Ketika Biji Semangka Jadi Camilan Sehat

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Agustus 2016 | 14:53 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda masih ingat ketika masih kecil “lelucon,” konyol,”jangan makan biji buah, diai bisa tumbuh di perut.”

Ya. Lelucon itu akrab ditelinga anak-anak.

Tahu akibatnya?

Banyak anak yang keder ketika mereka tahu tertelan biji buah tersebut.

Nah, ketika  beranjak dewasa, Anda pasti tahu bahwa biji semangka dan biji buah-buahan lain yang masuk ke dalam tubuh tak akan tumbuh.

Tahu dampaknya?

Ketika menginjak dewasa  Anda i enggan memakan biji semangka  karena teksturnya yang keras dan rasanya yang pahit. Selain itu, Anda juga pasti tahu kalau biji buah ini dipergunakan sebagai benih vegetatif agar menjadi tanaman.

Seperti ditulis laman “insider,” Rabu, 03 Agustus 2016,  kenyataannya sekarang ini biji semangka merupakan  satu bagian paling sehat dari semangka.

Selain itu, biji semangka dianggap juga menjadi salah satu camilan yang paling sehat, dan  alih-alih membuangnya, biji semangka ini bisa dikumpulkan untuk diasup.

Meski kecil ukurannya, namun manfaat biji semangka tak bisa dianggap remeh.

Seperti banyak biji dan kacang-kacangan, biji semangka memiliki protein dan nutrisi. Kandungannya bisa mencapai sepuluh gram per ons.

Kabar yang lebih mengejutkan, biji semangka ini dianggap lebih sehat dari almond karena memiliki karbohidrat dan kalori yang lebih sedikit.

Menurut National Institute of Health, biji ini juga memiliki banyak kandungan magnesium. Magnesium di dalamnya membantu mengatur tekanan darah dan membantu metabolisme.

Bahan aktif tersebut juga kaya akan vitamin B.

Jangan cuma langsung menyantapnya dari semangka.

Sebaiknya tunggulah sampai biji sudah bertunas sedikit, kemudian dikupas, dan keringkan. Anda bisa menyantapnya sebagai camilan mentah, menambahkannya ke dalam yoghurt, granola, dan salad.

Biji ini juga bisa dipanggang dalam oven dengan tambahan garam dan minyak zaitun

Sebuah [enelitian lainnya dari semangka disebutkan  buah ini paling tak alami di dunia.

Bagaimana bisa?

Menurut seorang peneliti, James Kennedy, semangka adalah buah yang ditanam di tanah, kemudian dirawat dan dipanen seperti buah lain pada umumnya, dan  akan ‘berubah’ ketika ada di tangan manusia.

Perubahan signifikan ini membuatnya tak lagi jadi seperti buah asli.

Mengutip National Geographic, buah semangka berasal dari Afrika dan dulunya hanya berdiameter sekitar dua inci atau sekitar lima sentimeter. Selain itu, dulunya, semangka juga punya rasa yang sedikit pahit.

Sekarang ini dengan berkembangnya pengembangbiakan kreatif dan inovatif, semangka mulai berubah.

Tak seperti ‘pendahulunya’ semangka modern lebih mudah dibelah, manis dan memiliki daging buah yang merah segar.

Daging buah yang merah ini berhubungan dengan sejarah panjang persilangan dan rekayasa genetik serta seleksi buatan untuk mendapatkan semangka yang sempurna.

Daging buahnya, yang sebenarnya adalah plasenta semangka, dan jaringan yang mengelilingi biji, dalam buah modern ini kini mengandung banyak likopen  atau senyawa yang terkandung dalam tomat dan anggur merah.

Semangka saat ini, adalah buah yang mengandung likopen tertinggi, yaitu empat puluh persen likopen per ons.

Bahkan likopennya lebih tinggi daripada tomat.

Semangka mulai menjadi buah tak alami sejak abad kedua puluh.

Hal ini dimulai dengan diperkenalkannya semangka tanpa biji. Semangka tanpa biji ini disebabkan oleh colchicine, senyawa kinia dari crocuses yang menyebabkan pengandaan kromosom.

Semangka tanpa biji termasuk semangka dengan kromosom triploid (tiga set kromosom).

Semangka tanpa biji memang banyak disukai, khususnya anak-anak. Namun beberapa penelitian mengungkapkan bahwa ada banyak nutrisi yang terkandung di dalam biji semangka.

Biji semangka terasa seperti biji bunga matahari dan memiliki kandungan protein, vitamin B, magnesium, dan lemak baik yang bisa menurunkan kolesterol dan penyakit kardiovaskular.

Komentar