Kopi Bisa Sembuhkan Penyakit Impotensi?

Penulis: Darmansyah

Jumat, 18 Januari 2019 | 10:40 WIB

Dibaca: 2 kali

Masalah impotensi terus menjadi masalah yang besar di kalangan pria. Mengalami impotensi artinya memiliki kehidupan seks yang buruk.

Selain itu, pria juga akan susah melakukan pembuahan sehingga peluang mendapatkan momongan akan semakin menurun. Lantas apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Dari beberapa penelitian yang dilakukan oleh beberapa kelompok ilmuwan, salah satu cara untuk mengatasi impotensi adalah dengan mengonsumsi kopi atau sesuatu yang mengandung kafeina.

Benarkah, kopi bisa membuat pria sembuh dari kondisi impotensi yang sangat mengganggu?

Dilansir dari Men’s Health, sebuah penelitian yang dilakukan pada pria dengan usia di atas dua puluh tahun.

Pria yang diteliti mengonsumsi setidaknya dua hingga tiga gelas kopi setiap hari.

Dari penelitian ini didapatkan data kalau ada hubungan antara kafeina dan kemampuan ereksi pada pria.

Singkatnya kopi mirip sekali dengan Viagra yang menstimulasi ereksi agar menjadi kuat.

Kopi dianggap mampu memberikan sensasi relaks pada pria sehingga darah bisa mengalir dengan cepat ke area penis sehingga kondisi impotensi akan hilang dengan sendirinya.

Meski kopi dianggap mampu memberikan efek pada penis, alasan mengapa kafeina bisa menyebabkan ereksi masih belum jelas.

Dari artikel yang dilansir oleh Healthline, penelitian terkait dengan kemampuan kopi dalam mengatasi impotensi masih butuh data yang lebih akurat dan tidak bias.

Selain itu, ada banyak sekali penyebab impotensi yang terjadi pada pria. Setiap masalah memiliki penyelesaian sendiri-sendiri.

Ada yang mudah disembuhkan, tapi tidak sedikit yang susah diatasi sehingga membutuhkan perawatan yang lebih serius. Berikut beberapa penyebab impotensi pada pria.

Kopi dengan kandungan kafeina mungkin bisa memberikan manfaat meski penelitian lanjutan harus dilakukan. Selain kopi, ada beberapa hal yang bisa pria lakukan untuk meningkatkan kemampuan ereksinya.

Salah satu penyebab impotensi adalah menurunnya kadar testosteron di dalam tubuh. Untuk meningkatkan kadar hormon ini adalah dengan menurunkan kadar lemak di dalam tubuh khususnya di area perut.

Cara terbaik untuk menurunkan kadar lemak adakah dengan melakukan olahraga secara rutin.

Selain olahraga secara rutin setiap harinya, mengatur pola makan juga disarankan.

Pria disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan baik mulai dari menjaga jumlah kalori yang masuk hingga menghindari atau membatasi beberapa bahan makanan tertentu.

Konsumsi alkohol yang berlebihan bisa menyebabkan pria mudah sekali mengalami kenaikan berat badan.

Selain itu, kandungan alkohol bisa mengganggu peredaran darah di dalam tubuh. Pada kondisi yang cukup parah, pria bisa mengalami depresi yang cukup parah dan mengganggu kehidupannya secara umum.

Pria yang mengalami stres berlebihan hingga membuat mereka sering cemas saat akan melakukan seks bisa memicu impotensi.

Kalau ingin menyembuhkan impotensi dengan mudah coba turunkan kadar stres dengan melakukan meditasi atau melakukan pelesir untuk membuat tubuh jadi lebih relaks. Berbaiklah dengan tubuh dan jangan terus menyiksanya.

Kopi juga dikenal  luas sebagai salah satu minuman yang disukai oleh masyarakat di seluruh dunia.

Tak hanya menghilangkan rasa kantuk, kopi juga bisa membuat kita menjadi lebih bersemangat. Sayangnya, mengonsumsi kopi juga bisa membuat kita kecanduan. Seperti apa sih tanda jika kita sudah kecanduan kopi?

Tanda pertama jika kita sudah kecanduan minum kopi adalah tidak bisa bekerja atau melakukan berbagai aktivitas jika tidak sempat minum kopi terlebih dahulu.

Kita akan merasa gelisah dan kurang tenang sehingga tak kunjung bisa berkonsentrasi. Hal ini disebabkan oleh kafein yang bersifat stimulan yang bisa merangsang reseptor dopamin di dalam otak dan akhirnya memicu kecanduan.

Mengonsumsi kopi hingga kecanduan ternyata juga bisa mempengaruhi denyut jantung. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kafein dalam membuat palpitasi jantung.

Jika tidak sempat minum kopi, maka detak jantung bisa menjadi tidak beraturan. Meskipun denyut jantung memang bisa menjadi lebih normal setelah mengonsumsi kopi, palpitasi jantung jika dibiarkan begitu saja dan tidak segera ditangani secara medis bisa menyebabkan gagal jantung yang mematikan.

Yang tidak disangka adalah, kecanduan kopi ternyata bisa menyebabkan stres atau depresi.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul New England Journal of Medicine, disebutkan bahwa mereka yang sudah kecanduan kopi dan tidak sempat meminumnya akan lebih mudah mengalami depresi.

Sobat Sehat sudah sampai mengalami gejala kecanduan kopi ini atau belum? Jika sudah, jangan ragu untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter untuk menanganinya.

Jika belum, pastikan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsinya agar tidak sampai menyebabkan kecanduan.

Komentar