close
Nuga Sehat

Kopi Tak Perlu Dihindari Para Hipertensi

Kopi harus dijauhi oleh para penderita tekanan darah tinggi?

Nah. Tunggu dulu. Laman situs “menshealth,” Kamis, 01 Oktober 2015, menulis hasil sebuah penelitian terbaru mengpaus predikat buruk itu.

Menurut “mensheaalth” anggapan kopi dapat meningkatkan tekanan darah adalah “kuno.”.

Jurnal terbaru yang dirilis “menshealth” itu menegaskan bahwa minum kopi tidak berdampak pada kenaikan kadar tekanan darah pada mereka yang sudah memiliki hipertensi.

Kopi, menurutnya, akan meningkatkan tekanan darah selama beberapa jam setelah kita meminumnya, tetapi itu pun pada orang yang jarang minum kopi.

Jika Anda tidak terbiasa minum kopi, zat-zat di dalamnya menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga pembuluh darah meningkat.

Namun, beberapa jam setelahnya pembuluh darah kembali normal dan efek itu hilang.

Jika Anda telah terbiasa minum kopi, tubuh akan mengembangkan toleransi dan tekanan darah tidak terpengaruh.

Menurut Prediman Krishan Shah, dokter jantung, yang memimpin penelitian itu, peningkatan tekanan darah sementara tidak membahayakan pada kebanyakan orang.

Bahkan orang yang memiliki hipertensi masih aman minum satu atau dua cangkir kopi setiap hari.

“Peningkatan tekanan darah jangka pendek seperti setelah minum kopi tidak akan meningkatkan risiko terjadinya hipertensi kronik,” kata Shah.

Beberapa penelitian juga menunjukkan manfaat positif minum kopi, antara lain menurunkan risiko diabetes, batu ginjal, dan kanker.

Bahkan, minum kopi sampai tiga cangkir setiap hari akan menurunkan risiko hipertensi asalkan orang itu tidak merokok

Walau tak semua orang tahan dengan efek kafein, tetapi beberapa penelitian menyebut kebiasaan minum kopi bisa menetralisir risiko diabetes melitus

Studi baru yang membandingkan antara orang yang terkena multiple sclerosis dengan orang yang sehat, ditemukan bahwa seseorang yang tidak pernah mengonsumsi kopi memiliki risiko satu setengah kali kali lebih besar.

“Ada banyak senyawa dalam kopi yang dapat memberikan kontribusi,” terang Ellen Mowry, MD, dari Johns Hopkins Medicine.

“Kafein dapat melindungi dari penyakit parkinson dan penyakit alzheimer.”

Menariknya, hal tersebut tidak memengaruhi fungsi sel-sel kekebalan di otak, tetapi memiliki dampak pada bagian tertentu yang mungkin memicu kedua penyakit tersebut.

Sebuah penelitian lainnya yang dirilis awal tahun lalu menemukan bahwa orang yang minum empat cangkir kopi sehari memiliki risiko dua puluh persen lebih rendah terkena melanoma, bentuk kanker kulit paling mematikan.

Walau begitu, cara paling efektif mencegah kanker kulit adalah mengurangi paparan berlebihan sinar ultraviolet, menggunakan tabir surya, dan menghindari proses tanning.

Jadi, bukan berarti bebas berjemur di bawah sinar matahari sambil menyeruput kopi akan menghindarkan Anda dari risiko kanker kulit.

Kopi memang tidak bisa menangkal kematian untuk selamanya. Tetapi, dalam sebuah studi besar menunjukkan, peminum kopi secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dalam sebuah periode penelitian yang dilakukan selama tiga belas tahun.

Semakin banyak kopi yang dikonsumsi, maka akan semakin rendah risiko kematian.

Penelitian lainnya dalam skala lebih kecil kecil, yang dipublikasikan tahun lalu, para pesepeda melaporkan bahwa satu jam latihan yang mereka jalani jauh lebih menyenangkan dan tidak menyulitkan setelah mereka menelan kafein dibandingkan plasebo.

Ini karena adanya zat tertentu dalam kopi yang memiliki efek meningkatkan rasa gembira.
Kafein juga meningkatkan performa atletik.

Meski demikian, ketahui bahwa minum kopi yang dicampurkan krim, gula, atau bahkan cokelat, bisa menambah kalori dengan cepat.

Karenanya, batasi gula tambahan dalam kopi. Bukankah akan lebih nikmat jika kita menikmati kopi tanpa campuran apa pun

Selain menganjurkan minum kopi, para peneliti juga mengingatkan bahwa bubuk kafein harus dihindari pemakaiannya karena lebih kuat efeknya dibanding kafein biasa yang terdapat pada kopi.

Mengapa bubuk kafein berbahaya? Alasannya, karena sangat mudah bagi orang mengonsumsinya dalam jumlah yang bisa mengakibatkan kematian.

Sebenarnya, jumlah kafein pada sendok makan bisa berbeda-beda tergantung produk bubuk kafein itu sendiri. Satu sendok bubuk kafein di beberapa produk mengandung lima gram kafein; sebagai perbandingan, satu gelas kopi

“Bubuk kafein sangat pekat,” ujar Henry Spiller, Direktur Central Ohio Poison Center di Nationwide Children’s Hospital.

Kebanyakan orang terlalu nyaman dengan efek dari minuman berkafein seperti kopi atau soda dan tanpa sadar bahwa yang mereka konsumsi cukup banyak.

Dosis kafein yang tinggi bisa menyebabkan efek samping serius termasuk menaikkan tekanan darah, detak jantung yang cepat, kejang dan bahkan kematian.

Meskipun sangat mungkin overdosis saat mengonsumsi kopi lebih dari lima puluh gelas, namun biasanya orang-orang akan berhenti minum sebelum mencapai titik itu karena mereka akan mengalami efek tidak menyenangkan seperti mual, muntah-muntah dan detak jantung yang berdetak sangat cepat