“Jika Anda kerap kehilangan keinginan makan di jam makan, cobalah untuk memotong seperempat hingga setengah porsi makan, hentikan pula ngemil di antara waktu makan,” kata Lucy.

Memiliki jam makan teratur akan mendukung metabolisme yang baik. Pada akhirnya, ini akan mendukung tubuh mencapai berat badan idealnya.

“Nafsu makan yang teratur juga akan mendukung kesehatan kadar gula darah, energi, manajemen berat badan, dan mengurangi risiko penyakit ,” kata Lucy.

Berbagai penelitian menunjukkan orang yang tidak makan pagi akan menjadi semakin gemuk karena ketika makan siang, mereka akan ‘ganas” dan rakus.

Orang yang malas sarapan bobot tubuhnya cenderung semakin meningkat karena menyantap makanan dengan porsi yang lebih besar ketika makan siang dan makan malam.

Selain itu, jika kita terlalu banyak makan siang, makan malam pun akan tertunda waktunya.

Kalau makan malamnya tertunda, otomatis akan berpengaruh ke jam tidur, sehingga tidurnya sering terlambat.

Ketika orang tersebut kurang tidur, maka hormon leptin akan menurun dan hormon ghrelin akan meningkat.

Risikonya menjadi gemuk.

Hormon leptin merupakan hormon yang bertugas memberitahu otak kapan harus berhenti mengunyah dan berhenti makan.

Sementara hormon ghrelin sering disebut juga hormon lapar, karena ia merangsang rasa lapar.

Kadar hormon ini meningkat sebelum makan.

Mengenai kandungan gizi sarapan untuk orang yang sedang program diet, tidak jauh berbeda dengan orang pada umumnya.

Sarapan sehat meliputi kombinasi dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.

Namun demikian, porsinya lebih sedikit dan harus dijaga. Jika pada awalnya sarapan satu piring, ubah menjadi tigaperempat piring atau setengah piring. Dengan begitu, berat badan akan terkontrol dan sehat.

Selain lapar dan perasaan gampang marah, melewatkan satu atau dua waktu makan seperti orang yang sedang diet ketat, kelaparan, atau menderita anoreksia, ternyata berpengaruh kuat pada tubuh.

Pada enam jam pertama setelah kita melewatkan waktu makan, sebenarnya tak banyak perubahan yang dirasakan. Tubuh akan memecah glikogen atau cadangan energi.

Lalu  setelah enam jam kemudian kita akan merasa sangat lapar dan juga mudah marah yang disebut juga dengan hangry.

Ini karena glikogen sudah menipis tapi belum ada asupan yang masuk.

Begitu kita mulai lapar, tubuh akan masuk ketosis, yakni memecah lemak sebagai sumber energi. Namun lemak akan diubah menjadi asam lemak yang tidak bisa dipakai otak.

Sumber energi otak adalah glukosa. Akibatnya, otak melakukan perubahan dan sebisa mungkin mencari sumber energi, namun tidak pernah bisa mendapat jumlah maksimal yang diperlukan untuk berfungsi seratus persen.

Setelah tujuh puluh dua jam tidak makan apa pun, mood dan energi kita menjadi sangat rendah, lalu otak mulai memecah protein tubuh menjadi asam amino untuk diubah menjadi glukosa. Hal ini baik bagi otak, tetapi tidak untuk tubuh karena massa otot akan berkurang.

Pada wanita, kekurangan nutrisi akibat asupan yang kurang ini bisa menyebabkan menstruasi terhenti. Selain itu kepadatan tulang dan juga libido ikut menurun.

Dalam satu atau dua minggu setelah asupan berkurang, tubuh akan menjadi lemah karena kekurangan vitamin dan mineral sehingga penyakit mudah menyerang.

Kehabisan cadangan glukosa, tidak adanya jaringan atau pun otot, juga dapat berdampak kematian karena gangguan irama jantung akibat berkurangnya jaringan tubuh, termasuk di jantung. Kegagalan fungsi organ juga sangat mungkin terjadi.

 

Komentar