Jangan Percaya Diet “Label” Menarik

Penulis: Darmansyah

Kamis, 18 Juni 2015 | 09:39 WIB

Dibaca: 0 kali

“Jangan percaya dengan diet yang berlabel menari,” tulis laman situs “shine” tentang maraknya program diet secara global dan menjebak banyak orang untuk memilihnya karena diembel-embeli retorika yang salah kaprah.

Menurut “shine” memilih dan menjalani diet yang disuka untuk membantu penurunan berat badan nampaknya tidak pernah memberi efek yang berarti.

“Memang ada penurunan, hasilnya ternyata hampir sama dengan mereka yang menjalani diet yang diberikan secara acak,” tulis “shine” memberi peringatan..

Ditulis laman situs kesehatan kritis itu, banyak ahli merekomendasikan untuk memilih rencana diet yang terlihat menarik. Dan berdasarkan studi kecil yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan, kalau hasil yang diperoleh cenderung sama seperti halnya ketika diminta untuk diet yang bukan menjadi pilihannya.

Sumber “shine” untuk mengkritisi diet menarik ini, Dr. William S. Yancy, Jr., yang juga penulis utama penelitian dari Durham VA Medical Center, Carolina Utara, menjelaskan dengan membolehkan orang-orang untuk memilih dietnya, tidak memberikan perbedaan besar secara klinis.

Bersama rekannya, Dr. Yancy melakukan penelitian terhadap orang dewasa gemuk, yang seperempatnya perempuan, dalam dua kelompok.

Partisipan dari satu kelompok, diperbolehkan memilih salah satu dari dua diet pilihan yang disukai, diet rendah karbohidrat atau rendah lemak.

Sebelumnya, mereka mengisi kuesioner tentang frekuensi makanan untuk kemudian oleh periset dijelaskan hasil yang diperoleh mengindikasikan pilihan untuk tinggi protein atau tinggi karbohidrat serta gula.

Mereka, bila menginginkan, juga diperbolehkan mengubah dietnya setelah tiga bulan.

Sementara dalam kelompok pembanding, mereka secara acak diminta untuk menjalani satu diet, terlepas dari makanan yang disukai. Mereka juga tidak memiliki pilihan untuk mengganti rencana dietnya itu.

Selama empat puluh delapan pekan, partisipan menggunakan buku serta informasi cetak, juga telepon dan konseling kelompok, dalam menjalani diet masing-masing.

Mereka yang berada di diet rendah karbohidrat membatasi asupan karbohidratnya hingga dua puluh gram per hari dan tidak membatasi kalori.

Untuk responden yang ada dalam diet rendah lemak, membatasi lemaknya hingga tiga puluh persen dari asupan kalori harian.

“Secara intuitif, terang Dr. Yancy, hal ini cukup masuk akal. Bila orang memilih untuk menyantap makanan yang disuka, mereka memiliki kemungkinan menyantap lebih banyak.

Secara umum, menghindari penekanan atas rendah lemak atau karbohidrat dan memfokuskan pada makanan sehat seperti buah, sayur, daging tanpa lemak, mempraktikkan sejumlah pembatasan kalori bersamaan dengan melakukan olah raga moderat serta menemukan pasangan atau komunitas dengan target penurunan berat badan, akan menambah peluang keberhasilan dari upaya menjadi langsing.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa untuk benar-benar menurunkan berat badan, Anda harus membuat perubahan dalam diet. Dan perubahan tersebut, bisa jadi tidak selalu yang Anda suka.

Ada banyak metode diet yang bisa kita ikuti, bisa berdasarkan testimoni teman yang sudah berhasil, mengikuti cara diet ala selebriti, atau memilih diet yang paling efektif secara ilmiah.

Sebuah penelitian lainnya di Johns Hopkins University menunjukkan bahwa hanya ada dua program diet komersil yang dinilai efektif, yakni Jenny Craig dan Weight Watchers. Berdasarkan data substansial kedua metode itu lebih efektif.

Berat badan berlebih saat ini menjadi masalah di banyak negara, bukan hanya di negara maju, tetapi juga negara-negara berkembang. Keinginan untuk mencari metode diet yang paling efektif untuk melawan epidemi kegemukan pun terus dilakukan.

Para peneliti menguji ribuan program diet komersial untuk mencari bukti kuat terkait efektivitasnya.

Program diet komersil berarti kita mendaftar pada satu program, biasanya ke dokter ahli gizi atau klinik pelangsingan. Lewat program ini kita akan diberikan sesi konsultasi, petunjuk pola makan, dan pemantauan program yang dijalankan.

Di akhir tahun lalu, para peneliti hanya menemukan beberapa program yang memenuhi ‘standar emas’ ilmiah dalam uji coba atau percobaan klinis secara acak.

Sebelumnya hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan program penurunan berat badan mana yang lebih efektif dalam menjaga berat badan setelah satu tahun dilakukan dibandingkan jika seseorang mencoba menurunkan berat badan sendiri atau bantuan di luar sesi diet.

Sementara beberapa program, seperti NutriSystem, menunjukkan hasil menjanjikan terkait potensi mempertahankan berat badan, data tindak lanjutnya tidak ada. Hanya dua program yang memiliki dukungan ‘standar emas’, yakni Jenny Craig dan Weight Watchers.

“Sementara banyak orang mungkin menganggap jumlah ini sedikit, tetapi sebenarnya memenuhi tujuan penurunan berat badan, yakni mencapai tiga sampai kehilangan lima persen dari berat awal Anda yang direkomendasikan oleh pedoman baru-baru ini,” lanjutnya.

Dua program diet tersebut dianggap memiliki intensitas tinggi dan berimbang. Setara dengan NutriSystem, Jenny Craig dan Weights Watchers dinilai hampir sama, baik dalam dalam penetapan tujuan, kontrol diri, informasi nutrisi, dan konseling.

Gudzune berharap, penelitian ini dapat memicu lebih banyak penelitian terhadap sistem penurunan berat badan komersil, yang bisa membantu dokter dan ahli gizi untuk memberi saran lebih efektif dalam menangkal obesitas.

Komentar