“Jinak”kan Hipertensi Lewat Spritual

Penulis: Darmansyah

Rabu, 6 November 2013 | 15:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Suatu hari. di sebuah “cafe” kecil kami kongkow sesame manula. Manudia lanjut usia. Komunitas ini, sebuah perkawanan dari “geng” semasa mahasiswa dulu yang kemudian mencari jalan rezekinya sendiri-sendiri dan kemudian ngumpul lagi setelah punya anak cucu.

Kongkow, yang biasanya di “setting” dengan kenangan masa lalu dengan pernak pernaknya tak pernah alpa menyelipkan tentang keluhan penyakit. Di antara lima pertemenan itu, empat di antaranya menderita tekanan darah tinggi akut.

Artinya, ke empat sang teman itu telah menjadi invalid dengan keluhan di setiap pertemuan tentang tekanan darah yang sering bagaikan “roller coaster.” Biasanya juga, percakapan itu menyebut nama daftar obat menurun tekanan darah disertai harganya yang sering membebani biaya hidup, kalau tidak diperoleh di apotik karena tidak masuk daftar Askes.

Maklum, keluhan harga obat non Askes ini sering mendera karena akan menggerus pendapatan pensiun. Tiga di antara lima perkawanan itu adalah bekas PNS dengan predikat pejabat.

Tak salah bila percakapan kami berotasi seputar penyakit yang topiknya darah tinggi. Sebabsatu dari sekitar tiga orang dewasa di Indonesia diperkirakan menderita hipertensi.

Hanya sebagian kecil yang mendapatkan terapi optimal. Sebagian besar dari mereka tidak mengetahui bahwa bahwa tekanan darahnya tinggi. Dari yang mendapatkan terapi saja, sebagian besar juga tidak melanjutkan terapinya. Pada hal, hipertensi adalah sebagai faktor resiko utama stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Oleh karena itulah pembicaraan tentang tekanan darah tinggi atau hipertensi tetap terselip di konkow kami. Akan muncul pertanyaan, apakah anda tidak ingin melakukan sesuatu sehingga ancaman itu menjauh dari anda.

Untuk pembicaraan lanjutan, biasanya kami menghimpun dari jurnal untuk membawa ke pertemuan. Dan kami juga saling mengingatkan tentang cara mencegah dan mengontrol tekanan darah.

Biasanya pula ada pembicaraa tentang berat badan. Berat badan berlebih, sebagaimana kita tahu, akanmenumpuk lemak di sekitar lingkar perut. Dan akan meningkatkan risiko hipertensi 60 persen.

Karena itu upaya pertama dalam upaya menurunkan tekanan darah adalah mengurangi beban jantung yang berlebih ini. Anda memang tidak harus mencapai berat badan ideal, mengurangi berat badan 5-10 persen saja dari berat badan anda semula, dapat menurunkan tekanan darah atau mencegahnya berkembang.

Seperti diketahui, semakin naik timbangan anda, apalagi lemak yang menumpuk di sekitar lingkar perut, maka semakin berat kerja jantung. Lemak yang menumpuk di sekitar perut juga menyebabkan inflamasi, peradangan pada pembuluh darah arteri, pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit, akhirnya tekanan darah akan naik.

Ini yang seru lagi. Anjuran menjuahi garam. Biasanya yang satu ini susah dikompromikan. Sayur tak bergaram terasa hambar dan tidak enak.

Jadi, bila tekanan darah anda tinggi, atau ingin mencegahnya, maka pembatasan asupan garam ini harus dilakukan. Kebiasaan makan di luar, sebaiknya anda batasi, bahkan di dapur, dan di meja anda sendiri garam itu harus dikontrol. Suatu studi yang pernah dilakukan di Duke University, pengurangan garam setengah dari kebiasaan sebelumnya,71 persen dari mereka yang melakukan ini tekanan darahnya kembali normal.

Setelah garam, pembicaraan masuk pada pola makan atau diet. Di Amerika Serikat ada yang dikenal dengan DASH ( Dietary Aproach to Stop Hypertension). Prinsip diet ini adalah, mengkonsumsi sayuran, serta buah-buahan 5 kali sajian setiap hari, minum susu rendah lemak 2-3 glas/hari, membatasi lemak jenuh, minyak, makanan yang manis-manis, daging merah.

Secara sederhana diet ini bisa diterapkan dengan menambahkan bermacam sayuran, buah-buahan dalam menu anda. Sayuran dan buah-buah tidak lagi sebagai pelengkap makanan anda. Sisihkan sebagian nasi dari piring anda, kemudian tambahkan sayuran ke dalamnya. Jadikan dapur anda tetap berasap, batasi belanja makanan di luar, apalagi fast food.

Olahraga rutin yang anda biasakan, jalan cepat misalnya membantu menurunkan tekanan darah. Olahraga bermanfaat karena olahraga memperbaiki sirkulasi darah, sistem kardiovaskuler, pemakaian oksigen, menurunkan berat badan, lemak tubuh, menghilangkan stress, meningkatkan kualitas tidur, dan sebagainya.

Olahraga 3-5 kali dalam seminggu, saya menyarankan setiap hari, dapat menjaga tekanan darah 5-6 mmHg lebih rendah. Karena itu jadwalkanlah olahraga dalam jurnal kegiatan sehari-hari anda. Selain membantu menurunkan tekanan darah, banyak manfaat lain yang akan anda rasakan

Beruntung dari perkawanan kami berlima tak ada yang merokok. Atau ada tapi sudah stop. . Rokok, perlu kita tahu, satu batang rokok saja menyebabkan pembuluh darah menjadi kurang elastis, menyebabkan tekanan darah naik, walau anda masih muda, langsing. Merokok 15 batang sehari dapat menaikkan resiko tekanan darah tinggi 11 persen. Karena itu buanglah, jauh-jauh racun yang akan menggerogoti tidak hanya kantong anda, tetapi juga tubuh, kesehatan anda.

Cara untuk menenangkan gejolak tekanan darah adalah mencafri ketenangan jiwa, suasana hati yang tentram berpengaruh terhadap tekanan darah. Stress yang kronis dapat menyebabkan tekanan darah tetap melonjak.

Karena itu memperbaiki hubungan anda dengan Allah, dengan sesama manusia, bahkan seluruh machluk Allah itu penting. Shalat yang khusyuk bagi yang bergama Islam, kebiasaan memberi, menolong sesama manusia, bersyukur, juga membantu. Meditasi seperti tai-chi yang dilakukan secara teratur terbukti dapat menurunkannya.

Komentar