Jangan Pernah Takut Mengonsumsi Telur

Penulis: Darmansyah

Selasa, 18 April 2017 | 15:21 WIB

Dibaca: 1 kali

Siapa yang bisa membantah telur bukan makanan yang sangat sehat untuk tubuh.

Untuk Anda tahu, kandungan telur termasuk kaya nutrisi dan protein berkualitas tinggi.

Protein dalam telur dapat membantu membangun dan memelihara otot tubuh dan meningkatkan rasa kenyang.

Kedua peran ini dinilai penting mengendalikan berat badan.

Telur juga sumber makanan dari vitamin D dan kolin nutrisi–zat yang dapat membantu melindungi bayi agar tak lahir cacat.

Kandungan lain, yaitu vitamin A, vitamin B12, riboflavin, dan selenium antioksidan, serta lutein dan zeaxanthin–zat yang menjaga mata tetap sehat.

Sebagian besar kalori, vitamin, dan mineral telur ini ditemukan pada kuning telur, menurut ahli nutrisi Lisa Drayer dalam siaran “live” di CNN hari ini, Selasa, 18 April..

Lantas bagaimana dengan kolesterol dalam telur?

Tak dipungkiri, telur juga tinggi kolesterol, yang juga ditemukan pada kuning telur. Tapi telur juga dinilai rendah lemak jenuh. Oleh karena itu, telur termasuk sehat dan aman dikonsumsi menurut Dietary Guidelines for Americans.

Salah satu penelitian menemukan, konsumsi tinggi dari telur–lebih dari satu telur per hari–tidak terkait peningkatan risiko penyakit jantung koroner atau stroke.

Sebuah studi tahun lalu di Finlandia yang melibatkan lebih dari seribu pria menyimpulkan, telur atau kolesterol pada telur tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit arteri koroner.

Telur dapat memengaruhi kesehatan Anda tergantung bagaimana cara telur disajikan untuk dimakan dan makanan lain yang dikombinasikan dengan telur.

Satu telur rebus yang besar mengandung tujuh puluh satu kalori dan dua gram lemak jenuh.

Telur dadar atau dikenal dengan omelet yang dicampur bayam dan satu kuning telur juga pilihan yang ramping juga sehat.

Jadi untuk bisa bebas menikmatinya, perhatikan bagaimana cara Anda menyajikan telur.

Sekaligus seimbangkan konsumsi telur dengan makanan kaya serat yang sehat lainnya, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Memang sudah sejak lama, banyak anggapan bahwa telur harus dikonsumsi secara hati-hati.

Karena ada anggapan jika terlalu banyak, telur bisa membuat pengonsumsinya memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Hal ini juga yang mendorong banyak orang memilih untuk makan putih telur saja.

Sayangnya, dengan melakukan hal ini Anda justru membuat tubuh kehilangan nutrisi penting.

“Memangkas kolesterol harian hampir tidak relevan ketika berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan tekanan darah yang seimbang dan jantung yang sehat,” ujar Donald K. Layman, Ph.D., profesor emiritus bidang ilmu makanan dan nutrisi manusia di University of Illinois, mengutip Men’s Health.

Selama puluhan tahun, apa yang diketahui para ahli tentang cara mencegah penyakit jantung berasal dari Framingham Studi

Dan, yang dihubungkan dengan kadar kolesterol tinggi berujung pada risiko penyakit jantung dan serangan jantung yang lebih tinggi pula.

Jadi, untuk memangkang kadar kolesterol dalam darah, komunitas medis menyarankan untuk memangkas asupan kolesterol harian.

Namun begini faktanya: “Kurang dari setengah orang pada studi ini yang memiliki penyakit jantung memiliki kadar kolesterol yang tinggi,” ujar Layman. “Kadar kolesterol tinggi bahkan tidak seakurat lemparan koin dalam memprediksi penyakit jantung.”

Kolesterol harian hampir tidak menggerakan jarum kolesterol darah–kecuali pada orang-orang yang memiliki kesulitan untuk mencerna kolesterol harian, ujar Patricia Vassallo, M.D., seorang spesialis jantung di Northwestern Memorial Hospital.

Untuk memperbaiki kadar kolesterol darah agar seimbang, Anda harus berhenti mengonsumsi lemak jenuh, makan lebih banyak asam lemak omega-3, dan konsumsi lebih banyak serat, menurut Mayo Clinic.

Sayangnya bagi para pecinta telur, baru pada dua tahun nlalu-lah Panduan Diet AS berhenti menyarankan untuk memangkas kadar asupan kolesterol.

Jika Anda sehat, Anda tidak perlu makan kolesterol. Ini karena hati sudah siap untuk menyediakan kolesterol yang kurang dalam diet.

Namun tidak ada alasan untuk tidak memakannya–terutama jika itu adalah kuning telur.

Lagi pula, telur adalah sumber protein alami nomor satu. Artinya, tubuh Anda bisa menyerap dan menggunakan protein dari telur secara lebih baik dibanding protein dari sumber makanan lain, ujar Kate Patton, R.D., ahli diet berlisensi di Cleveland Clinic Heart & Vascular Institute.

Satu butir telur akan memberi Anda sekitar enam sampai tujuh gram protein, tergantung ukurannya. Kuning telur khususnya, kaya akan fosfor, zinc, dan vitamin B, kolin, dan antioksidan.

Disatukan, semua nutrisi tadi memberi Anda energi yang lebih baik, inflamasi yang lebih sedikit, lebih gampang menurunkan berat badan, otot lebih, dan otak yang lebih cerdas.

Bahkan, pada studi dua tahun lalu dari Asosiasi Jantung Amerika terhadap mereka yang sudah memiliki penyakit koroner arteri, memakan tiga butir telur setiap hari boleh-boleh saja

Protein, mineral dan vitamin dari telur bukan hanya menyehatkan dan memberi stamina pada tubuh, tapi juga mendukung tampilan kulit sehat dan bersinar.

Protein dari telur memiliki peran penting dalam kesehatan kulit sebagai sumber asam amino. Produksi asam amino yang baik pada akhirnya mendukung pertumbuhan sel-sel kulit baru seperti kolagen dan elastin.

Tak berhenti disitu, asam amino bagi kulit juga berkontribusi untuk mencerahkan warna kulit. Untuk mendapatkan keuntungan ini, disarankan mengonsumsi dua butir yang memberikan dua belas koma enam gram protein untuk tubuh.

Dikutip dari laman Live Strong,  telur yang mengandung vitamin A juga menawarkan kesehatan kulit. Peran vitamin satu ini dapat mengontrol aktivitas gen yang penting bagi perkembangan sel baru, termasuk pertumbuhan jaringan baru yang diperlukan untuk penyembuhan luka.

Mengonsumsi satu atau dua butir telur setiap hari juga mampu mengurangi keringat berlebih pada pria dan wanita. Menurut standar kesehatan International, dua butir telur setiap hari akan memenuhi kebutuhan vitamin A sebesar dua puluh tiga persen.

Komentar