Jantung Anda Berdebar, Jauhi Kafein

Penulis: Darmansyah

Jumat, 16 Mei 2014 | 10:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Detak jantung anda kacau? Tak beraturan? Atau sering berdebar-debar?

Itu semua mengindikasikan Anda menderita “aqtrial fibrillation” atau lebih dikenal dengan istilah “afib”, salah salah satu tipe penyakit jantung berupa kelainan detak jantung.

Penyakit jantung jenis ini, dalam beberapa tahun terakhir, mulai banyak diderita orang. Sebenarnya, munculnya gejala penyakit ini bisa dicegah dengan mengonsumsi cukup protein serta menghindari faktor stimulan penyakit jantung.

Banyak ahli kesehatan yang menganjurkan agar Anda bisa menghindari konsumsi kafein dalam teh, minuman energi, kopi jika sensitif.

Kafein adalah stimulan dan bisa mempercepat detak jantung sehingga berisiko besar memicu atrial fibrillation dalam dosis tinggi. Terbukti dalam sebuah studi minuman energi menyebabkan atrial fibrillation pada remaja laki- laki.

Detak jantung normal antara, seperti banyak diketahui berada pada kisaran 60-100 kali per menit waktu istirahat. Bila tiba-tiba detak jantung melonjak ataupun menurun secara drastis tanpa sebab jelas, maka waspadailah ia sebagai gangguan irama jantung.

Gangguan irama jantung merupakan kelainan detak jantung yang terlalu cepat atau lambat gerakannya pada seseorang.

Apa gejala yang bisa dirasakan ketika Anda terkena gangguan irama jantung?

Keluhannya berdebar-debar itu bisa dengan tiba-tiba saja. Denyut nadinya tiba-tiba melonjak.. Biasanya, setelah dibawa ke rumah sakit untuk disuntikkan obat isoptin, baru reda.

Pemicunya beragam, mulai dari keturunan, saraf abnormal, maupun kondisi tubuh yang terlalu letih. Kendati demikian, gangguan irama jantung tidak ada hubungannya dengan kesehatan, tekanan darah, ataupun kadar kolesterol yang normal pada diri seseorang.

Gngguan irama jantung bisa menyerang siapa saja, baik usia muda maupun tua. Kedua golongan orang yang berpotensi mengalami gangguan irama jantung.

Golongan pertama adalah anak, orang dewasa, dan orangtua, sedangkan golongan kedua, menyerang mereka yang memang punya penyakit jantung, apakah itu penyakit jantung koroner, dan sebagainya..

Untuk golongan kedua, gangguan irama jantung merupakan keluhan sekunder dari penyakit jantung yang dideritanya. Karenanya, lebih mudah ditelusuri.

Pasien-pasien seperti ini terancam gagal jantung. Kalau dia kena gangguan irama jantung, detak jantungnya bisa sampai 300 detak per menit. Kepada pasien ini, dipasang alat untuk mencegah lonjakan detak jantung. Tapi, perlu pula dilakukan tindakan ablasi..

Seperti yang direkomendasikan oleh “CNN Health” Anda bisa melakukan untuk menjaga jantung tetap sehat.

Penyakit jantung koroner membentuk formasi plak dalam arteri jantung sehingga manjdi pemicu utama kelainan detak jantung. Konsumsilah banyak buah, sayuran, whole grain, dan mengurangi lemak jenuh.
Ganti dengan herba dan rempah sebagai pengganti garam untuk rasa hidangan lebih sedap.

Jika mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin yang digunakan untuk mencegah stroke pada pengidap atrial fibrillation, pastikan tidak menambah atau mengurangi asupan vitamin K secara drastis.

Menambah asupan vitamin K bisa mengurangi kerja obat, sementara mengurangi bisa meningkatkan kerja obat

Walaupun konsumsi alokohol dalam jumlah cukup bisa bermanfaat. Sebaliknya konsumsi berlebihan bisa memicu atrial fibrillation. Menurut studi Women’s Health Study, wanita yang mengonsumsi dua minuman alkohol per hari meningkatkan risiko atrial fibrillation hingga enam puluh persen.

sumber: cnn health dan daily mail.uk

Komentar