Kasus Stroke Pria Cenderung Berkurang

Penulis: Darmansyah

Jumat, 18 Agustus 2017 | 09:40 WIB

Dibaca: 1 kali

Stroke tak mengenal jenis kelamin dan dapat terjadi pada siapa aja, baik pria maupun wanita.

Namun begiti, ternyata dalam studi terbaru, dalam beberapa tahun terakhir, angka kejadian stroke pada pria menurun  dibanding  wanita.

Peneliti terbaru di Ohio dan Kentucky, Amerika serikat, menunjukkan  lebih banyak wanita yang terserang stroke dari lelaki.

Setelah dijabarkan berdasarkan usia dan ras, peneliti yang hasil studinya diterbitkan di Neurology ini menemukan bahwa kejadian stroke pada pria mengalami penurunan

Sedangkan pada wanita, kejadian stroke  sebenarnya turun  namun secara statistik tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Sebagian besar, jenis stroke yang paling umum terjadi adalah stroke iskemik di mana ada penyumbatan pembuluh darah pada otak sehingga darah tidak dapat menyuplai otak dengan baik.

Asisten profesor pengobatan darurat di Brown, dr Tracy E Madsen mengatakan bahwa tidak ada yang mengetahui kenapa kejadian stroke pada wanita tidak berubah.

Namun, ada beberapa faktor risiko yang berdampak lebih pada wanita dibandingkan pria, yaitu darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan merokok.

“Mungkin kami tidak mengontrol faktor risiko pada tingkat yang sama pada wanita. Atau mungkin ada perbedaan biologis dalam cara faktor risiko menyebabkan stroke pada pria versus wanita,” ucapnya dikutip dari New York Times.

Dalam kasus ini, dr Madsen juga mengatakan bahwa wanita penting mengetahui bahwa dirinya berisiko terhadap stroke yang telah lama dikenal sebagai penyakit pria.

“Penting agar wanita mengetahui bahwa mereka berisiko. Stroke telah dianggap sebagai penyakit pria tapi kami bahwa hal ini lebih umum pada wanita dan berisiko tinggi menyebabkan kecacatan dan kematian,” pungkasnya.

Sebenarnya faktor risiko dari penyebab sakit  stroke bisa dibedakan dalam dua bagian

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi

Dari berbagai penelitian, diketahui bahwa suai semakin tua semakin besar pula risiko terkena sakit stroke.

Hal ini berkaitan dengan proses degenerasi  atau penuaan yang terjadi secara alamiah. pada orang-orang lanjut usia, pembuluh darah lebih kaku karena adanya plak.

Laki-laki memiliki risiko lebih besar untuk terkena sakit stroke dibanding perempuan. Hal ini mungkin terkait bahwa laki-laki cenderung merokok. Rokok, dapat merusak lapisan dari pembuluh darah tubuh.

Terkait dengan riwayat sakit stroke di keluarga, orang dengan riwayat sakit stroke pada keluarga memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena penyakit stroke dibanding orang yang tanpa riwayat stroke pada keluarganya.

Dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa ras kulit putih memiliki peluang yang lebih besar untuk terkena sakit stroke dibanding ras kulit hitam.

Orang yang tekanan darahnya tinggi mempunyai peluang besar untuk mengalami sakit stroke.

Bahkan, ini merupakan penyebab terbesar dari sakit stroke.

Alasannya, dalam hipertensi dapat terjadi gangguan aliran darah tubuh yaitu diameter pembuluh darah kelak akan mengecil sehingga darah yang mengalir ke otak pun akan berkurang, dengan pengurangan aliran darah otak, maka otak akan kekurangan suplai oksigen dan glukosa sehingga jaringan otak lama-lama akan mati.

Penyakit jantung seperti jantung koroner dan infark Seperti yang kita ketahui bahwa pusat dari aliran darah di tubuh terletak di jantung.

Jika pusat pengaturan darah mengalami kerusakan, maka aliran darah tubuh mengalami gangguan, termasuk aliran darah menuju otak. Gangguan aliran darah itu bisa mematikan jaringan otak secara mendadak ataupun bertahap.

Diabetes Mellitus atau kencing manis memiliki risiko mengalami sakit stroke. Hal ini terkait dengan pembuluh darah penderita diabetes yang umumnya lebih kaku

Adanya peningkatan ataupun penurunan kadar glukosa darah secara tiba-tiba juga dapat menyebabkan kematian otak

Hiperkolesterolemia merupakan keadaan ketika kadar kolesterol di dalam darah berlebih. LDL yang berlebih akan mengakibatkan terbentuknya plak pada pembuluh darah yang lama kelamaan akan semakin banyak dan menumpuk sehingga menganggu aliran darah.

Kegemukan merupakan salah satu faktor resiko terjadinya sakit stroke.

Hal tersebut terkait dengan tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam darah pada orang dengan obesitas, yaitu biasanya kadar LDL lebih tinggi dibanding kadar HDL

Dari hasil berbagai penelitian diketahui bahwa orang-orang yang merokok ternyata memiliki kadar fibrinogen darah yang lebih tinggi dibanding orang yang tidak merokok.

Peningkatan kadar fibrinogen ini dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan kaku yang bisa memicu munculnya gejala sakit stroke. Dengan demikian, dapat menyebabkan gangguan aliran darah.

Sakit stroke merupakan suatu penyakit yang sering dikumpai dimasyarakat modern sekarang ini.

Bukan hanya penderitanya yang dihadapkan pada suatu keadaan yang sangat menyiksa, namun juga keluarga manapun pada orang terdekat, beban yang ditimbulkan buasanya dari penderita sakit strokemencakup beberapa hal, mulai dari segi fisik, emosi, maupun keuangannya.

Dengan semua beban dipanggul seorang penderita sakit stroke, sebagai keluarga, bagaimana cara kita menghadapinya?

Komentar