Jangan Abaikan Tekenan Darah Rendah

Penulis: Darmansyah

Jumat, 2 Maret 2018 | 10:26 WIB

Dibaca: 1 kali

Jangan pernah menanggap enteng tekanan darah rendah.

Anda harus tahu gejala awalnya untuk kemudian mencari pilihan untuk penhyembuhannya.

Dan  apakah Anda pernah merasa penglihatan berkunang-kunang, konsentrasi berkurang, pucat, pusing, bahkan pingsan?

Nah, itu bisa jadi itu adalah gejala tekanan darah rendah atau hipotensi.

Tekanan darah dikatakan rendah ketika kurang dari sembilan puluh millimeter per hour pada sistolik atau enam puluh lmili meter haour gram pada diastolik

Anda akan merasa pusing dan bahkan pingsan karena otak tidak mendapat cukup pasokan darah.

Penyebab dari kondisi ini bisa bermacam-macam.

Berikut adalah jenis hipotensi berdasarkan penyebab terjadinya:

Hipotensi ortostatik merupakan turunnya tekanan darah ketika Anda berubah posisi, misalnya tiba-tiba bangun dari posisi duduk atau tidur, ke posisi berdiri.

Penurunan tekanan darah biasanya ditandai dengan penglihatan yang berkunang-kunang serta menurunnya keseimbangan tubuh, sehingga berisiko terjatuh dan pingsan.

Umumnya, hipotensi jenis ini dialami orang berusia di atas enam puluh lima tahun.

Hipotensi postprandial adalah penurunan tekanan darah dalam dua jam setelah makan.

Jenis hipotensi ini juga umum dialami orang lanjut usia, terutama mereka yang mengidap penyakit Parkinson atau kelainan pada sistem saraf otonom.

Penyebabnya memang belum dapat dipastikan, tetapi bisa jadi berkaitan dengan karbohidrat yang tinggi.

Hipotensi jenis ini terjadi ketika seseorang berdiri terlalu lama. Anak-anak lebih sering mengalami hipotensi jenis ini daripada orang dewasa, misalnya berdiri lama saat upacara.

Rasa sakit juga dapat menjadi penyebabnya. Jika pingsan, penderita hipotensi vasovagal umumnya akan sadar kembali dalam waktu singkat.

Yaitu hipotensi yang terjadi ketika organ tubuh Anda tidak mendapat pasokan darah dan oksigen yang cukup secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan syok karena berbagai penyebab, seperti infeksi berat, pendarahan jumlah besar dalam waktu singkat, serangan jantung, dehidrasi atau reaksi alergi anafilaksis.

Jenis ini adalah hipotensi yang disebabkan oleh kondisi yang bersifat menahun atau kronis, seperti penyakit Addison dan gagal jantung.

Selain hal-hal di atas, hipotensi juga bisa disebabkan oleh anemia, hipotiroidisme, dehidrasi, atau efek samping obat-obatan seperti obat antihipertensi.

Selain itu, kondisi hamil dan gangguan ritme jantung juga bisa menjadi penyebab darah rendah.

Cara penanganan tekanan darah rendah tergantung pada penyebab dasarnya.

Misalnya, jika penyebabnya adalah gagal jantung, maka diperlukan penanganan secara medis dan perubahan gaya hidup agar terhindar dari hipotensi.

Jika disebabkan oleh efek samping obat, maka Anda bisa meminta dokter untuk mengganti obatnya. Hipotensi secara umum dapat ditangani dengan  mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan garam karena sodium bisa menaikkan tekanan darah.

Khusus untuk Anda yang berusia lanjut, konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum menambahkan garam di dalam diet sehari-hari.

Selain itu minum air putih lebih banyak untuk meningkatkan volume darah dan mencegah dehidrasi yang bisa menyebabkan hipotensi.

Dan tidak mengubah posisi tubuh dengan tiba-tiba, dan tidak berdiri terlalu lama.

Jika hipotensi menyebabkan gejala-gejala yang cukup mengganggu dan tidak dapat ditangani dengan cara-cara di atas, maka Anda bisa meminta resep dari dokter untuk meningkatkan tekanan darah.

Contoh obat yang biasa diberikan adalah midodrine dan fludrocortisone.

Segeralah periksakan diri Anda ke dokter apabila mengalami gejala tekanan darah rendah yang disertai keluhan lain, seperti sakit pada bagian dada, demam, denyut jantung tidak beraturan, napas pendek, atau pingsan.

 

Komentar