Ketika Sperma Kemerahan, Lantas!!

Penulis: Darmansyah

Jumat, 5 Agustus 2016 | 15:40 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda salah seorang yang pernah mengalami kekhawatiran ketika tahu sperma berwarna kemerahan?

“Jangan panik,” tulis laman situs kesehatan terkenal “menshealth,” Jumat 05 Agustus 2016.

Jangan panik?

Lantas, sperma atau air mani yang  kemerahan setelah ejakulasi belum tentu sesuatu hal yang serius.

“Dalam beberapa kasus demikian,” lanjut tulisan di “menshealth.”

Seperti juga diungkapkan  associate professor bidang urologi di University of Wisconsin School of Medicine and Public Health, David R. Paolone, M.D, kondisi ini disebut sperma berwarna kemerahan atau  hematospermia  akan berhenti cepat dengan sendirinya.

Namun, bila Anda ingin memeriksakan masalah ini ke dokter, maka Anda akan diminta untuk melakukan uji urine, pemeriksaan alat kelamin dan organ kemih, melakukan pemeriksaan colok dubur serta memeriksa tekanan darah.

Hal ini dapat membantu dokter menentukan penyebab kemerahan pada sperma.

“Pria mungkin mengalami darah dalam sperma jika mereka memiliki infeksi atau peradangan pada vesikula seminalis, prostat, atau uretra,” katanya

Penyebab lainnya mungkin dikarenakan batu prostat, atau tekanan darah tinggi walaupun dokter tidak yakin mengapa hipertensi bisa menimbulkan darah dalam air mani.

“Mungkin karena saat tekanan darah meningkat, menyebabkan pembuluh halus di prostat dan vesikula seminalis pecah.”

Jika darah dalam sperma Anda hilang dengan cepat, dan evaluasi awal dengan dokter tidak ada yang abnormal, maka Anda tidak perlu khawatir.

Tetapi jika Anda terus melihat ada kemerahan dalam sperma selama lebih dari dua bulan, atau setelah ejakulasi lebih dari 10 kali, mungkin ini menunjukkan sesuatu yang lebih serius.

Dalam hal ini, dokter akan merekomendasikan pengujian tambahan, seperti ultrasonografi transrectal, MRI panggul, dan cystourethroscopy  yang juga  dikenal sebagai cystoscopy a, pemeriksaan visual dari saluran kemih bagian bawah.

Hal ini dapat membantu dokter menentukan apakah ada massa atau tumor yang menyebabkan pendarahan.

Meski jarang terjadi, darah dalam sperma dapat menunjukkan kanker di saluran urogenital Anda, yang meliputi kandung kemih, prostat, uretra, penis, dan testis.

Bahkan, pria di atas lima puluh tahun yang melihat darah di air mani mereka juga harus mempertimbangkan untuk mengambil tes Prostat Spesifik Antigen  untuk mengevaluasi risiko kanker prostat.

Satu catatan penting, orang muda cenderung sulit membedakan darah dalam sperma atau darah dalam urine atau disebut gross hematuria.

Sebab bila darah ada dalam urine, ini kondisi serius dan Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Selain masalah sperma yang berwarna kemerahan,  penelitian terbaru juga menemukan menemukan adanya hubungan antara jumlah sperma dan risiko enyakit yang bisa dialami seorang pria.

Seperti  ditulis laman situs “today,” di hari yang sama,   temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility itu  menunjukkan bahwa pria yang memiliki masalah kesuburan berisiko mengalami iritasi kulit hingga sakit jantung.

Tidak jelas apakah gaya hidup tertentu atau faktor lingkungan mempengaruhi.

Namun, ahli urologi dan Direktur urusan reproduksi pria di Stanford University mengatakan, ada peran genetik.

“Sekitar ;ima belas persen dari sejumlah pasangan memiliki masalah kesuburan, setengah kasus diantaranya mengalami masalah kekurangan sperma. Ini adalah peringatan, bermasalah dengan reproduksi bisa berarti masalah dengan kesehatan secara keseluruhan,” katanya.

Tim meneliti mengaku, mereka melibatkan lebih dari sembilan ribuan pria yang memberikan sampel sperma selama pengobatan di klinik. Kebanyakan dari mereka adalah pasangan yang baru menikah dan berusia dua puluh tahun-an.

Hasilnya, empat p[uluh empat persen laki-laki memiliki masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi atau penyakit arteri yang menyebabkan penyakit jantung dan stroke .

“Kesehatan seorang pria sangat berkorelasi dengan kualitas air mani. Oleh sebab itu, kita perlu memandang masalah ini lebih luas.”

“ Selain kebiasaan merokok, minum alkohol dan pola makan yang buruk juga dapat merusak DNA. Beberapa studi juga menunjukkan pria yang tidak cukup tidur bisa menurukan kualitas sperma,” ujarnya.

Komentar