close
Nuga Sehat

Jangan Menyepelekan Khasiat Daun Katuk

Jangan pernah menyepelekan khasiat daun katuk untuk kesehatan.

Ya, katuk, seperti diketahui  merupakan tanaman yang banyak dijumpai di daratan Asia.

Tanaman dengan nama Latin Sauropus androgynus L.Merr. ini dimanfaatkan daunnya sebagai bahan masakan.

Selain itu, ia juga dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah ASI oleh ibu menyusui.

Akan tetapi, daun katuk rupanya punya segudang manfaat, sehingga ia juga baik dikonsumsi orang selain ibu menyusui.

Seperti ditulis oleh banyak media daun katuk bisa menjadi obat antidiabetes

Hamidun Bunawan dari Institute os Systems Biology, Universiti Kebangsaan Malaysia bersama beberapa koleganya menuliskan tentang manfaatnya

Di sini ia menyebut bahwa daun katuk punya sejumlah manfaat, salah satunya sebagai antidabetes.

Mengambil dari riset milik Sai dan Srividya, daun katuk memiliki pengaruh pada kadar gula darah manusia.

Eksperimen menunjukkan pasien diabetes yang mengonsumsi daun katuk memiliki indeks glikemik lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi.

Daun katuk dinilai cukup menjanjikan untuk mengendalikan diabetes.

Daun katuk bisa meningkatkan kualitas sperma

Memiliki anak jadi dambaan mereka yang telah menikah. Namun jika karunia itu belum diperoleh, maka daun katuk sangat direkomendasikan khususnya bagi pria.

Konsumsi daun katuk pada pria dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma.

Ia bisa juga untuk obat flu Dalam  seratus gram daun katuk, terdapat beragam nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh.

Kandungan vitamin C yang kaya mampu memerangi infeksi virus termasuk virus flu.

Selain itu, ia juga mengandung kalsium . Kalsium berfungsi untuk membantu menjaga kesehatan tulang termasuk menjauhkan diri dari risiko osteoporosis.

Biasanya pula, daun katuk dipergunakan untuk mengobati luka

Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Natural Remedies menyebut daun katuk dapat mengobati luka pada permukaan kulit.

Dilansir dari NCBI, sebuah tes dilakukan dengan lima persen ekstrak daun katuk pada luka, baik pada tikus jantan maupun tikus betina.

Studi menemukan bahwa ekstrak daun katuk dapat meningkatkan kontraksi pada luka, menutup luka dan membuat penutup luka lebih kuat.

Beberapa studi  juga membuktikan daun katuk memiliki zat yang berfungsi sebagai antioksidan. Dalam studi yang diterbitkan oleh Food Chemistry, daun katuk disebut memiliki kandungan zat antioksidan yang paling tinggi di antara beberapa sayuran.

Ia memiliki kandungan polifenol, kandungan ion, senyawa untuk memerangi radikal bebas dan kandungan antioksidan lain.

Para ibu hamil tahu betul akan manfaat daun katuk

Selain untuk ibu menyusui, daun katuk juga baik untuk ibu hamil. Ia punya banyak nutrisi termasuk senyawa yang disebut phytochemical.

Sejumlah senyawa ini menstimulasi pertumbuhan hormon steroid yang terdiri dari hormon progesteron, testosteron, estrogen, estradiol dan glukokortiroid serta senyawa eicosanoid atau pengontrol hormon.

Daun katuk juga dapat berfungsi sebagai antiinflamasi atau peradangan.

Sebuah studi melibatkan tikus yang menderita rat paw edema atau pembengkakan.

Studi mengevaluasi efek etanol dan ekstrak pada daun. Etanol pun terbukti punya efek antiinflamasi lebih baik.

Di Amerika bahkan daun katuk dikonsumsi sebagai makanan pelangsing seperti daun katuk goreng, salad, dan minuman banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai obat anti-obesitas.

Berhubung katuk merupakan satu-satunya tanaman lokal yang memiliki kadar klorofil tinggi, maka di dalamnya terkandung antioksidan dalam jumlah besar yang sangat bermanfaat untuk mencegah radikal bebas dan mencegah penuaan dini.

Ia juga berkhasiat untuk menanggulangi penyakit kurang darah (anemia), meningkatkan efisiensi absorsi saluran pencernaan, mengecegah kelelahan, dan menghambat terjadinya penyakit kronis pembuluh darah.