Kecepatan Jalan Plus Penyakit Jantung

Penulis: Darmansyah

Kamis, 31 Agustus 2017 | 14:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Jalan kaki cepat dikaitkan dengan kesehatan jantung?

“Ya,” tulis ‘sciense daily,” dalam tulisan terbarunya hari ini, Kamis, 29  Aguatus.

Dengan mengesampingnkan seberapa panjang kaki yang Anda miliki, sebuah riset terbaru yang dipublikasikan di European Hearth Journal  menyebutkan bahwa kecepatan berjalan dapat menunjukkan risiko kematian akibat penyakit jantung

Selama masa studi enam tahun, para peneliti dari University of Leicester, Inggris, menemukan bahwa seseorang dengan kecepatan berjalan yang lambat memiliki kemungkinan meninggal karena penyakit jantung sekitar dua kali lipat dari mereka yang berjalan cepat.

Para peneliti melibatkan lebih dari empat ratus dua puluh ribu orang dewasa usia menengah di Inggris dan meminta mereka menilai sendiri kecepatan jalannya.

Para peneliti juga memperhitungkan sejumlah faktor, seperti kebiasaan berolahraga, program diet, dan apakah peserta merokok atau minum alkohol.

Selain itu, para peserta juga menjalani tes latihan di laboratorium untuk mengetahui tingkat kebugaran.

Saat penelitian dimulai, tak ada satu pun diantara mereka yang tercatat mengidap penyakit jantung. Enam tahun pun berlalu.

Sekitar delapan ribuan partisipan meninggal. Dari jumlah itu, seribu enam ratus orang  meninggal karena penyakit jantung.

Setelah dianalisis, pejalan kaki yang lambat ternyata mempunyai risiko meninggal karena penyakit jantung sebanyak satu koma delapan dan dua koma empat kali dibandingkan pejalan cepat selama masa penelitian.

Risiko tertinggi ditujukan kepada peserta dengan indeks massa tubuh  yang rendah atau sarcopenia, hilangnya massa otot akibat penuaan.

“Kecepatan berjalan yang dilaporkan sendiri dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu yang memiliki tingkat kebugaran fisik rendah dan, akibatnya, risiko kematian yang lebih tinggi akibat penyakit jantung,” kata salah satu peneliti, Tom Yates, dari University of Leicester di Inggris.

Dilansir dari Live Science 29 Agustus 2017, para peneliti membutuhkan lebih banyak riset untuk memvalidasi temuannya.

Selama masa studi, para peneliti juga ingin melihat korelasi kecepatan berjalan dengan risiko kematian

Sayangnya, belum ada kaitan yang konsisten.

Selain jantung, jalan kaki juga punya kaitan dengan stroke’

Sebagai penyakit berat, stroke bisa dicegah dengan melakukan kegiatan sederhana dan murah seperti berjalan kaki.

Wanita yang punya kebiasaan jalan kaki dua jam atau lebih setiap minggunya, atau pun jalan cepat, memiliki risiko yang lebih rendah terkena stroke. Demikian menurut penelitian.

Menurut penelitian ditemukan mereka yang jalan kaki dengan kecepatan lebih dari tiga  mil perjam atau lebih, risikonya terkena stroke tiga puluh tujuh persen lebih rendah.

Sementara itu wanita yang melakukan olahraga jalan kaki dua jam atau lebih setiap minggu, penurunan risikonya sampai  tiga puluh persen.

“Aktivitas fisik, termasuk jalan kaki rutin, sangat penting dalam pencegahan stroke. Aktivitas fisik ini akan menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah,” kata Jacob R.Sattelmair dari Harvard School of Public Health.

Selain malas bergerak, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan terkena stroke.

Misalnya saja merokok, obesitas, sering menderita migrain, serta penggunaan hormon setelah usia menopause.

Selain itu banyak orang meremehkan masalah kecepatan jalan ini dikaitkan dengan jalan kaki.

Berjalan kaki berangkali merupakan olahraga yang paling diremehkan.

Padahal, bila rutin dilakukan olahraga ini bisa menyehatkan pembuluh darah dan melangsingkan.

Kebanyakan orang memang lebih memilih lari sebagai olahraga kardio. Lari memang banyak memiliki manfaat, tetapi untuk mereka yang baru akan mulai olahraga berjalan kaki lebih direkomendasikan.

Bukan cuma bisa dilakukan di mana saja, kita juga hanya perlu berjalan kaki beberapa mil untuk mendapatkan manfaat kesehatan serius.

Selain itu, berjalan kaki bisa dilakukan oleh siapa saja. Ini berbeda dengan jogging yang tidak disarankan untuk mereka yang kegemukan.

Berjalan kaki juga dapat menjadi pilihan olahraga untuk Anda yang ingin mempertahankan berat badan ideal.

Jangan lupa untuk menggunakan alas kaki yang nyaman.

Komentar