Kenapa Kita Meninggalkan Minyak Kelapa?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 September 2014 | 09:38 WIB

Dibaca: 1 kali

Minyak kelapa. Ya. Situs terkenal “huffingtonpost.com” mempertanyakan kembali, kenapa kita harus meninggalkan minyak kelapa? Bahkan media Inggris “Daily Mail” dalam situs online-nya, juga menggelitik kita tentang sehatnya memakai minyak kelapa untuk memasak.

Ya. Sekali lagi minyak kelapa. Minyak kelapa sebenarnya sudah sejak lama dipakai oleh nenek moyang kita. Namun, semakin lama minyak kelapa ini semakin ditinggalkan, padahal fungsi minyak kelapa sangat beragam, mulai dari kecantikan hingga kesehatan.

Minyak kelapa diyakini para ahli mengandung ssam lauric, lemak jenuh yang dominan ada dalam minyak kelapa, adalah asam lemak rantai menengah. Tubuh memakai asam ini secara berbeda dibanding asam rantai panjang yang ada dalam makanan berlemak.

Asam lemak rantai menengah diproses oleh hati dan diubah menjadi energi oleh sel tubuh. Itu sebabnya asam lemak ini dapat membantu penurunan berat badan.
Berdasarkan penelitian di berbagai lembaga terkenal minyak kelapa bisa meningkatkan kolesterol baik.

Jika Anda khawatir dengan kadar kolesterol, konsumsi minyak kelapa dapat meningkatkan kolestrol baik dan juga kolestrol jahat dalam tubuh. Meskipun sama-sama naik, bukti menunjukkan bahwa minyak kelapa membawa manfaat baik terhadap lemak tak jenuh.

Selain itu minyak kepala bermanfaat sebagai antimikroba dan antioksidan. Minyak kelapa memiliki kandungan untuk memberantas serangga.

Meskipun riset terhadap hal ini masih minim, minyak kelapa ternyata juga mampu melawan virus, bakteri, atau infeksi jamur tertentu seperti flu, bronktis, jerawat, dan sebagainya. Selain itu, minyak kelapa murni mengandung senyawa fenolik sebagai antioksidan.

Sebagai mana lazimnya minyak kelapa dipergunakan sebagai bahan untuk memasak.

Minyak kelapa cocok untuk memasak karena rasa yang lebih lembut dan stabil saat dimasak. Banyak masakan yang cocok dimasak dengan minyak kelapa, terutama pembuatan roti dan masakan tumis yang tidak terlalu panas. Minyak kelapa juga populer digunakan untuk memasak kari atau masakan lain yang butuh aroma tropis.

Manfaat lain dari minyak kelapa adalah untuk perawatan kulit. Minyak kelapa sangat efektif untuk membersihkan riasan wajah. Selain itu, minyak ini cocok dipakai sebagai pelembap kulit terutama di cuaca dingin saat kulit mudah kering dan pecah.

Namun, karena kandungan asam lauric yang tinggi, sebaiknya Anda memilih minyak kelapa murni,virgin coconut oil, untuk menggantikan lemak jenuh seperti mentega dan lemak trans.

Perlu diingat bahwa minyak kelapa tetap adalah lemak, dan hindari konsumsi berlebihan.

Sebuah penelitian terbaru juga merilis kalau minyak kelapa bisa melindungi kesehatan gigi. Bahan aktif dalam minyak kelapa diketahui mampu melawan bakteri penyebab gigi berlubang.

Gigi berlubang terjadi karena beberapa faktor, yaitu pertumbuhan bakteri, gula dalam makanan, dan permukaan gigi yang rentan. Bakteri Streptokokus mutan (bakteri yang menjadikan gula di mulut sebagai makanannya) akan mengubah gula yang menempel menjadi asam.

Nah, ketika minyak kelapa bersenyawa dengan enzim pencernaan bersenyawa, akan dihasilkan pembunuh bakteri yang kuat. Karena itu para ahli kini berusaha mengembangkan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung kelapa sebagai bahan aktifnya.

“Menggabungkan enzim minyak kelapa yang dimodifikasi menjadi produk perawatan gigi merupakan hal menarik sebagai alternatif zat kimia tambahan. Apalagi karena enzim tersebut bekerja dalam konsentrasi yang rendah,” kata Dr.Damien Brady, dari Athlone Institute of Technology, Irlandia.

Ia menambahkan, hasil penelitian ini menjadi penting karena kini semakin banyak masalah bakteri yang kebal obat karena penggunaan antibiotik yang berlebihan.

Penelitian yang dilakukan Brady terinspriasi dari penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa sebagian susu yang dicerna membuat S.mutan lebih sedikit yang menempel ke enamel gigi. “Produksi pencernaan manusia ternyata menunjukkan aktivitas antimikroba,” katanya.

Hal itu juga menunjukkan bahwa koloni bakteri dalam permukaan sel saluran cerna bermanfaat untuk kesehatan usus.

sumber : www.huffingtonpost.com dan dailymail.co.uk

Komentar