close
Nuga Sehat

Jangan Lebih Empat Gelas Kopi Sehari

“Everidayhealt,” situs kesehatan dengan jurnal-jurnalnya yang menarik, kembali membuat “keder” pengasup kopi, lewat sebuah artikel terbarunya, tentang” penggila” kopi. Dalam artikel dengan judul, “Kopi dan Kematian,” laman kesehatan itu mengingatkan besarnya resiko kematian bila minum kopi lebih dari empat sehari.

Sebuah studi baru dari jurnal Mayo Clinic Proceedings menemukan, orang yang berusia di bawah 55 tahun yang minum empat atau lebih cangkir kopi perhari memiliki risiko kematian 50 persen lebih besar daripada mereka yang tidak. Itu sebabnya, sebaiknya Anda mulai membatasi jumlah cangkir kopi yang diminum setiap hari.

Peneltian itu tidak “mengharamkan” minum kopi setiap hari. Yang mereka haramkan adalah minum kopi melebihi takaran empat gelas sehari.

Banyak orang yang memiliki kebiasaan minum kopi di pagi hari. Kebiasaan itu tidak salah. Justru baik untuk membangkitkan semangat dan mengusir kantuk. Bahkan minum kopi juga memiliki banyak manfaat antara lain, baik untuk kesehatan jantung, mengurangi risiko kanker payudara, penyakit Parkinson, dan depresi.

Hanya saja, jika diminum dalam jumlah berlebihan, kopi bisa meningkatkan risiko kematian, terutama bagi mereka yang berusia muda.
Para peneliti menganalisa data dari sekitar 43.000 peserta. Mereka meminta peserta untuk menjawab kuesioner yang berisi gaya hidup dan riwayat kesehatan keluarga di antara tahun 1979 dan 1998. Setelah diikuti 17 tahun kemudian, 2.512 dari peserta meninggal dunia. Studi menemukan, peserta yang merupakan peminum berat kopi cenderung untuk meninggal lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak.

Ketua studi Junxiu Liu, peneliti dari departemen biostatistik dan epidemiologi di University of South Carolina mengatakan, ada hubungan positif antara konsumsi kopi berlebihan dengan kematian pada populasi pria dan wanita yang berusia lebih muda dari 55 tahun. Sedangkan bagi mereka dengan usia lebih dari 55 tahun, hubungan ini tidak terlalu signifikan pada kedua gender.

Para peneliti belum dapat menemukan alasan mengapa hubungan tersebut tidak signifikan pada mereka yang berusia tua. Namun Rebecca Solomon, ahli gizi klinik dari Mount Sinai Medical Center New York berpendapat, peminum berat kopi usia muda umumnya juga melakukan kebiasaan negatif lainnya sehingga dampaknya lebih nyata pada kesehatan mereka.

“Peminum berat kopi cenderung juga merokok dan minum alkohol. Selain itu, kafein dalam kopi dapat membuat dehidrasi. Jika mereka tidak minum cukup air, maka dampaknya akan buruk,” tuturnya.

Selain itu, imbuhnya, orang yang minum 28 cangkir kopi setiap minggunya juga cenderung memiliki kebiasaan tidur yang tidak sehat. Padahal banyak studi membuktikan, kurang tidur memberikan dampak buruk seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, dan gangguan kesehatan lain.

“Kafein termasuk obat yang jika dikonsumsi berlebihan dapat memberikan efek negatif,” tandasnya.

Solomon menyarankan, pengurangan konsumsi kopi perlu dilakukan secara bertahap. Jika terbiasa minum empat hingga lebih cangkir, kurangi menjadi tiga. Setelah cukup terbiasa, kurangi lagi menjadi dua, dan seterusnya. Pengurangan mendadak akan mengakibatkan pusing yang berlebihan.

Memang banyak orang yang bisa menghindar dari kopi. Minuman ini mendapatkan popularitas karena efeknya yang menunda kantuk, memberikan rasa senang dan bersemangat serta membangkitkan vitalitas peminumnya.
Sesuatu yang amat dicari di tengah deru kehidupan serba cepat. Ini disebabkan oleh efek kafein pada reticular ascending system dan reseptor adenosine. Adenosine adalah zat yang menyebabkan kantuk. Dengan memblokir reseptornya, tubuh tidak bisa membaca adanya adenosine sehingga mengahalangi kantuk.

Tapi perlu ditekankan kafein hanya menunda kantuk tanpa mengembalikan kemampuan otak. Otak yang sudah lelah tetap akan melambat!

Kadar kafein mencapai puncaknya dalam 30-60 menit setelah dikonsumsi. Kadarnya akan tetap tinggi dalam darah selama 3 hingga 5 jam. Dosis setara dengan secangkir kopi (30-150mg) yang dikonsumsi sebelum tidur dapat memperpanjang waktu yang diperlukan untuk tidur dan juga mengganggu proses tidur itu sendiri. Gangguan proses tidur akibat kafein adalah buruknya kualitas tidur akibat tahapan tidur dalam (stage N3 sleep) yang memendek.

Padahal tahap tidur dalam, sering juga disebut restorative sleep, adalah tahapan tidur penting dimana tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan yang berfungsi dalam perbaikan sel-sel tubuh yang rusak. Pada beberapa orang yang sensitif terhadap kafein, dengan konsumsi kopi di pagi hari sudah dapat mengganggu proses tidur di malam harinya.

Kafein dosis tinggi (> 6 cangkir kopi) dalam sehari dapat memperlambat metabolisme kopi sehingga kadarnya tetap tinggi di otak selama 9 hingga 15 jam. Sementara dengan dosis luar biasa, 100 cangkir (10 gram) sehari dapat menyebabkan kematian.

Dari sisi kesehatan tidur, bukan hanya dosis konsumsi yang harus diperhatikan. Jauh lebih penting memperhatikan jadwal konsumsinya. Disarankan, agar tak mengganggu proses tidur (termasuk kualitas tidur) konsumsi kafein terakhir adalah 12 jam sebelum tidur.