Kacamata Hitam Itu Bukan Sok Gaya

Penulis: Darmansyah

Kamis, 12 Mei 2016 | 10:17 WIB

Dibaca: 4 kali

Pakai kacamata hitam untuk gagahan?

Nah, lupakan tudingan itu.

Anda perlu tahu “kewajiban” memakai kacama hitam adalah  tindakan penting untuk melindungi mata dari bahaya sinar ultraviolet.

Dan jangan hanya memakai kacamata hitam  saat sedang mengendarai mobil atau liburan ke pantai.

Sebuah studi terbaru menganjurkan setiap orang untuk  memakai kecamata hitam lebih sering.

“Kerusakan akibat sinar ultraviolet pada mata bisa terjadi dalam waktu sesingkat lima belas menit,” kata Justin Bazan, konsultan medis pada lembaga The Vision Council, AS.

Anda tahu bahwa paparan  sinar ultraviolet  yang paling kuat terjadi selepas tengah hari hingga menjelang sore?

Dan mata kita dapat terpapar sinar matahari dari mana saja, termasuk dari jendela mobil karena aspal jalan memantulkan sembilan persen ultraviolet, dan beton sampai dua puluh lima persen.

Berada di dekat air juga paling berbahaya karena sinar UV yang dipantulkan sampai seratus persen.

Radiasi UV merupakan bahaya yang tersembunyi, padahal sinar ini bisa merusak sampai level DNA.

Terkadang, tabir surya juga tidak bisa melindungi kulit kita dari bahaya sinar UV.

Bahaya sinar matahari pada mata antara lain mata terbakar, iritasi mata, sulit berkedip, katarak, atau degenerasi makula yang membuat penglihatan kabur.

Di negara empat musim, pemakaian kacamata hitam juga wajib dilakukan saat sedang bersalju, karena salju memantulkan sinar UV sampai delapan puluh lima persen.

Paparan sinar UV dari salju juga dapat menyebabkan photokeratitis atau “kebutaan salju”, kondisi di mana kornea mata terbakar.

Kacamata hitam yang dipakai sebaiknya yang mampu menahan hingga seratus persen ultraviolet A dan Ultraviolet B.

Oleh karena itu, jika harus memilih antara model kacamata yang trendi atau kemampuannya melindungi mata, pilihlah yang terakhir.

Kebanyakan orang hanya mempertimbangkan bentuk bingkai saat akan membeli kacamata hitam.

Padahal, kacamata yang berfungsi melindungi mata dari sinar matahari ini seharusnya memiliki standar pelindung yang tepat.

Gelombang sinar matahari, terutama ultraviolet B,  berdampak buruk bagi kulit dan juga mata.

Sinar UVB dapat menyebabkan kerusakan pada lensa mata sehingga dalam jangka panjang menyebabkan katarak.

Menurut Chris Worsman, dokter mata, bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah pinguecula.

Meski tidak berbahaya, pinguecula bisa menyebabkan tumpukan lemak berwarna kuning pada bagian putih mata.

Bahaya kanker kulit juga tak boleh diremehkan.

“Jenis kanker kulit karsinoma sel basal bisa tampak seperti titik atau luka di kelopak mata. Hal itu bisa disebabkan paparan sinar matahari,” kata Worsman.

Meski tidak menyebar, kanker tersebut bisa tumbuh semakin dalam di kelopak mata dan proses menghilangkannya akan meninggalkan bekas yang sulit hilang.

Sementara itu, dampak jangka pendek dari sinar matahari adalah buta salju atau foto keratitis.

Worsman mengatakan, kondisi ini terjadi setelah paparan yang intens dari sinar matahari mengenai lapisan luar kornea.

“Biasanya terjadi setelah kita seharian berada di bawah sinar matahari, misalnya berada di pantai yang panas terik. Gejalanya seperti ada rasa terbakar di mata,” katanya.

Meski demikian, gangguan foto salju hanya bersifat sementara. Gangguannya akan hilang dalam beberapa hari dan tidak menyebabkan kerusakan permanen.

Karena itulah, dalam memilih sunglasses jangan sekadar berwarna hitam, tetapi pilihlah kacamata yang bisa menahan sinar matahari.

Sinar matahari diukur dalam nanometer. Jika kacamata hitam memiliki tanda CE  atau standar Eropa untuk perlindungan UV, ini berarti kacanya tidak bisa diterobos sinar

Papran sinar UV juga bisa menyebabkan katarak selain faktor usia.

Menggunakan kacamata hitam dapat mencegah katarak di usia muda.

Menurut data, biasanya katarak muncul saat kepala lima ke atas

Katarak merupakan kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penglihatan menjadi berkabut atau kabur.

Hingga saat ini, katarak masih menjadi penyebab kebutaan paling tinggi di Indonesia dan di dunia.

Sebagai negara tropis yang dilintasi garis khatulistiwa, katarak menjadi ancaman serius di Indonesia.

Komentar