Kopi Bikin Resiko Kematian Mengecil

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 November 2016 | 14:46 WIB

Dibaca: 0 kali

Minum kopi enam gelas bagi wanita per hari akan memiliki resiko kematian lebih rendah lebih belas persen?

Ya. Itulah yang ditulis oleh laman situs “shape,” Jumat, 25 November 2016.

Enam cangkir itu suatu jumlah yang banyak?

“Tidak,” ungkap para peneliti di New England Journal of Medicine

Kedengarannya  memang banyak.

“Tapi, wanita yang minum enam cangkir kopi perhari memiliki risiko kematian lima belas persen lebih rendah dibanding yang minum kurang dari jumlah ini,” tulis para peneliti seperti dikutip “shape.”.

Dalam  studi itu para peneliti melakukan terhadap kopi tanpa kafein dan tanpa gula.

Di sini kita mendapat kesan bahwa minum kopi, meski dalam jumlah yang banyak, dapat memberi manfaat kesehatan yang lebih besar dibanding kerugian yang mungkin kita dapat.

Untuk memastikan apakah kesan ini benar atau tidak, Rob van Dam, Ph.D., asisten profesor di departemen nutrisi Harvard School of Public Health, memberikan penjelasannya.

“Kami belum melihat bahwa minum kopi, bahka sampai enam cangkir sehari, bisa meningkatkan risiko kematian atatu suatu penyakit, jika dibandingkan dengan tidak meminum kopi,” tandasnya.

Bahkan para peneliti itu menganjurkan Anda yang ingin melindungi jantung dan memperpanjang umur, minumlah kopi tiga sampai lima cangkir sehari dengan ukuran cangkir sekitar kecil.

“Bukan gelas besar seperti di gerai-gerai kopi yang ukurannya lebih dari setengah liter ditambah krim, gula dan lain sebagainya.”

Pengecualian ini berlaku untuk wanita hamil karena kafein dapat membahayakan perkembangan janin, orang yang rentan kafein karena bisa membuat mereka gelisah dan jantung berdetak cepat, dan mereka yang memang tidak suka kopi.

Untuk mereka, van Dam menyarankan minum air dan teh karena keduanya juga merupakan minuman yang sehat

 

Pecinta kopi pasti berbahagia mengetahui bahwa minuman favoritnya memiliki beberapa manfaat kesehatan.

Kita tahu bahwa kopi banyak mengandung antioksidan dan bahwa empat cangkir kopi, tanpa gula tentunya, dan  dapat mengurangi risiko kanker kulit melanoma hingga sebesar dua puluh persen.

Tapi, pernahkah Anda bertanya, berapa jumlah maksimal kopi yang masih bisa disebut sehat untuk diminum setiap hari?

Atau dengan kata lain, berapa cangkir kopi seharikah yang disebut terlalu banyak dan bisa membahayakan kesehatan?

Jumlah ini dapat sedikit meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kata sebuah penelitian di American Journal of Clinical Nutrition.

Tapi, mereka yang minum kurang dari jumlah ini tidak mengalami pengurangan risiko.

Penelitian lain menemukan bahwa wanita yang minum dua cangkir kopi sehari memiliki risiko gagal jantung sebelas persen lebih rendah dibandingkan mereka yang minum kurang dari dua cangkir.

Sementara mereka yang mengonsumsi dua sampai tiga cangkir sehari, mengalami penurunan risiko meninggal karena penyakit jantung sebesar 25 persen dan 18 persen lebih rendah dari kemungkinan meninggal dunia karena sebab lain-lain, demikian menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Annals of internal Medicine.

Pengecualian berlaku untuk orang yang secara genetik memetabolisme kafein dengan lambat.

Bagi mereka, dua sampai tiga cangkir sehari dapat meningkatkan risiko serangan jantung sebesar tiga puluh enam persen.

Bahkan, mereka yang minum tiga sampai empat cangkir kopi perhari, memiliki risiko diabetes sekitar dua puluh lima persen lebih rendah dibandingkan yang minum kurang dari dua cangkir perhari

Tapi, jika Anda sudah memiliki diabetes, minum empat cangkir sehari dapat meningkatkan kadar gula darah sebanyak delapan persen dan ini bisa memerburuk gejala diabetes Anda, menurut studi lain yang dimuat dalam diabetes Journal.

Manfaat lainnya, tiga sampai lima cangkir sehari telah terbukti dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer hingga dua puluh persen dan menurunkan risiko kematian akibat kanker mulut sebesar empat puluh sembilan persen.

Perlu diingat, jenis kopi yang Anda minum juga sangat berpengaruh.

Sebagai contoh, kopi press brews Perancis mengandung cafestol, yang merupakan senyawa yang bisa meningkatkan kadar Kolesterol.

Ini menjelaskan mengapa penelitian menemukan, bahwa minum lima cangkir kopi

Perancis setiap hari dapat meningkatkan kadar lemak jahat di dalam tubuh sebesar enam sampai delapan persen.

Di sisi lain, lima cangkir kopi regular setiap hari dapat mengganggu keberhasilan pembuahan in vitro kira-kira sebesar lima puluh persen.

Selain itu, wanita yang mengonsumsi kafein sebanyak dua ratus enam puluh satu miligram per hari juga memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena demensia

“Kami tidak benar-benar terkejut dengan temuan ini, sebab bukti epidemiologi telah mengarah ke hasil yang sama,” kata Ira Driscoll, Ph.D., penulis utama studi dan profesor psikologi di University of Wisconsin, Milwaukee.

Penelitian sebelumnya menyimpulkan, bahwa konsumsi kopi telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, seperti pengurangan faktor risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2, serta menurunkan risiko kematian akibat kedua kondisi itu.

“Saya pikir temuan ini sangat menarik dan tentunya sesuai dengan literatur terakhir tentang efek positif dari kafein terhadap usia,” kata Michael A. Yassa, Ph.D., seorang profesor di departemen neurobiologi dan direktur Yassa Translational neurobiologi Lab di University of California, Irvine.

Dua tahun silam, Yassa dan rekan dari Johns Hopkins University juga mempelajari koneksi otak dan kafein dan menemukan, bahwa stimulan ini mampu meningkatkan memori setidaknya hingga dua puluh empat jam setelah dikonsumsi.

Komentar