Kembang Kol Bukan Sayuran “Biasa”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 16 Januari 2015 | 11:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Kembang kol jangan dilirik “sebelah” mata. Sayuran ini tidak sekadar cantik, menarik dan apes. Tapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan yang beragam.

Sebagai sayuran, bunga kol memiliki zat antioksidan untuk membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu mengurangi risiko stroke, kanker dan penyakit neurodegenerative.

Tidak hanya deretan manfaat diatas, bunga kol juga berguna untuk menjaga kesehatan tulang, otak, keseimbangan elektrolit, menjaga kadar kolesterol, dan mencegah gangguan terhadap kardiovaskular.

Kembang kol adalah sumber vitamin c, asam askorbat, folat, vitamin k, phylloquinone dan vitamin b-enam.

Bunga kol juga menyediakan mineral penting seperti kalsium, magnesium, fosfor, kalium dan mangan tanpa kolesterol berbahaya.

Ia merupakan sumber protein, dan dengan jumlah lemak jenuh yang sangat rendah, daripada lemak lemak tak jenuh dan asam omega-3 lemak esensial yang bermanfaat.

Kol juga mengandung serat dan mengandung gula alami lebih rendah, jika dibandingkan dengan anggota keluarga lain seperti brokoli

Kembang kol dapat membunuh sel-sel induk kanker, sehingga memperlambat pertumbuhan tumor.

Beberapa studi juga menemukan bahwa kombinasi kembang kol dengan kunyit, yang mengandung senyawa aktif kurkumin, dapat mencegah dan melawan kanker prostat.

Kembang kol mengandung kolin, yang dapat membantu perkembangan otak. Kembang kol juga dapat menyembuhkan penurunan daya ingat yang berkaitan dengan penuaan.

Kembang kol merupakan sumber serat yang baik untuk membantu kesehatan pencernaan. Penelitian juga telah menemukan bahwa, sulforaphane yang terbuat dari glukosinolat dalam kembang kol,glucoraphanin, dapat membantu melindungi jaringan lapisan perut.

Lagi-lagi, kandungan sulforaphane dalam kembang kol terbukti baik untuk kesehatan, dengan meningkatkan tekanan darah dan fungsi ginjal.

Seperti yang dikutip dari laman Healthmeup, kembang kol memiliki kandungan serat yang cukup tinggi sehingga baik untuk membantu melancarkan saluran pencernaan.

Selain itu kembang kol juga kaya akan kandungan glucoraphin atau sebuah enzim yang mampu melindungi lapisan lambung dan mengurangi risiko kanker, serta berbagai gangguan penyakit perut.

Kembang kol juga terdiri dari phyto-chemicals, seperti sulforaphane dan sterol seperti indole-3-carbinol. Zat ini dipercaya bisa membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker tersebut.

Kembang kol juga bisa mengurangi peradangan dan meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh, khususnya area prostat. Selain itu, kembang kol juga diperkaya dengan antioksidan yang membantu melawan radikal bebas penyebab kanker.

Rajin dan rutin mengonsumsi kembang kol juga bisa mengurangi risiko kanker serviks. Kombinasi phyto-chemical, plant sterol, antioksidan, dan vitamin c mampu melawan sel kanker.

Walau tidak bisa dilihat secara langsung gejala dari kanker ovarium, namun setidaknya kita masih bisa mencegah kanker ovarium dengan mengonsumsi kembang kol.

Pada wanita yang tidak memiliki anak, risiko kanker ovarium lebih tinggi. Selain itu juga pada penggunaan terapi pengganti hormon, atau mengonsumsi obat kesuburan.

Komentar