Jauhi Makanan Asin dan Stress Kala Berpuasa

Penulis: Darmansyah

Kamis, 10 Juli 2014 | 19:49 WIB

Dibaca: 1 kali

Ketika menjalani puasa di bulan ramadhan, mungkin Anda bertanya-tanya mengapa tubuh menjadi terlihat lebih gemuk?

Selain kebiasaan berbuka puasa dengan porsi berlebihan, ada faktor lain yang turut mempengaruhi.
Seperti ditulis situs “Onislam,” Kamis, 10 Juli 2014, ada beberapa factor keliru yang dijalankan seperti jenis-jenis makanan yang Anda pilih untuk dikonsumsi selama bulan Ramadhan.

Jenis-jenis makanan bisa menggagalkan upaya menurunkan berat badan.

Sebut saja pilihan makanan-makanan asin. Makanan asin bisa menyebabkan tubuh menahan air atau retensi cairan dan menyebabkan perut seperti kembung. Pada saat yang sama, dehidrasi menyebabkan tubuh mempertahankan lemak dan racun, karena tidak memiliki cairan yang cukup untuk mengeluarkannya dari tubuh.

Selain itu, makanan olahan dan gula bisa menjadi makanan pemicu. Hal ini karena makanan olahan dan gula larut nutrisi dari tubuh.

Dengan demikian, makanan olahan dan gula akan menyebabkan tubuh berkeinginan lebih untuk makan karena rasa sangat tidak puas. Tidak hanya itu, makan terlalu banyak roti dan zat tepung juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Selain itu, sebagian roti yang terdiri dari daging dan susu dapat berperan menaikkan asam lambung di dalam tubuh. Pada akhirnya, hal ini akan mendorong kondisi kesehatan tubuh yang memburuk secara keseluruhan.

Lalu, bagaimana stres dapat menyebabkan kenaikan berat badan saat puasa? Perubahan pola makan selama bulan Ramadan bisa menjadi masalah untuk menurunkan berat badan. Bahkan, perubahan pola makan dapat menyebabkan perubahan gaya hidup dan stres yang akhirnya mempengaruhi berat badan.

Selain itu situas “Onislam,” juga menyebut stres sebagai penyebab kenaikan berat badan.. Seperti kita ketahui, saat stres kebanyakan orang justru akan lebih banyak makan-makanan yang tidak sehat hingga pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.

Selain itu, perubahan pola makan saat bulan puasa juga meningkatkan kemungkinan seseorang alergi terhadap makanan tertentu. Tetapi, jangan meremehkan dampak dari alergi makanan, mengapa?

Makanan pemicu alergi bisa membuat perut Anda sakit, mengakibatkan serangan asma, gatal-gatal dan kenaikan berat badan. Bahkan, sudah ada bukti ilmiah bahwa alergi terhadap makanan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Banyak orang telah sukses menurunkan berat badan dengan menemukan penyebab alergi dan menghilangkannya dari diet harian. Alergen pada umumnya adalah telur, kacang, susu, gandum dan kedelai.

Komentar