Panik Ketika Rambut Alami Kerontokan

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 Mei 2014 | 09:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang tak panik kalau mengalami rambut rontok yang mengarah ke “bo-lin,” botak licin. Dan wanita mana pula yang ingin rambutnya tinggal sejumput. Proses rambut rontok sering menimbulkan kepanikan sehingga kita mencoba berbagai jenis produk perawatan rambut.

Dan belum tentu upaya menghalangi kerontokan dengan produk perawatan itu mampu menahan lajunya rambut yang “gugur.” Mungkin saja kerontokan itu berasal dari asupan nutrisi yang kurang, terutama makanan yang mengandung zat besi.

Penelitian menunjukkan, orang yang mengalami kerontokan rambut memiliki cadangan zat besi lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang rambutnya sehat. Anemia juga terkait dengan kerontokan rambut.

Jika Anda seorang wanita dan sedang mengalami kerontokan rambut, penyakit atau kondisi medis bisa memicunya. Maka cepat-cepat kenali apa yang menyebabkan kerontokan rambut.

Jumlah wanita yang mengalami kerontokan rambut dan terancam kebotakan terus meningkat. Di Amerika Serikat saja diperkirakan tiga puluh jutaa wanita mengalami penipisan rambut.

Masalah kerontokan rambut kini juga banyak diderita wanita muda. Tetapi, apa sebenarnya yang menyebabkan mahkota wanita itu mudah tercabut dari akarnya? Berikut adalah beberapa penyebab dan kondisi medis yang

Kendati demikian, jangan sembarangan mengonsumsi suplemen zat besi. Menurut Iron Disorders Institute, kelebihan zat besi bisa bersifat toksik dan bisa memicu lebih banyak rambut rontok.

Zat besi adalah mineral dalam tubuh yang terutama ditemukan dalam hemoglobin, protein pembentuk sel darah merah dan membawa oksigen ke seluruh sel tubuh. Dokter akan mengetahui apakah kita menderita anemia atau tidak dengan mengecek kadar hemoglobin. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia.

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi, lebih disarankan mendapatkannya melalui makanan ketimbang suplemen. Zat besi yang kita butuhkan setiap hari sekitar delapan miligram untuk pria berusia di atas delapan belas tahun dan delapan belas miligram untuk wanita berusia di atasnya lagi.

Sedangkan pria dan wanita berusia di atas 50 tahun disarankan mengonsumsi delapan mg zat besi setiap hari.

Makanan sumber zat besi terbagi menjadi dua jenis, yakni zat besi heme dan zat besi non-heme. Zat besi heme ditemukan pada sumber hewani seperti daging, ayam, tuna, dan daging kalkun. Zat besi ini lebih gampang diserap tubuh.

Sementara itu zat besi non-heme ditemukan pada tanaman seperti kacang-kacangan, bayam, serta sereal yang difortifikasi. Vitamin C dan protein daging akan meningkatkan penyerapan kalsium ini.

Kerontokan rambut juga bisa terjadi akibat siklus pertumbuhannya yang tak seimbang. Biasanya, rambut tumbuh sekitar setengah inchi perbulan. Setiap rambut tumbuh dengan fase berbeda yang berlangsung antara dua sampai enam tahun.

Fase ini termasuk periode tumbuh dan istirahat sebelum rontok dan folikel rambut menumbuhkan untaian rambut baru.

Tetapi ada sebagian wanita yang memiliki faktor genetik sehingga mereka lebih rentan mengalami kerontokan rambut akibat proses pertumbuhan rambut tidak normal. Gangguan ini disebabkan karena hormon androgen.

Di banding pria, wanita lebih banyak mengalami kerontokan rambut, terutama akibat pemakaian obat-obatan. Beberapa jenis obat memiliki efek samping merontokkan rambut Faktor menopause merupakan pemicu kerontokan rambut yang paling sering dialami.

sumber : dailyglo dan Fitday

Komentar