Jangan Pernah Mengabaikan Diabetes

Penulis: Darmansyah

Jumat, 20 Juli 2018 | 08:51 WIB

Dibaca: 1 kali

Diabetes merupakan penyakit yang tidak menular namun akan sangat fatal jika mengabaikannya.

Federasi Diabetes Internasional  mengungkapkan jumlah penderita diabetes terus meningkat

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang menyita perhatian banyak orang, termasuk pemerintah.

Penting sekali melakukan pengendalian faktor risiko diabetes melalui upaya promotif dan preventif

Kadar gula darah atau dikenal dengan glukosa yang normal merupakan bahan bakar yang sangat berarti untuk sel-sel yang ada di dalam tubuh.

Kadar gula darah (glukosa) yang normal merupakan bahan bakar yang sangat berarti untuk sel-sel yang ada di dalam tubuh.

Kadar gula darah juga akan menjadi racun jika tingkatannya menjadi tinggi. Kadar gula yang tinggi secara perlahan akan mengikis sel-sel di pankreas.

Pengikisan yang terus menerus akan menghasilkan insulin yang tinggi. Seiring waktu, pankreas akan rusak secara permanen.

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan perubahan yang mengarah pada pengerasan pembuluh darah atau sering disebut aterosklerosis.

Pembuluh darah yang rusak akan menyebabkan penyakit komplikasi seperti; gagal ginjal, stroke, serangan jantung, kebutaan, sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Pembuluh darah yang rusak juga akan akibatkan disfungsi ereksi, kerusakan saraf atau neuropati yang menyebabkan kesemutan pada kaki dan tangan.

Rusaknya pembuluh darah juga membuat sirkulasi darah yang buruk ke kaki, penyembuhan luka yang lambat yang terkadang berpotensi amputasi.

Penting sekaoli untuk menjaga kadar gula darah Anda mendekati normal untuk menghindari banyak komplikasi ini.

Ketika Anda menderita diabetes, kadar gula darah Anda mungkin selalu tinggi. Seiring waktu, tingkat gula darah yang tinggi ini tentunya jika diabaikan akan menyebabkan penyakit-penyakit lain dan merusak tubuh Anda.

Kadar gula cenderung paling rendah sebelum makan pada siang hari. Tingkatan kadar gula darah rendah tentunya bervariasi.

Beberapa orang mungkin akan berada di tingkat lebih rendah. Tetapi, untuk kebanyakan orang, kadar glukosa tidak akan pernah turun di bawah enam puluh0, bahkan dengan puasa yang berkepanjangan.

Ketika Anda diet atau berpuasa, hati akan bekerja untuk menjaga kadar normal glukosa dengan mengubah lemak dan otot menjadi gula.

Dokter akan melakukan beberapa tes berikut ini untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes:

Pertama tes glukosa plasma puasa Dokter akan menguji kadar gula darah Anda setelah berpuasa selama 8 jam dan akan berada pada level lebih tinggi dari 1batasan normal

Tes glukosa oral Setelah berpuasa selama delapan jam, Anda akan mendapat minuman manis khusus. Dua jam kemudian kadar gula darah Anda akan lebih tinggi dari dua ratus

Cek acak Dokter akan menguji gula darah Anda yang berada pada level lebih tinggi dari dua ratus

Kemungkinan Anda lebih banyak kencing, selalu merasa haus, dan berat badan Anda naik atau turun dalam jumlah yang signifikan.

Kemudian, dokter akan melakukan tes kadar gula puasa atau tes glukosa oral untuk memastikan diagnosis.

Tingkat yang lebih tinggi dari normal, tetapi tidak mencapai titik diabetes penuh, disebut prediabetes.

Menurut American Diabetes Association, delapan puluh enam juta orang di Amerika akan mengalami kondisi ini yang nantinya dapat menyebabkan diabetes jika mereka tidak menerapkan gaya hidup sehat yang direkomendasikan dokter.

Hal ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung, meskipun tidak sebanyak diabetes. Cara untuk mencegah diabetes menjadi prediabetes dapat dilakukan dengan diet dan olahraga.

Komentar