Ketika Tulang Digemeretakkan, Bahayakah?

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 Agustus 2016 | 15:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Tulang gemeretak?

Ya. Semua orang pernah mengalaminya ketika melakukan peregangan untuk meredekan pegal-pegal.

Cara sederhana  biasanya akan diikuti suara  gemeretak.

Bahkan banyak diantara mereka yang “kecanduan” untuk meregangkan tulang-tulang ini.

Apakah berbahaya?

Nah, sejauh ini, masih ada perbedaan pendapat soal peregangan tulang: apakah baik bagi tubuh, atau sebaliknya

Dr. Robert Szabo, dokter bedah tangan di UC Davis Medial Center sekaligus mantan petinggi American Society for Surgery of the Hand, melakukan penelitian mengenai peregangan tulang ini.

Ia tidak sendirian selama melakukan penelitian, melainkan ditandem koleganya, Dr. Robert Boutin.

Keduanya meneliti  kebiasaan menggemeretakkan persendian jemari tangan.

Penelitiannya cukup sederhana, mereka mengumpulkan beberapa orang yang gemar meregangkan jemari tangan untuk dijadikan responden.

Lalu, Szabo dan Boutin meminta mereka untuk melakukannya di bawah ultrasonografi.

Dengan begitu, kedua dokter bisa melihat secara langsung apa yang terjadi pada sendi jemari tangan responden saat menggemeretakkannya.

Saat mengamati empat ratus persendian jemari responden dengan menggunakan USG, para peneliti mendapati sesuatu yang mencolok: begitu sendi diregangkan, tiba-tiba timbul percikan serupa kilat.

Berdasarkan pengamatan mereka: saat Anda meregangkan jemari tangan, maka pada saat yang sama Anda memisahkan dua permukaan sendi.

Setelah itu, Szabo dan Boutin menelaah sendi jari tangan responden sebelum dan sesudah peregangan.

Keduanya membandingkan sendi tangan responden yang gemar dan yang tidak gemar melakukannya. Perbandingan itu dilihat dari kekuatan genggaman, juga pembengkakan tangan.

Rupanya hipotesis yang menyatakan bahwa peregangan tulang jari tangan tak baik dilakukan, adalah salah. Tidak ada masalah pada tangan yang diakibatkan oleh peregangan tulang tersebut. Bahkan kenyataannya, setelah seseorang melakukan itu, justru terjadi peningkatan ruang gerak pada tangan.

Penelitian yang belum diterbitkan ini telah dipresentasikan pada Desember tahun lalu di pertemuan Radiological Society of North America.

Lalu, apa yang menyebabkan beredarnya mitos bahwa peregangan persendian tulang jari itu tidak baik dilakukan?

“Semua orang tua mengatakan bahwa itu [meregangkan jemari tangan] buruk untuk Anda, tapi tidak ada satu pun yang tahu dari mana hal itu berasal,” ujar Dr. Greg Kawchuk, dokter spesialis di University of Alberta.

Berdasarkan studi yang ia lakukan tahun lalu, Kawchuk berujar bahwa alasan para orang tua melarang anak mereka melakukan peregangan jemari tangan sangat lah sederhana: mereka tidak tahan mendengar suara gemeretak yang dihasilkannya.

“Ini hanya pendapat pribadi saya,” katanya. “Tapi menurut saya, beberapa orang merasa terganggu sehingga mereka menciptakan mitos itu.”

Tapi, para orang tua tentu memiliki dasarnya sendiri.

Menurut hasil penelitian pada dua puluh enam tahun lalu, diketahui kebiasaan meregangkan sendi jemari tangan dianggap bisa melemahkan kekuatan cengkeraman tangan. Namun di penelitian Boutin dan Szabo, itu tak terbukti.

Kini, baik Boutin maupun Szabo, yakin bahwa pada masa yang akan datang, akan ada penelitian lain yang bisa jauh lebih akura

 

Komentar