Kolesterol Jahat? Awas Serangan Jantung

Penulis: Darmansyah

Selasa, 19 Mei 2015 | 22:39 WIB

Dibaca: 0 kali

Nyeri dada, serangan jantung dan stroke, itu berarti ada yang tidak beras dengan peningkatan kolesterol jahat dalam tubuh Anda.

Penyebabnya?

Ya, pasti pola makan salah dan kurang olahraga.

Tidak hanya serangan tiga penyakit di atas, masalah kolesterol jahat ini bisa pula menyebabkan penyakit komplikasi yang umum kita jumpai.

Dikutip “nuga” dari laman situs”Mayoclinic,” Selasa, 19 Mei 2015, kolesterol tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis atau akumulasi berbahaya kolesterol berwujud plak pada dinding arteri Anda.

Plak itu dapat mengurangi aliran darah melalui arteri, yang dapat menyebabkan tiga penyakit komplikasi seperti sakit dada, serangan jantung dan stroke

Jika arteri yang mensuplai jantung dengan darah atau sering disebut arteri koroner, yang terpengaruh, Anda mungkin mengalami nyeri dada atau angina dan gejala lain dari penyakit arteri koroner.

Bila plak pecah, gumpalan darah yang terbentuk tidak sempurna bisa menghalangi aliran darah dan masuk ke dalam arteri hilir.

Bahkan, jika aliran darah ke bagian jantung Anda berhenti, Anda akan memiliki serangan jantung.
Penyakit stroke hampir serupa dengan serangan jantung.

Bedanya, stroke dapat merusak semua sistem saraf pada tubuh, termasuk darah yang mengalir ke bagian otak Anda dapat terblokir membentuk gumpalan darah.

Gaya hidup sehat tak sehat menjadi penyebab utama semua risiko penyakit tidak menular Umumnya, mereka juga lebih sering terkena kolesterol tinggi berbahaya.

Jika ingin tahu lebih lanjut, ada lima faktor risiko utama pemicu kolesterol dalam tubuh kita, sebagaimana.

Pertama karena merokok.Rokok dapat merusak dinding pembuluh darah Anda, sehingga lemak Anda cenderung menumpuk. Selain itu, merokok juga dapat menurunkan tingkat HDL atau kolesterol baik dalam tubuh.

Selain itu obesitas.Seseorang yang memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih besar dapat mengundang risiko kolesterol tinggi.

Begitu pula dengan lingkar pinggang besar pada wanita dan pria juga memicu masalah itu.

Juga pola makan yang buruk Makanan tinggi kolesterol, seperti daging merah dan susu penuh lemak produk, akan meningkatkan total kolesterol.

Begitu pula dengan asupan lemak jenuh, yang ditemukan dalam produk hewani dan lemak trans, seperti yang ditemukan di beberapa cookies panggang atau kerupuk, juga dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda.

Olahraga juga dapat membantu meningkatkan HDL atau kolesterol baik. Sebaliknya, jika Anda jarang sekali olahraga dapat menurunkan LDL atau kolesterol buruk yang menyebabkan penyakit tidak menular.

Gula darah tinggi memberikan kontribusi untuk kolesterol LDL tinggi dan kolesterol HDL rendah. Gula darah tinggi juga merusak lapisan arteri Anda secara perlahan-lahan.

Kolesterol selalu dikenal jahat dan memicu penyakit tidak menular. Jika ingin tahu lebih jelas, simak arti kolesterol.

Kolesterol adalah zat lilin yang terbuat dari lemak, atau juga disebut sebagai sterol. Namun kolesterol merupakan lemak yang tidak larut dalam darah, karena tertutup partikel yang disebut lipoprotein.

Lemak dan protein dicampur bersama-sama dengan mudah dapat mencampur dalam darah. Tubuh kita sangat mudah memproduksi kolesterol jika terlalu banyak mengonsumsi asupan karbohidrat, protein dan lemak yang mengandung karbon.

Namun, bukan berarti Anda tak boleh sama sekali memilikinya, karena fungsi kolesterol juga sangat penting untuk pembuatan hormon seks, testosteron pada pria dan estrogen pada wanita.

Serta membantu melindungi lapisan luar sel untuk memproduksi asam empedu, asam penting yang diperlukan untuk mencerna lemak di dalam usus.

Terlebih, kolesterol juga sangat mudah didistribusikan ke semua sel tubuh. Bahkan, sebagian besar semua sel tubuh kita dapat menghasilkan kolesterol, termasuk hati, area organ vital seperti testis pada pria dan ovarium pada wanita.

Tubuh kita hanya boleh memproduksi kolesterol tidak boleh lebih dari 200mg/dl. Jika berlebihan, akan menimbulkan banyak penyakit tidak menular, berkaitan dengan hipertensi, kardiovaskular, dan masih banyak lainnya

timesofindia dan mayoclinic

Komentar