Kurang Tidur? Dampaknya Bisa Kesepian

Penulis: Darmansyah

Senin, 20 Agustus 2018 | 08:29 WIB

Dibaca: 1 kali

Kurang tidur?

Awas, efeknya bisa membuat Anda kesepian.

Kesepeian?

Ya. Kurang tidur ternyata tak hanya membuat tubuh kelelahan atau kurang konsentrasi. Dan sevbuah p nelitian terbaru menunjukkan bahwa saat kurang tidur, ‘tubuh’ cenderung merasa lebih kesepian.

Kesimpulan penelitian dari University of California, Amerika Serikat ini didapat setelah peneliti melakukan tiga kali rangkaian penelitian.

Pada tahap awal, studi ini melakukan penelitian kecil terhadap delapan belas orang dewasa berusia delapan belas hingga dua puluh empat tahun.

Peneliti melihat kegiatan sehari-hari partisipan saat tidur malam yang cukup dibandingkan saat kurang tidur. Peneliti juga menilai para partisipan saat berhadapan dengan orang lain.

Hasilnya, peneliti menemukan peserta cenderung menjaga jarak dengan orang lain saat mereka kurang tidur.  Sebaliknya, saat tidur cukup mereka merasa lebih nyaman dan dapat dekat dengan orang lain sebesar 13 hingga 18 persen.

Melalui pemindaian otak, peneliti menemukan bahwa saat kurang tidur orang cenderung menganggap orang lain sebagai ancaman. Peneliti berkesimpulan saat kurang tidur, orang lebih cenderung mengisolasi diri dan tidak percaya orang lain.

“Barangkali bukan kebetulan bahwa beberapa dekade terakhir orang yang merasa kesepian meningkat seiring dengan penurunan durasi tidur yang dramatis,” kata peneliti yang memimpin studi ini Eti Ben Simon, dikutip dari Metro.

Untuk mendapatkan cakupan yang lebih luas, peneliti menganalisis kualitas dan kuantitas tidur 140 orang. Partisipan yang kurang tidur melaporkan mereka merasa kesepiaan pada hari berikutnya.

Hasil ini membuat peneliti kembali menarik kesimpulan, semakin lelah seseorang, ia akan merasa semakin kesepian dan terus mengisolasi diri karena kelelahan.

Pada penelitian berikutnya, peneliti meminta seribuan orang untuk menonton video para partisipan yang kurang tidur dan tidur cukup. Sekitar seribuan  orang itu diminta untuk mengukur tingkat kesepian orang di dalam video tersebut.

Hasilnya, orang yang kurang tidur dianggap merasa lebih kesepian dan orang cenderung tak ingin bekerja sama dengan mereka.

Temuan menarik lainnya, orang yang menonton video itu juga melaporkan diri mereka ikut merasa kesepian setelah melihat video orang yang kurang tidur.

Hal ini membuat peneliti menyimpulkan perasaan kesepian itu dapat menyebar dan menghabiskan tenaga.

Sementara itu menurut laman kesehatan terkenal “hello sehat,”  dampak dari kekurangan tidur juga bias mengundang kesepaian

Kesepian juga dapat mengakibatkan menurunnya kesehatan fisik dan kesehatan mental. Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa kesepian bisa jadi penyebab sulit tidur dan membuat Anda mudah lelah.

Benarkah?

Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris, melaporkan bahwa tingkat kesepian seseorang memiliki pengaruh terhadap pola tidurnya.

Penelitian ini dilakukan terhadap dua ribuan anak remaja di Inggris dan Wales. Ada sekitar dua puluh lima sampai tiga puluh persen peserta yang terkadang merasa kesepian, dan lima persen lainnya sering merasa kesepian.

Menurut para peneliti tersebut, orang yang kesepian  dua puluh empat persen lebih mungkin merasa lelah dan sulit berkonsentrasi di siang hari, serta mengalami gangguan tidur di malam hari.

Gangguan tidur ini meliputi sulit tidur nyenyak di malam hari.

Hubungan antara kesepian dengan gangguan tidur memiliki pola seperti lingkaran setan.

Rasa kesepian pada malam hari menyebabkan kesulitan untuk berelaksasi dan bisa membuat Anda terbangun di tengah-tengah waktu tidur.

Selanjutnya, hal tersebut menyebabkan kurangnya waktu tidur yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan efek stres akibat kesepian.

Hubungan antara kesepian dan sulit tidur semakin berisiko karena adanya depresi dan gangguan kecemasan.

Berdasarkan penelitian tersebut, sekitar 70 persen peserta yang merasa kesepian dan sulit tidur nyenyak ternyata pernah menjadi korban kekerasan. Ini termasuk kejahatan, pelecehan seksual, dan penganiayaan.

Peneliti mengatakan bahwa sulit tidur atau rasa gelisah yang muncul menjelang tidur bisa terjadi karena merasa kurang aman atau akibat respons stres biologis yang meningkat.

Hampir seluruh peserta dari penelitian ini merupakan mahasiswa perantau yang tinggal jauh dari rumah. Karena itu penting bagi mereka untuk selalu mendapat dukungan agar terhindar dari masalah kejiwaan yang lebih parah akibat dari kesepian.

Lantas bagaimana mengusir kesepian?

Kesepian tidak hanya jadi penyebab sulit tidur, melainkan bisa juga berdampak pada penurunan kualitas kesehatan fisik seseorang.

Pada dasarnya, kesepian itu sendiri adalah suatu persepsi atau keadaan emosi terhadap hubungan sosial seseorang, dan hal ini bukan disebabkan oleh kesendirian.

Oleh karena itu, cara paling mudah dalam mengatasi kesepian adalah dengan mengalihkan perhatian sejenak dan berinteraksi dengan orang terdekat.

Anda bisa bergabung dengan forum online ataupun komunitas lokal di sekitar tempat tinggal Anda untuk membantu Anda mengetahui bahwa banyak orang dari seluruh penjuru dunia yang sedang mengalami apa yang Anda alami saat ini, dan ini akan membantu Anda menghilangkan rasa kesepian.

Anda juga bisa membaca atau menonton tayangan yang menjelaskan segala detail mengenai proses berpikir, emosi, dan situasi yang sedang Anda alami bisa sangat menghibur dan menenangkan.

Curhat dengan orang terdekat juga bisa membantu mengatasi rasa kesepian Anda. Anda bisa cerita dengan orangtua atau teman dekat Anda. Anda harus menyadari bahwa orang-orang yang Anda cintai akan selalu mendukung Anda.

Bila Anda merasa orang-orang di sekitar Anda tidak begitu memedulikan atau memahami Anda, berarti ini saatnya Anda “melebarkan sayap” yaitu dengan bergaul dengan orang-orang baru.

Komentar