Ketika Kuning Telur Telanjur “Haram”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 10 Juni 2016 | 09:18 WIB

Dibaca: 0 kali

-“Kuning telur?”

+“Ah, nggaklah. Kolesterol!”

Itulah dialog yang umum kita dengar ketika hidangan telur di sajikan dan banyak di antara kita menyingkirkan bagian yang kuningnya.

Apakah betul kuning telur mengandung kuning telur untuk kemudian berdampak pada kesehatan jantung?

Paling tidak itulah  upaya kita  untuk memangkas kadar Kolesterol darah dan mengupayakan lewat  diet, seperti menghindari konsumsi telur utuh.

Apakah perlu langkah sedrastis itu untuk  memusuhi kuning telur?

Nah, kata Donald K. Layman, Ph.D., profesor ilmu makanan dan nutrisi di University of Illinois, dengan sinis menulis dalam jurnal terbarunya,”menghindari kuning telur hampir tidak relevan jika Anda mengharapkan kadar Kolesterol darah yang sehat dan kesehatan jantung.

“Bahkan, setelah melakukan studi, kurang dari setengah responden yang memiliki penyakit jantung yang dinyatakan memiliki kadar Kolesterol tinggi. Sehingga, Kolesterol tinggi bukan patokan yang bisa memprediksi penyakit jantung.”

Jawaban lainnya datang dari Patricia Vassallo, M.D., ahli jantung di Rumah Sakit Northwestern Memorial  yang mengatakan, “Untuk meningkatkan kadar Kolesterol baik dalam darah secara alami, Anda harus berhenti mengonsumsi lemak trans.”

“ Makan lebih banyak makanan dengan kandungan asam lemak omega-3 dan juga serat, seperti buah dan sayur. Sehingga, Anda tak perlu bermusuhan dengan kuning telur.”

Telur merupakan sumber protein nomor “one’ yang mudah diserap, yang berarti bahwa tubuh Anda dapat menyerap dan menggunakan protein telur lebih baik, ketimbang dari makanan lain.

Seluruh telur akan menyumbangkan sekitar enam sampai tujuh gram protein, tergantung pada ukuran.

Sementara itu, penelitian dari University of Surrey di Inggris menunjukkan bahwa kuning telur kaya akan fosfor, zinc, vitamin B, kolin, dan antioksidan.

Bila dikombinasikan dengan putih telur, maka nutrisi yang didapatkan tubuh menjadi lebih baik, mulai dari membantu mengurangi inflamasi, penurunan berat badan lebih mudah, lebih banyak otot, dan kecerdasan otak.

Bahkan, dalam sebuah studi tahun lalu yang diterbitkan American Heart Journal, orang yang sudah memiliki penyakit arteri koroner, makan telur utuh dua buah sehari masih baik-baik saja.

Sementara itu, laman situs “menshealth,” Jumat, 10 Juni 2016, menulis, kandungan protein dalam telur sangat penting bagi kesehatan kita.

Mmemang para ahli sebelumnyai merekomendasikan pembatasan konsumsi telur.

Misalnya, maksimal satu biji setiap hari.

American Heart Association  rekomendasi ini untuk mengonsumsi satu telur sehari.

Ilmuwan menemukan asupan tinggi Kolesterol dari telur tidak berdampak pada kesehatan jantung

Menurut mereka, mengonsumsi setara dengan satu butir telur setiap hari tidak meningkatkan risiko serangan jantung.

Oleh karena itu, makanan tinggi Kolesterol seharusnya tidak dihubung-hubungkan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penemuan ini bahkan juga berlaku untuk mereka yang secara genetika lebih mudah kena penyakit jantung gara-gara Kolesterol dari makanan yang memengaruhi metabolisme mereka.

Bagi sebagian besar orang, Kolesterol dari makanan hanya berdampak kecil pada serum Kolesterol, zat yang disebut Kolesterol di dalam pembuluh darah.

Tambahan lagi, hanya sedikit studi yang membuktikan asupan Kolesterol dari makanan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Itulah sebabnya di seluruh dunia banyak ahli gizi tidak lagi membatasi jumlah Kolesterol makanan yang boleh diasup.

Namun ada manusia tertentu pembawa apolipoprotein E-type3 allele-APOE4 yang memengaruhi metabolisme protein.

Bagi pembawa APOE4, Kolesterol dari makanan berdampak besar terhadap serum Kolesterol dalam darah. Demikian kata peneliti dari University of Eastern Finland.

Fenotip APOE4 terdapat di Finlandia dan dimiliki oleh orang-orang keturunan Finlandia. Hampir sepertiga dari populasi Finlandia membawa fenotip tersebut.

Hingga saat ini data kaitan antara diet tinggi Kolesterol dan risiko penyakit jantung pada pembawa fenotip itu masih belum ada. Para ilmuwan mulai mencari efek Kolesterol dari makanan terhadap pembawa APOE4.

Tak ada seorang pria dalam studi itu yang memiliki diagnosis penyakit kardiovaskular yang terjadi pada penelitian yang berlangsung selama lima tahun

Mereka juga mengonsumsi rata-rata satu butir telur sehari.

Oleh karena itu studi menemukan diet tinggi Kolesterol tidak ada hubungannya dengan risiko kejadian penyakit jantung koroner. Penemuan ini diaplikasikan untuk seluruh populasi, termasuk pembawa APOE4.

Konsumsi telur, makanan kaya Kolesterol juga tak ada hubungannya dengan penyakit jantung. Studi menemukan juga telur tidak menebalkan dinding arteri pembuluh darah.

Para peneliti menegaskan karena studi difokuskan pada mereka yang makan telur, bukan makanan kaya Kolesterol lainnya, penemuan ini tidak dapat digeneralisasikan dengan makanan lain.

Komentar