Ketika Olahraga Mencegah Kematian Dini

Penulis: Darmansyah

Senin, 16 Januari 2017 | 08:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua peneliti Australia, mengungkapkan kekurangan olahraga selain bisa meningkatkan risiko penyakit Alzheimer juga dapat menjadi “pembunuh”  Anda lebih dini.

Sedangkan risiko berbahaya lainnya juga bisa terjadi termasuk  stroke, diabetes tipe dua, dan serangan jantung.

Para ahli percaya, menjadi orang yang tidak aktif dan malas adalah pembunuh kedua setelah merokok sebagai prediktor kematian dini.

Tanpa berolahraga, tubuh akan mudah mengalami tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi.

Karena alasan inilah, dua peneliti Australia telah menyusun berbagai studi sebelumnya untuk menyoroti risiko yang tepat dari bahaya tidak berolahraga.

Ditulis  laman Daily Mail, belakangan banyak orang lebih memilih untuk menonton serial favorit di saluran TV kabel ketimbang jogging.

Hal ini pun diyakini para peneliti bisa meningkatkan risiko mengembangkan penyakit Alzheimer

“Dan, jangan lupa, tidak berolahraga juga bisa mengalami peningkatan risiko paru-paru, payudara, liver, lambung, kandung kemih dan kanker pankreas,” kata Profesor Tim Olds dan Dr Carol Maher dari University of South Australia.

Tapi bukan hanya tidak berdampak pada kesehatan fisik, penelitian sebelumnya telah menemukan orang dewasa yang tidak berolahraga,  lebih mungkin mengalami depresi.

Berolahraga memang seharusnya dilakukan setiap hari. Hal itu akan membuat tubuh lebih bugar dan menjauhkan diri dari penyakit.

Namun, di era modern yang menuntut lebih banyak waktu melakukan pekerjaan di hari kerja, maka waktu olahraga tak pelak bergeser di akhir pekan.

Pada dasarnya, manusia membutuhkan waktu olahraga ideal total selama 150 menit per minggunya, jika dilakukan secara moderat.

Bila olahraga dilakukan dengan intensitas tinggi, maka total waktu yang dibutuhkan per minggunya adalah tujuh puluh lima menit.

Tapi, periset tidak menyebutkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berolahraga setiap harinya, apakah olahraga seharusnya dilakukan setiap hari, atau dilakukan dalam satu waktu saja.

Imbasnya, setiap orang punya jadwal olahraga yang berbeda yang disesuaikan dengan rutinitas harian mereka. Ada yang berolahraga setiap hari, ada juga yang hanya berolahraga di akhir pekan.

Di sisi lain, menurut studi yang diterbitkan di jurnal American Medical Association dikenal dengan JAMA, olahraga di akhir pekan ternyata punya manfaat yang sama dengan olahraga yang dilakukan setiap hari.

Mengutip AFP, hasil penelitian University of Sydney tersebut menunjukkan bahwa baik mereka yang berolahraga setiap hari, atau hanya berolahraga di akhir pekan, sukses menurunkan risiko kematian dini hingga tiga puluh  persen.

Studi tersebut dilakukan terhadap enam puluh empat ribu responden selama sembilan  tahun.

Responsen dibagi menjadi empat kelompok, yakni tidak pernah berolahraga, kadang-kadang berolahraga, hanya berolahraga di akhir pekan dan berolahraga setiap hari.

Dari hasil penelitian, diketahui bahwa tiga kelompok yang berolahraga, punya tingkat kebugaran yang lebih tinggi dibanding yang tidak sama sekali.

Olahraga, meskipun tidak dilakukan secara rutin, mampu menurunkan risiko kematian dini.

Adapun risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular empat puluh persen lebih rendah, sementara risiko kematian akibat kanker, delapan belas persen lebih rendah, pada mereka yang hanya berolahraga di akhir pekan, dibanding dengan yang tidak berolahraga sama sekali.

Angka serupa juga ditemukan pada mereka yang kadang-kadang berolahraga ataupun yang setiap hari berolahraga.

“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa olahraga, meskipun jarang dilakukan, punya manfaat besar terhadap kesehatan.”

“ Berolahraga hanay sekali seminggu atau hanya di akhir pekan, bisa menurunkan risiko kematian dini akibat penyakit pembuluh darah maupun kanker,” papar kepala peneliti Emmanuel Stamatakis dari University of Sydney.

Adapun dari studi tersebut juga diketahui pria lebih sering berolahraga dibanding wanita, yakni sebanyak tiga ratus menit per minggunya.

Pria juga lebih banyak melakukan olahraga di akhir pekan, sementara wanita melakukan olahraga reguler dibarengi kegiatan lain, seperti berkebun atau berjalan-jalan.

Olahraga bermanfaat bagi kesehatan dengan menurunkan kadar kolesterol, mengontrol berat badan, meningkatkan kualitas tidur, serta menurunkan risiko penyakit jantung, kanker dan diabetes.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga atau latihan fisik merupakan salah satu cara yang yang paling efektif untuk menghambat penuaan.

Tak ada jeleknya olahraga asalkan dilakukan secara proporsional, dan akan memberikan banyak manfaat umum lain seperti membantu menurunkan berat badan, membantu tidur yang lebih baik, terlihat segar, cantik, fit, lebih berpenampilan menarik dan masih banyak lagi.

Untuk itu, luangkan sedikit waktu Anda, agar tubuh Anda mengucapkan banyak terimakasih atas apa yang anda lakukan buatnya

Meskipun hal ini tampaknya sudah bukan rahasia lagi, bahwa olahraga baik untuk Anda. Dan sebuah penelitian terbaru telah menemukan bawa latihan benar-benar bisa memperlambat penuaan.

Para peneliti di McMaster University Kanada menemukan bahwa latihan ketahanan menghambat proses penuaan pada tikus walaupun mereka sudah direkayasa supaya lebih cepat tua.

Setelah beberapa bulan diberikan latihan treadmill secara rutin, tikus-tikus ini ternyata tetap muda sebagaimana tikus yang normal yang tidak direkayasa.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa hal ini mencegah penuaan dini pada hampir semua organ tikus percobaan.

Dalam beberapa kasus, organ bahkan menjadi lebih baik dengan latihan.

Secara keseluruhan penelitian mencatat bahwa latihan rutin memberikan perlindungan yang hampir sempurna terhadap semua otot dan atrofi otak, bahkan berubannya rambut.

Komentar