Kesalahan Banyak Orang Olahraga Lari

Penulis: Darmansyah

Rabu, 23 Mei 2018 | 09:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman media “popsugar’s,” hari ini, Rabu, 23 Mei, menulis tentang kesalahan umum yang dilakukan banyak orang saat berlari

“Hal paling umum yang dilakukan para pelari adalah pada posisi tubuh bagian atas mereka, seperti bahu, lengan, dan perut bagian atas,” kata Mike seorang penliti.

Ya, posisi tubuh bagian atas memiliki peran penting terhadap efektivitas lari. Padahal, pada saat yang sama, faktor ini justru seringkali diabaikan saat kita berlari.

Mike menjelaskan, lari adalah tipe olahraga yang baik dan memerlukan keseimbangan antara tubuh yang kaku dan rileks.

Jika para pelari justru bersikap kaku pada saat seharusnya rileks, maka olahraga lari yang dilakukan menjadi tidak menyenangkan, atau bisa menimbulkan sakit.

Hal ini awalnya mungkin terdengar sedikit aneh.

Namun, semakin rileks lengan dan bahu saat berlari, akan semakin lama dan cepat kita berlari.

Mike mencatat, pada umumnya tubuh bagian atas akan memberi sinyal bagaimana bagian tubuh lainnya bereaksi saat berlari.

Itulah mengapa, tujuan utamanya adalah membuat orang-orang rileks saat berlari dengan bagian tubuh atas yang santai.

“Ini adalah cara holistik dari pendekatan dalam berlari yang akan akan membuat sesi kardiomu jauh lebih efektif,” kata dia.

Mike menjelaskan, ada dua komponen utama yang bisa membuat tubuh bagian atas rileks, yakni fisik dan mental.

Untuk komponen fisik, Mike menyarankan melakukan pemanasan terlebih dahulu untuk ‘menggabungkan’ bagian atas tubuh.

Sangat sederhana, cukup dengan jumping jack, kamu bisa sedikit merenggangkan tubuhmu.

Setelah itu, saat berlari cobalah berlari dengan ayunan lengan yang santai, di mana lengan berada dekat dengan tulang rusuk atau terdorong ke belakang.

Selain itu, jangan biasakan tangan terlalu banyak berada di sisi depan tubuh. Posisi itu menginsikasikan bahumu terlalu kaku dan lengan menempel pada dada.

Dari aspek mental, pelari mana pun akan menyampaikan bahwa pikiran adalah hambatan terbesar dalam berlari.

Untuk itu, Mike merekomendasikan agar kita mencoba selalu merelaksasi pikiran. Pikirkanlah hal-hal yang mampu membuat kita seolah terbang di awan atau rileks seperti air.

“Otak sangat berkaitan dengan leher, bahu, dan lengan.”

“Sehingga aku mencoba untuk mengajari orang membayangkan sesuatu yang menenangkan,” kata Mike.

Terakhir, ingatlah bahwa meskipun tubuh kita bekerja keras, bukan berarti seluruh tubuh juga harus ikut tegang.

Kamu mungkin akan terkejut dengan hasil yang diperoleh setelah mempelajari bahwa bagian atas tubuhmu memegang peran penting saat kamu berlari.

Melakukan olahraga lari setiap hari menyehatkan tubuh.

Tetapi, lari termasuk olahraga high impact dan melakukannya terlalu sering bisa memicu cidera pada tubuh.

Penelitian menyimpulkan, berlari lima hingga sepuluh menit dalam kecepatan sedang setiap hari, akan berdampak positif bagi tubuh.

Manfaatnya antara lain menurunkan risiko serangan jantung atau stroke, mengurangi risiko kanker, termasuk penyakit saraf seperti Alzheimer dan Parkinson.

Itu belum termasuk tubuh yang bugar, mood yang baik dan kualitas tidur meningkat.

Walau begitu, berlari setiap hari meningkatkan risiko cidera karena penggunaan berlebihan

Hal itu terjadi karena melakukan aktivitas fisik terlalu banyak, terlalu cepat, dan tidak membiarkan tubuh beradaptasi.

Overuse injury juga bisa terjadi karena sepatu lari yang sudah tidak layak atau pemakaian otot tertentu yang berlebihan.

Untuk menghindari dampak negatif lari, selalu gunakan sepatu lari yang tepat dan ganti sepatu secara berkala. Jangan langsung lari dalam jarak yang jauh, namun tambahlah secara bertahap.

Para ahli juga menyarankan untuk menggabungkan lari dengan latihan lain, seperti bersepeda, berenang, atau latihan beban.

Yang tidak kalah penting adalah selalu melakukan pemanasan sebelum berlari. Pada dasarnya berlari beberapa menit setiap hari sudah menyehatkan.

Tapi, menurut studi sebenarnya kita tidak perlu berlari setiap hari.

Para atlet lari elit pun mencoba menghindari cidera dengan membuat perencanaan latihan yang dikombinasi.

Misalnya jika hari ini sudah berlari, esok mereka akan berenang atau olahraga lainnya, agar otot-otot yang bekerja keras saat kita lari beristirahat.

Komentar