Kuning Telur Menyehatkan Mata

Penulis: Darmansyah

Senin, 20 Januari 2014 | 14:42 WIB

Dibaca: 1 kali

Sebuah keluarga, di sepagi itu, sedang menikmati “breakfast” dengan sajian telur mata sapi, dan seabrek gorengan, khas rumah tangga Indonesia yang serba sederhana. Tak ada yang aneh ketika mereka mulai melahap makanan yang tersedia.

Dan ketika si ibu menyisakan bagian tengah dari “mata sapi”nya, si anak langsung “ngoceh,” kok nggak dimakan kuningnya. Tak memerlukan jawaban serius, si ibu memonyongkan mulutnya dan menghentikan kudapannya langsung mengiyakan. “Lha iya. Ibu kan lagi diet. Koleterol,” ujarnya ringkas.

Salah seorang anaknya, yang masih balita, langsung meniru si ibu dengan menyisihkan bulatan kuning telur di gorengan “mata sapi”nya. Dengan sedikit cadel si anak menirukan si ibunya. “Kolesterol.”

Benarkah kuning telor menyimpan kolesterol? Banyak para ilmuwan membantahnya sebagai sugesti yang salah. Bahkan sebuah peneltian terbaru mengatakan, kandungan kolesterol pada kuning telor sangat bersahabat dengan tubuh.

Tapi banyak penikmat makanan dari telor menghindari kuning telur karena kandungan kolesterol tinggi dan dikhawatirkan bisa membahayakan kesehatan.

Padahal di luar ancaman tersebut, sederet manfaat sehat juga terkandung dalam kuning telur.

Tidak banyak p[ublikasi bahwa kuning telur mengandung banyak vitamin dimana setiap kuning telur mengandung tujuh vitamin, di antaranya B6, folat, vitamin B, B12, A, D, E dan K. Dengan kondisi tersebut, tentu kuning telur memiliki manfaat kesehatan yang banyak, salah satunya untuk kesehatan mata.

Karotenoid dalam kuning telur, terutama karotenoid lutein dan zeaxanthin menunjukkan manfaat untuk kesehatan mata. Karotenoid ini merupakan pigmen warna yang memberikan warna pada kuning telur dimana bisa menurunkan risiko yang berkaitan dengan degenerasi makula dan katarak. Manfaatnya ialah melindungi dari radikal bebas yang dapat merusak berbagai bagian retina, memengaruhi kemampuannya untuk memfokuskan cahaya dengan benar.

Kuning telur memang mengandung kolesterol sehingga Anda harus membatasi jumlah telur yang dimakan setiap hari. Meski demikian, hal itu tergantung pada kesehatan Anda secara keseluruhan atau risiko serangan jantung dimana dokter Anda dapat merekomendasikan menghindari kuning telur dalam diet Anda.

Komentar