Kesuburan Wanita Sering Disalahpahami

Penulis: Darmansyah

Kamis, 6 Desember 2018 | 11:00 WIB

Dibaca: 1 kali

Bagi pasangan yang ingin memiliki anak, kesuburan adalah hal terpenting yang perlu diperhatikan. Namun, masih banyak beredar hal-hal mengenai kesuburan wanita yang belum tentu benar.

Banyak orang yang menganggap wanitalah yang paling banyak memiliki masalah kesuburan. Padahal, pria juga bisa jadi penyebab pasangan tidak subur.

Apalagi mitos yang harus dibongkar seputar kesuburan wanita? Cek fakta-faktanya di bawah ini, yuk!

Secara keseluruhan, memiliki kesehatan yang baik tidak selalu menjadi pertanda bahwa Anda subur.

Olahraga teratur, melakukan pola makan sehat, serta memiliki kolesterol dan tingkat tekanan darah yang normal itu baik.

Namun, itu tidak berarti Anda dijamin subur.

Satu dari sepuluhpasangan usia subur yang sehat bisa mengalami masalah kesuburan. Penyebabnya macam-macam. Faktor terbesar yang memengaruhi kesuburan adalah sesuatu yang tidak dapat dikendalikan, seperti usia.

Hal ini diutarakan oleh dr. Sam Thatcher, seorang ahli endokrinologi reproduksi di Center for Applied Reproductive Science di Tennessee, Amerika Serikat.

Pada wanita sehat, puncak kesuburannya berada di pertengahan usia dua puluhan, mulai menurun pada usia dua puluh tujuh tahun, kemudian semakin turun di usia tiga puluh tujuh tahun.

Jika Anda berusia di pertengahan tiga puluhan atau lebih dan sedang mencoba untuk hamil, usahanya harus ekstra. Anda perlu mencari tahu kapan waktu Anda ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur) dan bercinta di waktu yang tepat.

Kesuburan wanita jauh lebih sering dipertanyakan jika sepasang suami istri tidak kunjung mendapat momongan. Padahal, ketidaksuburan bisa datang dari pihak istri maupun suami.

Bahkan, penyebab infertilitas (tidak subur) bisa berlipat ganda. Maksudnya, baik istri maupun suami dua-duanya memiliki masalah kesuburan. Ini sering disebut dengan infertilitas faktor campuran.

Jika Anda mencoba untuk hamil, Anda mungkin berpikir untuk melakukan hubungan seks setiap hari dan saat ovulasi

Padahal tidak mesti seperti itu. Sperma dapat hidup di saluran reproduksi wanita hingga 3 hari setelah berhubungan seks. Hal yang terpenting adalah mengetahui kapan masa subur Anda.

Masa subur wanita adalah sekitar masa ovulasi yaitu antara  dua belas hingga empat belas hari sebelum waktu menstruasi berikutnya.

Umumnya masa subur wanita mulai terjadi pada hari kesepuluh hingga ketujuh belas setelah hari pertama haid terakhir, jika siklus menstruasi Anda berlangsung selama dua puluh delapan  hari.

Sementara masa paling subur wanita adalah lima  hari sebelum ovulasi dan pada hari Anda ovulasi.

Oleh karena itu, dr. Melisa Holmes, seorang dosen kebidanan dan ginekologi di Medical University of South Carolina di Amerika Serikat menyarankan untuk melakukan hubungan seksual  dua hari sebelum ovulasi. Seks di waktu tersebut adalah peluang besar untuk cepat hamil.

Namun, siklus menstruasi dan masa subur setiap wanita berbeda-beda, maka Anda harus menghitung masa subur Anda sendiri l

Jika tubuh Anda kekurangan gizi kronis, Anda tidak dapat menstruasi karena minimal dua puluh dua persen lemak tubuh diperlukan untuk ovulasi.

Tak cuma terlalu kurus, kelebihan berat badan juga dapat mengubah hormon dan menghambat ovulasi.

Berat badan tidak hanya berpotensi memengaruhi kesuburan, tetapi juga kesehatan kandungan.

Menurut March of Dimes, wanita hamil yang kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi dan diabetes.

Selain itu, wanita yang kelebihan berat badan lebih berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Komentar