Istirahat? Maksimalkan dengan Sosialisasi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 4 Agustus 2017 | 15:08 WIB

Dibaca: 1 kali

Laman situs “lifehack,” hari ini, Jumat, 04 Agustus,  mengingat setiap orang untuk memanfaatkan waktu istirahatnya dengan baik.

“Jangan menyia-nyiakan waktu istirahat Anda,” tulis laman “lifestyle” itu

Tulisan itu mengungkapkan, kebanyakan orang melakukan istirahat dengan bersantai di sofa, tidak melakukan pekerjaan rumah, atau berbaring di tempat tidur sambil bermain gadget.

Namun, model istirahat seperti itu justru tidak menghilangkan rasa lelah.

Walau aktivitas tersebut membuat postur tubuh rileks, tetapi tidak dengan pikiran kita. Istirahat adalah aktivitas yang juga melibatkan mental, bukan hanya fisik saja.

Jika Anda melakukan kegiatan-kegiatan seperti bermain gadget atau menonton televisi saat beristirahat, Anda hanya merangsang aktivitas mental yang kontraproduktif untuk beristirahat.

Melakukan sebuah kegiatan tanpa disadari, misalnya hanya iseng menonton televisi atau mengamati lini masa di media sosial, bukanlah sesuatu yang tidak kita pikirkan.

Otak kita akan tetap memproses semua yang dilakukan dan juga mempersiapkan diri kita untuk bersosialiasi.

Kegiatan “istirahat” semacam itu adalah jalan cepat menuju kelelahan. Kita pun sulit mendapatkan istirahat yang berkualitas.

Penelitian membuktikan, otak butuh sesuatu untuk fokus agar bisa mencapai tahap istirahat. Otak butuh sebuah tujuan.

Istirahat adalah aktivitas dan bukan keadaan tidak melakukan apa-apa.

Jika Anda bekerja lama di depan komputer, setelah beberapa jam beralihlah ke tugas yang lebih butuh fisik, atau berjalan-jalan di sekitar kantor.

Jika Anda mengerjakan proyek yang sangat teknis dan detail, cobalah mengerjakan sesuatu yang membutuhkan sedikit kreativitas.

Bila Anda seharian harus meeting atau melakukan presentasi, setelah selesai cari waktu untuk sendirian.

Misalnya melakukan sesuatu di ruangan Anda untuk membuat pengaturan menu bekal sekolah anak tanpa diganggu

Otak selalu butuh dan menyukai fokus. Melakukan peralihan dua kegiatan yang berbeda akan membuat otak lebih rileks sehingga kita pun bisa memulihkan energi.

Penelitian menunjukkan bahwa latihan olahraga ringan secara teratur adalah salah satu obat terbaik bagi mereka yang kelelahan.

Gerakan olahraga ringan akan menurunkan stres, meningkatkan produktivitas, dan secara umum akan memperlancara sirkulasi darah.

Fakta ini berlaku bagi mereka yang memiliki pekerjaan yang tidak banyak

Jika Anda adalah orang yang bekerja di sebuah bilik kecil menghadap layar komputer selama seharian penuh, latihan ringan seperti menggerak-gerakan kaki, kepala, dan leher, bisa mengurangi rasa lelah

Lantas kegiatan apa yang mampu mengusir kelelahan emosional saat bekerja.

Menurut tulisan terbaru di laman “news health com,”pekerjaan apapun pasti terkadang memberikan Anda rasa lelah secara emosional hingga mengerjakan tugas yang mudah saja membuat Anda jengah.

Stres dalam menghadapi pekerjaan semacam ini harus dihilangkan, sebab tidak hanya dapat mengganggu kinerja Anda di kantor namun juga kesehatan emosional Anda.

Perasaan stres tersebut dapat didefinisikan sebagai perasaan yang timbul ketika Anda tidak bisa mengerjakan beban pekerjaan yang tinggi sehingga menyebabkan Anda frustrasi.

Sebuah studi teranyar yang dilakukan di Australia menemukan bahwa stres karena pekerjaan pada dasarnya dapat dihindari dengan olahraga, seperti misalnya lari.

Dalam studi tersebut, para pria dan wanita yang tidak aktif berolahraga berpartisipasi dalam latihan cardio dan weight training selama empat minggu dengan waktu minimal latihan adalah tiga kali sesi 30 menit setiap minggu.

Selain itu, mereka juga diteliti ketika tetap memilih untuk tidak berolahraga.

Sebelum dan sesudah latihan selama empat minggu tersebut, para peneliti melakukan tiga tes berbeda untuk mengetahui perubahan suasana hati para partisipan.

Hasilnya, para partisipan yang mengikuti progran latihan merasa lebih dapat mencapai hasil dari apa yang mereka lakukan setelah empat minggu.

Selain itu, mereka juga melaporkan tidak merasakan adanya stres dan tekanan mental, kelelahan emosional, maupun stres.

Meskipun demikian, hal ini ternyata tidak dirasakan oleh para partisipan yang tak berolahraga.

“Olahraga memiliki potensi sebagai intervensi stres yang efektif.

Organisasi yang ingin secara proaktif menurunkan tingkat stres di tempat kerja dapat meyakinkan para karyawannya untuk melakukan program latihan secara teratur,” tulis para peneliti dari University of New England, Australia dalam laporan tertulis.

Nah, apabila Anda merasa jenuh dan jengah terhadap pekerjaan atau merasakan ketegangan yang konstan setiap kali melakukan pekerjaan, pertimbangkanlah untuk berolahraga seperti latihan cardio atau angkat beban.

Selain membuat tubuh semakin bugar, Anda pun dapat merasa segar dan suasana hati pun akan membaik.

Komentar