close
Nuga Sehat

Jangan Takut Makan Alpukat, Sehat Kok!

Alpukat? Banyak orang menghindarinya karena takut gemuk akan profil daging buahnya yang lembut. Yang lainnya, tak mau mengasupnya karena terpengaruh mitos “kampungan” berlemak.

Nah keduanya tak punya alasan yang konkret. Kedua alasan itu juga salah besar.

Mengonsumsi alpukat tidak akan meningkatkan jumlah lemak dalam tubuh dan tidak akan membuat tubuh melar.

Yang pasti kandungan lemak buah ini adalah lemak nabati yang baik bagi tubuh.

Selain lemak nabati, sebuah penelitian yang dimuat dalam “Journal of The American Heart Association” mengungkapkan bahwa konsumsi buah ini setiap harinya akan menurunkan kolesterol Anda secara signifikan.

Penelitian ini dilakukan terhadap empat puluh lima orang dewasa yang kelebihan berat badan selama dua minggu. Mereka mengalami kegemukan karena lemak jenuh dan karbohidrat.

Kemudian, mereka pun dialihkan untuk melakukan diet rendah lemak selama lima minggu. Dalam salah satu dietnya, mereka diberikan berbagai lemak sehat seperti minyak bunga matahari dan minyak canola.
Sedangkan yang lainnya mendapatkan mayoritas lemak dari alpukat.

Berbagai macam diet baru ini meningkatkan kolesterol LDL para peserta. Namun, responden yang mengonsumsi alpukat memiliki nasib baik.

Menurut penelitian, kolesterol LDL atau “low density lipoprotein” atau kolesterol jahat mereka akan turun tiga belas poin, dibandingkan dengan orang yang diet rendah lemak atau diet moderat lainnya yang bebas alpukat.

Hal ini disebabkan karena adanya asam lemak tak jenuh di dalam alpukat. Semua sumber asam lemak tak jenuh mampu membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung.

Namun, menurut peneliti, aneka olahan alpukat, misalnya guacamole akan memiliki sifat penurun kolesterol tambahan, misalnya serat dan sterol, ditambah gula yang bisa meningkatkan rasa kenyang.

Hanya saja, ini bukan izin sepenuhnya untuk menyantap alpukat tanpa batas. Dari satu buah menjadi setengah buah per hari. “Makan alpukat setengah buah masih terbukti mengurangi kadar kolesterol total dan LDL,” kata ahli gizi Tina Ruggiero.

Itu tentang alpukat dan kolesterol. Lantas bagaimana dengan alpukat dan kegemukan.

Betulkah alpukat memicu kegemukan?

Situs “huffingtonpost” di laman edisi terbarunya tentang kesehatan menggugah pembaca untuk berpikir ulang memberi tanda “baya “ gemuk kala menasup alpukat

Dan jika Anda termasuk orang yang menghindari alpukat karena takut gemuk, tulis situs terkenal itu, ini saatnya untuk mengubah persepsi tersebut.

Alpukat, menurut hasil penelitian terbaru, ternyata, justru membantu kita tetap langsing dengan cara membuat perut kenyang lebih lama.

Penelitian yang dipublikasikan lewat jurnal “health community,” menunjukkan, mengonsumsi separuh buah alpukat akan mengurangi keinginan ngemil di sore hari.

Kandungan serat dan lemak tak jenuh tunggal yang terdapat dalam alpukat bisa mencegah perut mudah lapar. Jenis lemak ini sebenarnya tidak membuat kita gemuk.

Asam lemak oleat yang terdapat dalam alpukat juga diketahui bisa menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Selain itu buah ini juga kaya akan vitamin A dan C.

“Kandungan serat dan lemak tak jenuh pada alpukat bisa membuat perut terasa kenyang lebih lama,” kata Michelle Wien, peneliti.

Ada banyak cara untuk mengonsumsi alpukat, misalnya saja dcampurkan dalam rotli lapis atau pun sushi. Potongan buah ini juga lezat dicampurkan dalam salad tanpa tambahan dressing. Untuk dijus sebaiknya tanpa tambahan susu kental manis atau sirup.

Alpukat , yang sebelumnya dipercaya sebagai buah yang mengandung lemak dan karbohidrat sehingga kerap ditinggalkan orang yang berdiet, ternyata semuanya tidak benar.

Situs “huffingtonpost,” mengingatkan kembali kepada Anda, betapa alpukat sebagai buah kenikmatan yang bisa mendatangkankan kesehatan.

Dengan mengutip berbagai penelitian “huffingtonpost” menulis fakta dari buah yang banyak tumbuh di daerah berhawa sejuk ini.

Alpukat tulis “huffingtonpost,” adalah jenis berry. Pasti banyak yang tidak tahu bahwa ternyata buah yang terasa sangat padat dan mengenyangkan in ternyata salah satu bagian dari buah berry.

Alpukat lebih lanjut diklasifikasikan sebagai berdaging dan berry daripada buah berbiji.

Alpukat bisa mengandung potasium. Sementara pisang, yang dikenal sebagai buah yang kaya potassium.

Nah bagi yang mau berdiet, jangan terlalu takut mengkonsumsi buah yang satu. Karena ternyata alpukat mengandung protein yang tinggi.

Menurut San Francisco Chronicle, sementara alpukat tidak mengandung setiap asam amino yang diperlukan dalam proses pembentukan tubuh melalui protein, mereka memiliki delapan belas jenis lainnya yang tidak kalah penting.

Plus, semua protein yang tersedia untuk digunakan tubuh, sementara beberapa dari protein yang mungkin Anda tidak dapatkan dari daging.

Tags : slide