Kopi Itu Mampu Menstimulan Kerja Otak

Penulis: Darmansyah

Rabu, 15 November 2017 | 08:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Perdebatan tentang apakah kopi termasuk dalam minuman yang menyehatkan atau tidak masih berlangsung di masyarakat.

Meskipun telah banyak penelitian yang membuktikan manfaat sehat dari kopi, dalam realitanya banyak orang yang memilih untuk menghindari minuman ini karena dianggap bisa memicu masalah asam lambung atau bahkan susah tidur.

Kopi bisa memberikan manfaat sebagai stimulan yang mampu meningkatkan daya kerja otak, mengatasi kantuk, hingga meningkatkan ketahanan fisik.

Demi mencegah datangnya efek samping karena mengkonsumsi kopi ini, ada baiknya kita membatasi konsumsinya di bawah tiga gelas dalam sehari.

Anjuran ini berdasarkan dari hasil penelitian yang menyebutkan bahwa batasan aman mengkonsumsi kafein per hari adalah sekitar tiga ratus hingga empat ratus miligram.

Padahal, dalam segelas kopi kafeinnya bisa mencapai seratus miligram.

Karena alasan inilah ada baiknya kita meminumnya tidak sampai tigagelas saja.

Tak hanya membatasi asupan kopi, ada baiknya kita juga mengkonsumsi minuman ini saat perut sudah diisi dengan makanan dan dilakukan setidaknya satu jam setelah makan.

Dengan melakukannya, maka kita bisa mencegah datangnya masalah asam lambung.

Kopi sebagai minuman yang bersifat diuretik atau membuat buang air kecil menjadi lebih lancar.

Hal ini berarti, mereka yang hobi minum kopi sebaiknya juga memperbanyak asupan air putihnya demi mencegah datangnya dehidrasi.

Salah satu minuman yang menjadi favorit sebagian besar orang adalah kopi.

Tak hanya aroma dan rasanya yang mantap, kopi juga mampu membuat pikiran lebih segar sehingga kita pun semakin bersemangat untuk beraktifitas.

Sayangnya, mengkonsumsi kopi dengan berlebihan juga bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa dibalik banyak manfaat sehat dari minum kopi, kita harus mengingat bahwa kopi memiliki kandungan kafein yang memiliki fungsi seperti obat stimulan yang mampu merangsang sistem saraf pusat yang ada dalam otak.

Sebagai informasi, sistem saraf pusat ini memiliki peran besar dalam memberikan perintah bagi berbagai sistem dan fungsi tubuh.

Hal ini berarti, konsumsi kafein bisa saja memberikan gejala pada berbagai fungsi tubuh kita.

Salah satu gejala yang bisa dialami andai kita mengkonsumsi kopi dengan berlebihan adalah tangan yang gemetaran.

Hal ini disebabkan oleh overdosis kafein pada tubuh. Namun, bagi sebagian orang yang cenderung sensitif pada kafein, meminum kopi sedikit saja sudah bisa menimbulkan gejala tangan gemetaran ini.

Kondisi tangan gemetaran ini disebabkan oleh kafein pada kopi yang merangsang sistem saraf pusat untuk memberikan sinyal pada tubuh agar bekerja dengan lebih keras.

Sayangnya, hal ini justru direspons oleh otot tubuh dengan cara berkontraksi atau melakukan gerakan yang tidak terkendali.

Meskipun hal ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan, namun, ada baiknya kita segera menghentikan asupan kopi untuk sementara hingga gejala ini menghilang.

Untuk mencegah gejala tangan gemetaran ini, pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi asupan kopi maksimal hanya empat ratus miligram atau sekitar empat cangkir saja setiap hari.

Selain itu, kita juga sebaiknya membatasi asupan minuman yang memiliki kandungan kafein lainnya seperti teh, cokelat, dan minuman bersoda.

Komentar