Kopi Itu Memang Penahan Kantuk

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 19 September 2015 | 19:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda suka kopi? Sebagai teman begadang?

Ya. Kopi membuat mata tetap terjaga meski sudah waktunya tidur.
Lantas apa penyebabnya?

Jawabannya adalah karena kafein di dalam kopi bisa menjaga fungi otak tetap terjaga.

Menurut sebuah penelitian di Unibersity of North Dakota School of Medicine and Health Science, konsumsi kopi secara teratur dalam takaran wajar bahkan bisa mencegah kelebihan

Sebuah penelitian terbaru dari University of Colorado dan Harvard Medical School. menemukan alasan mengapa kopi bikin kita tahan begadang.

Menurut tim peneliti kafein yang ditemukan dalam kopi mengganggu ritme sirkadian tubuh kita. Ritme sirkadian adalah jam internal di dalam tubuh yang memberi tahu tubuh kapan tidur dan kapan bangun.

Jumlah kafein dalam double espresso menggeser jam internal itu sampai rata-rata empat puluh menit.

Efek betah melek itu makin buruk ketika dikombinasikan dengan cahaya terang. Pemaparan tiga jam cahaya terang sebelum tidur menggeser siklus tidur sampai 85 menit, hampir satu setengah jam.

Efek kafein adalah memacu kerja jantung, meningkatkan suplai darah ke otot meningkat sehingga tidak cepat kehabisan tenaga.

Karena lebih alami, kopi bisa menjadi alternatif minuman berenergi yang tidak banyak mengandung bahan-bahan kimia buatan yang kadang lebih banyak risikonya daripada manfaatnya.
Dikombinasikan dengan kafein, cahaya terang menggeser waktu tidur sampai satu jam danempat puluh lima menit.

“Ini adalah penelitian pertama yang membuktikan bahawa kafein yang digunakan secara luas sebagai obat psikoaktif di dunia berpengaruh pada jam sirkadian manusia. “

“Studi ini juga memberikan wawasan baru serta menarik mengenai efek kafein terhadap fisiologi tubuh manusia,” ujar Kenneth Wright dari Departemen Fisiologi Integratif University of Colorado.

Banyak penelitian sudah membuktikan kafein mengganggu ritme sirkadian organisme kecil dari jamur roti hingga lalat. Kafein dapat mempengaruhi rilis hormon tidur melatonin dalam tubuh manusia.

Tim penelitian tersebut merekrut lima sukarelawan yang terlibat dalam studi intensif empat puluh sembilan hari, datang ke laboratorium untuk diberi paparan cahaya terang, cahaya temaram, kafein dan plasebo untuk melihat apa yang terjadi dengan siklus tidur dan terjaga.

Para sukarelawan setuju tidak minum alkohol atau kafein atau pun segala jenis obat selama masa penelitian itu.

Peneliti kemudian melakukan uji air liur dan darah serta sel-sel tubuh yang diambil dari sukarelawan.

Mereka menemukan kafein menghalangi reseptor sel, pintu masuk molekular yang membawa masuk adenosin, kimia pembawa pesan atau neurotransmiter yang mendorong seseorang untuk tidur.

Tim yang sama melakukan studi yang membuktikan ketika delapan orang berada di gunung tanpa cahaya buatan, jam internal tubuh mereka berubah. Otomatis mereka tidur saat matahari terbenam dan terbangun ketika matahari terbit.

Penemuan-penemuan baru ini membantu menjelaskan mengapa peminum kopi berat cenderung terjaga di malam hari.

Hal ini mungkin menjadi langkah strategis menggunakan kopi untuk mengatasi jet lag, bukan sekedar minum tripel espresso saat terkena jet lag dan berharap yang terbaik.

“Percobaan-percobaan lain masih dibutuhkan untuk menguji penelitian ini dan penting untuk memonitor gangguan tidur yang disebabkan kafein yang dalam kondisi tertentu justru dapat memperparah jet lag,” demikian tulisnya di jurnal Science Translational Medicine.

Sel;ain tahan begadang secangkir kopi mampu meningkatkan energi Anda di pagi hari.

Para ahli menyebutkan, pagi hari tidaklah waktu paling buruk untuk minum kopi.

Mengonsumsi kafein saat kadar kortisol sedang tinggi akan menyebabkan dua masalah. Pertama, kafein akan mengganggu produksi kortisol tubuh, hormon yang dikeluarkan untuk merespon stres dan kadar gula darah rendah. Akibatnya, tubuh akan memproduksi kortisol dalam jumlah rendah sehingga kita merasa perlu minum lebih banyak kafein lagi.

Efek lain dari konsumsi kopi di pagi hari adalah meningkatkan toleransi seseorang pada kafein karena zat ini telah menggantikan kortisol alami tubuh. Dengan kata lain, efek peningkatan energi dan fokus dari kafein tak akan lagi kita rasakan.

Komentar