Ini Penyebab Lelah Kala Bangun Pagi Hari

Penulis: Darmansyah

Rabu, 31 Januari 2018 | 15:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah Anda termasuk salah seorang yang merasa lelah kala bangun pagi?

Jika Anda merasa sudah tidur nyenyak selama delapan jam namun masih merasa lelah saat bangun tidur, ini mungkin disebabkan oleh pola tidur Anda yang berantakan.

Pasalnya, tubuh sudah punya alarmnya sendiri yang disebut ritme sirkadian.

Ritme sirkadian mengatur setiap aspek kehidupan kita dari dalam, terutama membantu tubuh Anda mengetahui kapan harus bangun tidur dan pergi tidur.

Cara kerja ritme sirkadian mengikuti pola perubahan kebiasaan, aktivitas fisik, mental, perilaku, bahkan hingga kondisi cahaya lingkungan Anda dalam siklus dua puluh empat jam.

Jam biologis tubuh ini juga membantu mengatur produksi hormon, suhu tubuh, dan berbagai fungsi tubuh lainnya.

Tidur adalah cara bagi jam sirkadian tubuh untuk mengatur ulang secara otomatis. Suasana redup dan cuaca dingin di malam hari akan memicu otak untuk melepas dua hormon pemicu ngantuk, yaitu melatonin dan adenosin, untuk menandakan bahwa saat ini waktunya Anda tidur.

Kedua hormon ini akan terus diproduksi sepanjang malam untuk menjaga Anda tetap terlelap, dan biasanya mulai berhenti diproduksi sekitar pukul enam hingga delapan pagi.

Di sisi lain, ada banyak hal yang dapat mengubah kerja ritme sirkadian. Salah satunya yang paling umum adalah kebiasaan tidur yang buruk.

Kebiasaan begadang atau tidur larut malam, main HP sebelum tidur, suhu kamar terlalu panas, dan tidur dengan lampu menyala bisa membuat ritme sirkadian Anda berantakan. Akibatnya, kualitas tidur Anda menjadi buruk.

Badan lelah dan kepala pusing setelah bangun tidur adalah efek samping yang umum dari perubahan ritme sirkadian ini.

Badan lelah dan sakit kepala sehabis bangun tidur juga mungkin disebabkan oleh dehidrasi dan gula darah rendah setelah tidak mendapat asupan makanan apapun selama 8 jam tidur.

Richard M. Foxx, MD, dokter spesialis endokrinologi, ginekologi, dan estetika di California mengatakan bahwa kebiasaan bolak-balik buang air kecil tengah malam bisa mengacaukan ritme sirkadian dan siklus tidur Anda, sehingga menyebabkan badan capek saat bangun tidur esok harinya.

Kebiasaan ini umumnya dipengaruhi oleh pertambahan usia, namun bisa juga didasari oleh beberapa kondisi medis seperti infeksi saluran kencing, infeksi ginjal, gangguan kecemasan, hingga diabetes.

Beberapa orang mungkin memiliki kebiasaan tidur yang “grasak-grusuk”, alias tidak bisa diam. Semalam mungkin Anda berbaring lurus, namun esok paginya posisi kepala ada di ujung kaki tempat tidur dan bantal terlempar ke lantai.

Ini dapat menandakan Anda mengalami sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome (atau RLS

Biasanya, orang yang memiliki RLS mengalami rasa seperti kesemutan, menggelitik, rasa panas, gatal, atau rasa tidak nyaman pada kakinya atau bahkan bagian tubuh lain.

Menggerak-gerakan anggota tubuhnya akan sedikit mengurangi rasa tidak nyaman tersebut, dengan harapan agar bisa tidur sedikit lebih damai.

Namun ironisnya, kebiasaan menggoyang-goyangkan kaki ini justru bisa mengganggu tidur Anda. Mungkin Anda akan lebih sering terbangun di tengah malam atau malah terus terjebak di fase “tidur ayam” alias masih setengah tidur-setengah bangun, sehingga jadinya badan capek saat bangun pagi.

Banyak orang yang menganggap bahwa minum miras bisa membantu tidur nyenyak. Padahal ini salah.

Minum alkohol sebelum tidur membuat tidur nyenyak hanya di awal waktu tidur. Justru Anda akan lebih mungkin untuk terbangun di pertengahan malam, sehingga waktu tidur Anda jadi banyak terpotong.

Perubahan pada siklus tidur dan ritme sirkadian ini juga membuat Anda bisa mengalami mimpi buruk, yang dapat memperparah kebiasaan bangun tengah malam.

Pada akhirnya, badan jadi terasa lebih lelah saat bangun tidur ditambah sakit kepala dan dehidrasi akibat efek hangover alkohol. Wanita bahkan lebih rentan terhadap efek ini dibandingkan pria.

Kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur, alias bruxism, bisa membuat Anda kelelahan saat bangun tidur.

Hal ini diakibatkan oleh rahang dan otot-otot mulut yang terus bergerak dan mengencang saat tidur. Kondisi ini jelas akan membuat Anda merasa kelelahan saat bangun karena Anda terus mengeluarkan energi tanpa Anda sadari.

Untuk itu, segera konsultasikan dengan dokter Anda mengenai masalah ini. Tanda-tanda bruxism akan terlihat jelas saat pemeriksaan dan dokter akan memberikan pengobatan terbaik untuk mengatasinya.

Sleep apnea adalah gangguan tidur kronis yang ditandai dengan berhentinya napas untuk sesaat atau berulang beberapa kali selama tidur akibat saluran napas yang tersumbat. Kondisi ini bisa mengakibatkan seseorang ngorok saat tidur.

Sleep apnea menyebabkan stres pada tubuh dan sangat tidak memungkinkan untuk beristirahat dengan nyenyak.

Cara terbaik untuk mengatasi rasa lelah saat bangun tidur ialah dengan mencegahnya.

Komentar