Jawaban Rumit Kematian Kala Tertidur

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 Agustus 2016 | 10:02 WIB

Dibaca: 0 kali

Kasus kematian mendadak Mike Mohede ketika sedang tidur membuat panjangnya jejak pertanyaan yang memerlukan jawaban ilmiah rasional dan sepesifik.

Mike, kla tertidur,   diketahui sudah tak sadar diri dan dikabarkan meninggal karena serangan jantung.

Seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menjawabnya dengan sangat tepat, bahwa serangan jantung  bisa terjadi secara mendadak, termasuk saat tidur.

“Serangan jantung bisa saat tidur, terutama dini hari, karena dini hari menjelang bangun itu tensi naik meningkat. Itu menyebabkan kemudahan serangan jantung,” terangnya.

Serangan jantung terjadi karena tersumbatnya aliran darah koroner atau pembuluh darah yang memberi makan otot jantung.

Penyumbatan bisa terjadi karena ada penumpukan lemak dan terbentuknya plak di pembuluh darah koroner.

Jika kematian mendadak terjadi saat tidur, perlu diautopsi untuk memastikan apakah benar terjadi serangan jantung karena pembuluh darah koroner tersumbat.

Kematian mendadak lainnya bisa jadi karena adanya gangguan irama jantung.

Serangan jantung umumnya menimbulkan gejala nyeri di dada yang bisa menjalar hingga ke leher dan lengan. Jika diketahui terkena serangan jantung, harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Tak hanya usia tua, usia muda pun kini berisiko terkena serangan jantung.

Faktor risiko serangan jantung pada usia muda antara lain, pola makan yang tidak sehat, kelebihan berat badan, jarang melakukan aktivitas fisik, stres, dan adanya riwayat keluarga yang sakit jantung.

Selain itu, tentang kematian mendadak  bukanlah hal yang baru di dunia kedokteran.

Ada beberapa penyakit atau kelainan bawaan yang ada tanpa gejala yang nyata. dan dapat menyebabkan sudden death atau kematian mendadak.

Pertama apa yang dikenal dengan hypertrophic cardiomyopathy. Kasus ini diperkirakan menimpa satu dari lima ratus  orang menderita kelainan jantung yang menyebabkan dinding otot jantung menebal dan kehilangan tenaganya.

Diperkirakan ada satu persen penderita penyakit ini meninggal mendadak setiap tahun, biasanya karena detak jantung mereka menjadi terlalu cepat.

Banyak di antara mereka masih berusia muda dan tidak tahu bahwa mereka menderita Hypertrophic cardiomyopathy.

Kebanyakan Hypertrophic cardiomyopathy bersifat genetik. Tahu riwayat kesehatan keluarga adalah cara terbaik mencegah kematian mendadak akibat penyakit ini.

Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan berupa EKG atau ultrasound.

Waspadalah terhadap gejala seperti napas pendek dan tersengal dan debar jantung yang di luar normal.

Pengobatan, defibrillator, dan pembedahan kadang bisa membantu. Bicarakan dengan dokter mengenai hal ini.

Selain itu apa yang dikenal dalam dunia kedokteran dengan “kabel” jantung rusak

Sementara kardiomiopati berubah bentuk dan struktur ketebalan otot jantung, faulty heart wiring memengaruhi sistem listrik yang mengontrol dan menyinkronkan detak jantung.

Gejala awal sering tidak dirasakan oleh penderita sampai bilik ventrikel jantung mulai bergetar dan tidak bisa memompa dengan benar dan Anda pun terjungkal jatuh.

Penyakit atau kelainan ini juga kebanyakan bersifat genetika. Mengetahui riwayat kesehatan keluarga dan konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan.

Berikutna ada aneurisma otak Kebanyakan aneurisma otak bersifat tanpa gejala.

Menurut jurnal Stroke, ada sekitar empat puluh persen kasus berakhir dengan fatal.

Aneurisma  otak atau aneurisma cerebral merupakan kondisi kesehatan akibat terjadinya pelebaran abnormal pembuluh darah di otak.

Penyebabnya antara lain; Aneurisma  otak atau aneurisma cerebral merupakan kondisi kesehatan akibat terjadinya pelebaran abnormal pembuluh darah di otak, konsumsi tembakau, alkohol, tekanan darah dan Kolesterol tinggi.

Menghindari pemicunya dengan pola hidup sehat, seperti tidak merokok dan konsumsi alkohol berlebihan adalah cara terbaik mencegah kondisi aneurisma

Masih ada apa yang disebut dengan diseksi aorta Diseksi aorta adalah kondisi medis yang disebabkan oleh robeknya pembulu darah aorta.

Selain pria di atas usia empat puluh, penderita diabetes, hipertensi, Kolesterol tinggi, dan perokok juga rentan terhadap penyakit diseksi aorta ini. Selain itu, penyakit ini juga bisa muncul karena faktor genetik.

Risiko tertinggi adalah para perokok. Rokok perlahan mengakibatkan luka pada pembuluh darah, yang memisahkan bagian dalam dan dinding aorta.

Pola makan sehat dan olahraga teratur menjadi kunci utama pencegahannya. Plus, jauhi rokok dan teratur melakukan medical check-up , terutama CT-scan.

Emboli paru adalah hambatan di salah satu arteri paru di paru-paru Anda.

Di banyak kasus, emboli paru disebabkan oleh gumpalan darah beku yang mengalir ke paru-paru dari kaki, atau yang lebih jarang dari bagian tubuh lain (trombosis nadi dalam).

Luka parah, terbakar, atau retak pada pinggul atau tulang paha dan kondisi diam terlalu lama seperti istirahat total jangka panjang atau berada pada posisi tetap yang lama selama perjalanan dengan pesawat atau mobil, pasca pembedahan (misal pembedahan tulang, persendian, atau otak) adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya emboli paru.

Emboli paru kerap tidak bisa dicegah, bahkan oleh dokter sekalipun. Tapi, mengelola faktor risiko sangat dianjurkan.

Komentar