Ketika “Fitnes” Pokemon Dipertanyakan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 16 Desember 2016 | 09:00 WIB

Dibaca: 0 kali

Ketika fitnes Pokemon dipertanyakan efektifitasnya, sebuah  penelitian terbaru dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menyimpulkan langkah dan pergerakan aktif  yang diambil pemain maupun non-pemain Pokemon Go hanya bersifat sementara

Sebelumnya, saat Nintendo meluncurkan Pokemon Go, pada Juli 2016, publik menyambutnya dengan antusias dan game yang satu ini sukses memaksa si pemain untuk lebih aktif bergerak.

Sementara game era sebelumnya dianggap tidak sehat lantaran memaksa si pemain ‘membatu’ di depan layar gadget maupun televisi.

Berjam-jam, bahkan seolah tak kenal waktu.

Guna menentukan seberapa besar pengaruh aplikasi modern tersebut, para peneliti mencermati langkah seribuan pengguna selama beberapa minggu.

Para peneliti membandingkan statistik pemain Pokemon Go dan non-pemain.

Pada minggu pertama, ada peningkatan aktivitas yang signifikan dibanding langkah sehari-hari.

“Ini benar-benar temuan yang pasti,” kata Katherine Howe, penulis hasil penelitian yang dimuat British Medical Journals edisi Natal dan dilansir Pop Science. “Itu separuh lebih banyak dari rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia—WHO.”

Namun peningkatan langkah ini masih jauh lebih sedikit dibanding para pengguna alat lain, macam Fitbit. Para peneliti menemukan, para pengguna Fitbit mengambil sekurangnya 2.500 langkah.

Setidaknya, mereka mengambil lebih banyak langkah dan terus bertambah setiap hari. Tak heran bila setelah minggu pertama, perbedaan antara pemain Pokemon Go dan non-pemain makin meruncing.

Non-pemain ternyata mengumpulkan langkah sebanyak atau bahkan lebih banyak dari pemain Pokemon Go.

Namun, penelitian ini tidak membahas lebih jauh soal manfaat mental, emosional dan sosial dari berkegiatan di luar ruang. Sekalipun diakui Howe, para peneliti akan dengan senang hati melakukannya.

Yang jelas, Pokemon bukan jalan keluar untuk mengentaskan krisis obesitas global. Sekalipun game yang satu ini tetap menyenangkan.

Pokemon Go merupakan game berbasis teknologi augmented reality

Yang membuat permainan ini terlihat berbeda adalah penggunaan layanan lokasi dan kamera ponsel jadi saat gamer berjalan, avatar di dalam game pun melakukan hal yang sama.

Nantinya para pemain dapat menciptakan avatar untuk menangkap, melatih hingga menandingkannya dengan karakter Pokemon lain yang ada di dalam game.

Selain itu permainan ini dapat membuat para pemain seolah-olah bisa menangkap pokemon yang muncul di dunia nyata.

Kalau Pokemon berada di dekat pemain, maka ponsel akan bergetar lalu Pokemon akan muncul di peta.

Jika pemain menyentuhnya, maka aplikasi akan berubah menjadi mode kamera. Nah, saat karakter Pokemon muncul dapat ditangkap dengan bola yang dinamakan Pokeballs. Asyik kan?

Pokemon Go sangat berbeda dengan berbagai bermain game online pada umumnya. Jika game online kerap membuat orang jadi malas gerak, tidak demikian dengan Pokemon Go.

Saat bermain game ini, para pemainnya harus bergerak.

Karena itulah Ahli kesehatan yang berbasis di Sydney dan pendiri Uppy, Laura Moore mengatakan kalau permainan online yang satu ini bagus.

Bahkan Laura pun tak segan untuk memuji konsep permainan Pokemon Go.

Selain menyuguhkan permainan yang menyenangkan, Pokemon Go membuat orang menjadi aktif bergerak.

Hal ini tersebut juga terjadi pada saudara laki-lakinya. Dulunya saudara Laura merupakan orang yang tidak banyak olahraga.

Namun berkat Pokemon Go, hal tersebut mulai berubah. Ia enjadi lebih aktif berjalan-jalan.

Untuk memainkannya, gamer diberikan tugas memburu atau menemukan Pokemon ‘liar’ sebanyak mungkin, di tempat-tempat yang tak terduga.

Menggunakan GPS, game akan memberi informasi di daerah mana saja monster-monster Pokemon berada.

Begitu menemukan monster, pengguna harus menangkapnya dengan melemparkan Poke Balls; bola virtual ke arah monster tersebut.

Setelah tertangkap dan masuk ke dalam bola, maka monster Pokemon jadi milik Anda.

Esensi dari permainan ini adalah, gamer harus terus bergerak untuk mengetahui keberadaan Pokemon dan menangkapnya.

Pokemon bisa berada di lingkungan sekitar Anda baik itu perkantoran, jalanan, toko, toilet, bahkan daerah-daerah tertentu yang tidak terduga.

Menariknya lagi, pengguna bisa mendapatkan ‘egg’ atau telur yang bisa menetas setelah berjalan kaki

Begitu menetas, akan keluar monster yang akan menjadi milik Anda.

Tidak jarang untuk mendapatkan monster Pokemon terbaik, para gamer harus ‘berburu’ ke tempat-tempat yang jauh.

Secara fisik, mereka harus berjalan bahkan ada beberapa yang mengejar monster dengan bersepeda. Secara tidak sadar, aplikasi ini sebenarnya menggiring para gamer untuk lebih banyak beraktivitas fisik dengan cara yang lebih menyenangkan.

Meskipun ada manfaatnya, tak dimungkiri permainan ini juga berpotensi membahayakan.

Akibat terlalu serius memandang layar smartphone untuk mencari Pokemon, pengguna bisa saja tidak memerhatikan keadaan sekitar sehingga mungkin bisa terjatuh atau mengalami cedera.

Tidak disarankan juga berburu Pokemon sambil menyetir karena berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Oleh karena itu mainkanlah game ini dengan bijak. Tetap waspada dan perhatikan arah Anda berjalan.

Komentar