Kopi Bisa Cegah Penyakit oleh Faktor Tua

Penulis: Darmansyah

Rabu, 18 Januari 2017 | 14:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Kopi atau kafein sekali lagi datang dengan kabar menyenangkan.

Seperti ditulis jurnal Nature Medicine sebuah studi terbaru menemukan mereka yang gemar minum kopi memiliki kadar inflamasi yang rendah di tubuhnya.

“Semakin banyak kafein yang dikonsumsi, semakin terproteksi mereka dari inflamasi yang menyebabkan penyakit kronis,” kata peneliti David Furman, associate profesor di Institute for Immunity, Transplantation and Infection, Stanford University.

Furman dan teman-temannya menganalisa sampel darah seratus  orang muda dan tua.

Orang lebih tua cenderung punya lebih aktivitas pada beberapa gen yang berkaitan dengan inflamasi dibandingkan dengan grup orang lebih muda.

Hal ini tak mengherankan karena semakin tua, inflamasi di seluruh tubuh cenderung meningkat.

Penyakit kronis karena penuaan seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker, masalah persendian dan Alzheimer’s semua dipercaya memiliki kesamaan inflamasi.

Proses inflamasi atau dikenal dengan peradangan terjadi pada tingkat sel.

“Sebagian besar penyakit penuaan itu tidak benar-benar penyakit penuaan tetapi cenderung penyakit inflamasi,” kata Furman.

Semakin aktif gen-gen ini, semakin besar seseorang punya kecenderungan tekanan darah tinggi dan aterosklerosis.

Di kalangan usia lebih tua, mereka yang memiliki kadar lebih rendah faktor-faktor ini lebih terlindung dari inflamasi. Mereka pun punya kesamaan, semua minum kafein secara teratur. Mereka yang minum lima cangkir kopi sehari menunjukkan kadar amat rendah aktivitas pada jalur gen inflamasi.

Kafein menghambat sirkuit ini dan mematikan jalur inflamasi itu.

Tujuannya bukan membuat setiap jejak inflamasi menghilang, demikian tegas para peneliti.

Faktanya, inflamasi adalah fungsi penting sistem kekebalan yang berguna memerangi infeksi dan menghilangkan senyawa beracun potensial.

Bersamaan dengan penuaan, proses inflamasi tidak teratur seperti pada tubuh muda.

“Jelas pada penuaan sesuatu rusak dan kita jadi kurang efektif mengatur inflamasi ini,” kata Mark Davis, direktur Stanford Institute.

Kunci selanjutnya adalah mencari tahu kapan respon inflamasi mulai tak terkontrol.

Pada  studi berikutnya, Furman dan rekan-rekannya akan menginvestigasi sistem kekebalan seribu orang

Ia berharap menggunakan informasi itu untuk mengembangan referensi komponen sistem imun untuk memberi tahu seseorang apakah kadarnya normal atau berisiko lebih tinggi untuk tekrena penyakit kronis yang disebabkan oleh inflamasi.

Sementara itu, mengikuti teladan peminum kopi dewasa yang berkadar inflamasi rendah, minum kopi di pagi atau sore hari di tempat kerja bisa jadi ide yang baik.

Sebelumnya, sebuah studilainnya dari Cornell University menambah  manfaat kopi setelah ditemukannya antioksidan di dalam kopi, yang disebut asam klorogenat dapat melindungi dan mencegah degenerasi retina.

Percobaan dilakukan pada sekelompok tikus.

Para peneliti mengembangkan radikal bebas dan stres oksidatif agar mata tikus mengalami degenerasi retina. Kemudian, mereka memberikan asam klorogenat kepada sekelompok tikus untuk melihat efeknya.

Peneliti menemukan, tikus yang diberikan asam klorogenat tidak berakhir dengan kerusakan retina.

“Temuan ini penting dalam memahami makanan fungsional, yaitu makanan alami yang memberikan efek kesehatan yang menguntungkan,” kata Chang Y. Lee, profesor ilmu gizi dan penulis senior studi tersebut.

Kopi adalah minuman paling populer di dunia dan sekarang kita jadi lebih memahami apa lagi manfaat yang bisa kita dapatkan dari minuman ini.

Penelitian lain menemukan bahwa kopi (tanpa gula) dapat membantu mencegah diabetes, Parkinson, kanker prostat, Alzheimer dan penyakit lainnya.

Secara keseluruhan, bahkan kopi dapat menurunkan angka kematian.

Tetapi ada banyak faktor yang terlibat dalam cara bagaimana kopi memengaruhi kesehatan.

Salah satunya adalah, bagaimana cara tubuh memetabolisme kafein sehingga memiliki dampak baik untuk Anda.

Di sisi lain, orang-orang dengan disposisi genetik jantung tertentu, memiliki risiko lebih tinggi mendapat gangguan kardiovaskular jika mereka minum kopi.

Sebuah studi dari Harvard University menemukan bahwa minum kopi hingga enam cangkir perhari tidak memiliki efek kesehatan yang merugikan pada orang-orang di usia 50-60 an tahun.

Dr Rob van Dam, asisten profesor di Departemen Gizi Harvard, menulis bahwa kopi sebenarnya hal yang relatif sulit untuk dipelajari.

Seringkali orang berpikir kopi hanya mengandung kafein. Padahal sebenarnya, minuman ini mengandung ratusan senyawa yang berbeda di dalamnya.

Karena kopi mengandung begitu banyak senyawa yang berbeda, minum kopi dapat menyebabkan hasil kesehatan sangat beragam pada masing-masing orang. Ada orang yang mendapat manfaat, namun ada juga yang merasa dirugikan.

Namun, kebanyakan penelitian menemukan fakta bahwa kopi tidak merugikan untuk sebagian besar orang.

Van Dam berkata, “Untuk populasi umum, bukti-bukti menunjukkan bahwa minum kopi tidak memiliki efek kesehatan yang merugikan secara serius. Tapi penting juga untuk diingat, sebagian besar penelitian itu menggunakan kopi hitam murni berkualitas baik, walau ada juga yang ditambah sedikit susu atau gula di dalamnya.”

Para peneliti berharap bahwa dengan penelitian lebih lanjut, mereka akan dapat mengetahui apakah asam klorogenat mampu menembus penghalang darah retina.

 

Komentar