Jangan Abaikan, Sarapan Itu Bikin Sehat

Penulis: Darmansyah

Senin, 28 Agustus 2017 | 08:15 WIB

Dibaca: 1 kali

Banyak orang yang menghindari makan nasi atau karbohidrat lainnya ketika sarapan pagi.

Dan apakah Anda termasuk salah seorangnya?

Bila Anda benar-benar menghindari makan semua jenis karbohidrat saat sarapan, maka bukannya diet jadi berhasil, malah Anda akan merasa kelelahan dan tidak enak badan sepanjang hari.

Pasalnya, karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh agar berfungsi normal

Jika Anda membiarkan tubuh berpuasa karbohidrat semenjak pagi hari – apalagi setelah semalaman perut kosong – maka tubuh tidak akan mendapat energi untuk beraktivitas secara optimal.

Tak hanya absen makan nasi atau sumber karbohidrat lain bikin Anda tak bersemangat menjalani hari, kebiasaan ini justru akan merusak program diet Anda.

Telah dibuktikan bahwa sengaja melaparkan diri saat diet justru bikin Anda tambah sulit menurunkan berat badan.

Untuk mencegah kelaparan saat diet, tubuh akan menghemat energi yang dipakai dengan cara mengurangi jumlah kalori yang dibakar.

Tubuh akhirnya memilih untuk menggunakan energi dari otot sehingga massa otot pun turun. Akibatnya, metabolisme Anda ikut melambat.

Semakin Anda membatasi asupan makanan harian, semakin sedikit kalori yang dikeluarkan oleh tubuh. Ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk melindungi Anda dari kelaparan.

Mode kelaparan bisa terjadi ketika tubuh sangat sedikit menerima kalori dalam jangka panjang.

Akibatnya, tubuh akan membatasi pembakaran kalori dan penurunan berat badan pun sulit terjadi.

Banyak yang berkilah bahwa tak perlu makan karbo saat sedang diet karena kita masih punya energi cadangan dari lemak tubuh. Ini ada benarnya.

Ketika Anda melewatkan asupan karbohidrat yang merupakan sumber energi utama, tubuh akan langsung mengambil lemak-lemak cadangan.

Sebagian orang menganggap bahwa hal ini adalah hal baik dan dapat membuat tumpukan lemak berkurang.

Tetapi, sayangnya proses ini akan menghasilkan zat yang dinamakan dengan keton. Zat ini akan dihasilkan ketika tubuh tak mendapatkan gula dari makanan.

Saat tubuh terlalu banyak menghasilkan keton, darah Anda akan menjadi asam kemudian terjadi ketoasidosis.

Kondisi ini akan menimbulkan berbagai gejala seperti merasa harus terus, kelelahan, pusing, dan buang air kecil terus-terusan.

Jadi sebaiknya jangan menghindari makan nasi atau karbohidrat lainnya ketika sarapan, sebab tubuh Anda membutuhkannya untuk menghasilkan energi.

Pada orang yang sehat, total kebutuhan karbohidrat dalam sehari yaitu sekitar empat puluh lima hingga enam puluh persendari kebutuhan kalori total.

Sementara, untuk sarapan Anda bisa mengambil jatah dua puluh persennya.

Kebutuhan karbohidrat itu setara dengan setengah hingga satu porsi nasi, atau dua helai roti tawar.

Jadi, jangan takut gendut atau berat badan naik. Jika memang Anda makan nasi atau karbohidrat lainnya sesuai dengan kebutuhan, maka berat badan Anda akan stabil. Jangan lupa juga, untuk mengonsumsi jenis karbohidrat yang tepat.

Pilih karbohidrat yang kompleks seperti makanan pokok dan hindari karbohidrat seperti gula yang tidak akan membuat Anda kenyang.

Selain energi, menu sarapan juga sebaiknya mengandung zat gizi lain seperti vitamin, mineral, asam lemak hingga kalsium.

Semua zat gizi itu bisa didapat ketika sarapan. misal seperti asam lemak esensial bagus untuk perkembangan pertumbuhan otak. Kemudian kalsium juga memiliki manfaat penting untuk tubuh.

Lantas, bagaimana menu sarapan yang tepat?

Gizi seimbang harus diperhatikan. Porsi dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin hingga mineral harus cukup.

Sementara itu bila mengonsumsi sereal, maka harus ditambah dengan buah dan susu.

Komentar