Kaitan Bentuk Tubuh dan Timbunan Lemak

Penulis: Darmansyah

Kamis, 13 Oktober 2016 | 13:44 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda pasti pernah mengenal bentuk tubuh bak buah pir dan apel. Atau bentuk tubuh jam pasir atau persegi panjang.

Tapi, dari bentuk tubuh itu yang paling popular adalah bentuk pir dan apel.

Laman situs Huffington Post, dalam edisi hari ini, Kamis, 13 Oktober 2016, kembali lagi mempertegas  dua bentuk tubuh yang dimiliki manusia lewat ancaman penyakit yang bisa menyertainya terutama dikaitkan dengan timbunan  lemak di tubuh.

Faktanya, area timbunan lemak di bagian tubuh tertentu memang bisa mengakibatkan masalah kesehatan.

Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui bentuk tubuh guna mengantisipasi datangnya penyakit.

Seperti ditulis lebih lanjut oleh “huffington post,” kebanyakan laki-laki memiliki tubuh berbentuk buah apel, yaitu lemak berlebih di tubuh bagian atas, seperti pinggang dan perut.

Sedangkan bentuk tubuh pir kebanyakan dimiliki oleh perempuan, dengan lemak berlebih di bagian pinggul dan paha.

Namun ada pula yang memiliki lemak merata di seluruh tubuh.

Pada perempuan, bentuk tubuh tersebut biasa dinamakan jam pasir, sedangkan pada laki-laki disebut persegi panjang.

Hubungan antara bentuk tubuh dengan penyakit ini diungkapkan oleh seorang ahli endokrinologi, Michael Jensen, M.D, yang telah menghabiskan tiga dekade dalam hidupnya untuk mempelajari risiko kelebihan berat badan serta korelasinya dengan bentuk tubuh.

Terlebih dulu Jensen menjelaskan risiko penyakit pada orang dengan bentuk tubuh apel.

Menurutnya, “semakin besar pinggul seseorang maka semakin tinggi pula risiko terkena penyakit-penyakit serius.”

Salah satu penyakit yang dimaksud Jensen adalah penyakit jantung.

Pasalnya, lemak yang berada di daerah pinggang tiga kali lebih berisiko mengakibatkan penyakit jantung ketimbangBody Mass Index.

Selain itu, kanker dan diabetes juga bisa menyerang para pemilik tubuh apel.

Jensen menjelaskan bahwa bentuk tubuh apel berisiko tinggi untuk mengembangkan banyak tipe kanker dibanding bentuk tubuh pir, seperti kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker rahim.

Resistensi insulin pada tubuh apel pun lebih banyak, sehingga bisa menyebabkan diabetes.

Sedangkan untuk orang dengan bentuk tubuh buah pir, risiko penyakit tidak sebesar yang harus dihadapi oleh para tubuh apel.

Namun tidak berarti bahwa si tubuh pir bisa bernapas lega.

Mereka juga perlu mewaspadai beberapa penyakit, terlebih lagi bagi mereka yang gemar membawa beban ekstra di bagian pinggul, pantat dan paha, seperti varises dan penyakit sendi.

Jensen mengungkapkan bahwa faktor utama penyebab varises adalah keturunan.

Namun membawa beban ekstra dapat pula menambah tekanan pada pembuluh darah sehingga bisa membuat nyeri di kaki dan perubahan warna.

Tak hanya itu, kelebihan berat badan juga akan membuat kekuatan lutut dan sendi menurun. Hal itu terjadi lantaran setiap langkah yang Anda ambil, berarti lutut Anda harus menopang berat badan Anda pula.

Jika Anda membawa beban ekstra, itu tandanya lutut akan menopang beban tambahan hingga tiga kali lipat.

Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa Anda mungkin berisiko kehilangan memori dan gangguan kognitif.

Jensen pun menyimpulkan, “Kenyataannya berat tubuh total sangat lah penting. Kelebihan berat badan mengakibatkan risiko kesehatan, tak peduli di mana letak lemak berlebih itu.”

Ia mengingatkan bahwa yang paling ia takutkan adalah orang dengan bentuk tubuh apel lantaran berisiko tinggi terkena penyakit yang bisa mengancam jiwa.

“Tapi,” tambahnya memperingatkan, “semakin berlebih berat badan Anda, akan membuat sistem pada tubuh semakin stres, dan semakin besar kemungkinan Anda merasakan masalah kesehatan.”

Jensen kemudian menyarankan, terutama si tubuh apel, agar lebih memerhatikan gaya hidupnya dan membuat perubahan.

Menurutnya, dengan menjalankan gaya hidup sehat, maka bisa mengurangi risiko terkena beragam penyakit.

“Selain ada faktor keturunan dan jenis kelamin, bentuk tubuh tersebut juga terpengaruh oleh gaya hidup,” katanya. Ia menyarankan agar masyarakat menghindari kebiasaan merokok dan menenggak alkohol yang bisa membuat perut membuncit.

“Hal terpenting yang bisa saya sarankan sangat mudah. Terus berjalan kaki. Sungguh, itu bisa mengurangi lemak pada perut.”

“ Berjalan kaki bisa membantu Anda mencapai atau menjaga berat badan normal, tak peduli bentuk tubuh Anda seperti apa.”

Komentar