Jangan Percaya Kopi Turunkan Berat Badan

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 Juli 2018 | 10:08 WIB

Dibaca: 2 kali

Kafein bias menurunkan berat badan?

Wuah, jangan percaya itu.

Ya, kini banyak beredar berita bahwa suplemen diet mengklaim kafein dapat membantu menurunkan berat badan dengan mengurangi nafsu makan dan mempercepat metabolisme.

Namun, temuan berdasar bukti ilmiah menyebut itu hanya mitos belaka.

Studi yang baru diterbitkan dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics,  menegaskan kafein tidak memiliki efek dalam penurunan berat badan.

Ahli melibatkan lima puluh orang dewasa berusia delapan belas hingga lima puluh tahun dalam penelitian.

Semua peserta diminta datang ke laboratorium seminggu sekali selama tiga minggu berturut-turut di pagi hari untuk meminum jus dengan kandungan kafein rendah, kandungan kafein tinggi, dan minuman plasebo yang tidak mengandung kafein.

Saat minuman diberikan, ahli merahasiakan jenis minuman apa yang diberikan kepada peserta, yang jelas semua peserta menerima ketiga minuman tersebut.

Tak hanya diberi jus, peserta juga diminta untuk sarapan yang telah disediakan dalam bentuk prasmanan.

Semua peserta dibebaskan mengonsumsi apapun yang mereka inginkan.

Setelah pulang, peserta diminta mendokumentasikan apa yang mereka makan sepanjang sisa hari menggunakan alat online.

Mereka juga diminta mencatat tingkat nafsu makan sepanjang hari.

Hasilnya, saat peserta meminum jus dengan kafein dosis rendah, mereka mengonsumsi makanan sepuluh persen lebih sedikit dibanding saat mereka meminum jus yang bebas kafein atau saat meminum jus dengan kadar kafein tinggi.

Saat minum jus dengan kadar kafein rendah, rata-rata peserta mengonsumsi sekitar enam ratus sepuluh kalori.

Sementara saat minum jus bebas kafein, rata-rata peserta mengonsumsi tujuh ratus dua puluh satu kalori.

Terakhir, saat minum jus dengan kadar kafein dosis tinggi, mereka mengonsumsi sekitar tujuh ratus lima belas kalori.

Selain itu, tidak ada satupun peserta yang melaporkan nafsu makan mereka saat sarapan berubah.

Ahli pun tidak menemukan perbedaan signifikan terkait nafsu makan atau jumlah makanan yang dimakan sepanjang hari, setelah peserta pulang dari laboratorium. Terpenting, indeks massa tubuh para peserta tidak berubah.

Menurut ahli, kafein yang baru saja diminum mungkin memiliki dampak kecil pada asupan makanan.

Namun, efek itu tidak bertahan lama dan cepat hilang. “Studi ini menunjukkan kafein memiliki efek sementara asupan makanan.

Artinya, kafein tidak efektif menekan nafsu makan,” tulis para peneliti dalam laporannya dilansir Live Science

“Studi ini menyarankan agar lebih mengutamakan mengatur pola makan yang baik dibanding tergantung pada suplemen penurun berat badan yang tidak diseimbangi dengan praktik,” kata rekan studi Carol DeNysschen, ketua Departemen Kesehatan, Nutrisi, dan Diet di SUNY Buffalo State College

Sementara itu, sebuah penelitian lainnya mengungkapkan kopi dapat membuat hidup lebih lama, terutama bagi yang rutin minum kopi setiap hari.

Dalam makalah yang terbit di jurnal JAMA Internal Medicine,  minum kopi dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih rendah.

Kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti dari National Cancer Institute memeriksa empat ratusan ribu data kependudukan dan kesehatan warga Inggris, Skotlandia, dan Wales

Data yang diamati selama satu dekade menunjukkan tiga perempat peserta merupakan peminum kopi.

“Kami menemukan, orang yang minum dua sampai tiga cangkir kopi setiap hari memiliki dua belas2 persen risiko kematian yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum kopi,” kata Erikka Loftfield, dilansir NPR

Erikka mengatakan, manfaat tetap dirasakan bagi peminum kopi bubuk dan instan, juga kopi dengan atau tanpa kafein.

Selama  sepuluh tahun penelitian, ada empat belas ribuanm peserta yang meninggal dunia.

Mereka menemukan kematian yang disebabkan penyakit, termasuk kanker dan penyakit kardiovaskular terus menurun selagi konsumsi kopi meningkat.

Lalu, apakah dengan penelitian ini artinya seseorang harus mengonsumsi lebih banyak kopi? Erikka tegas menjawab tidak.

“Fokus studi ini adalah memberikan kepastian bagi peminum kopi, bukan panduan. Kesimpulan ini tidak mengharuskan orang untuk memulai terbiasa minum kopi demi kesehatan,” katanya dilansir The New York Times,

Kopi, biji kaya nutrisi dan segudang manfaatnya “Biji kopi penuh dengan berbagai nutrisi dan phyto-kimia.” kata ahli nutrisi Walter Willet dari Harvard School of Public Health kepada NPR

Senyawa yang terkandung di dalamnya meliputi lignan, magnesium, dan beberapa di antaranya dapat membantu mengurangi resistensi insulin dan peradangan.

“Kopi, memiliki ribuan senyawa kimia termasuk sejumlah senyawa yang kaya akan antioksidan seperti polifenol,” ujar Christopher Gardner, ahli nutrisi di Stanford Prevention Research Center.

Gardner mengatakan, saat ini ada banyak bukti ilmiah yang mendukung gagasan bahwa kopi baik dijadikan menu sehat dalam diet kita.

Komentar