Ini Beda Seorang Psikolog dengan Psikiater

Penulis: Darmansyah

Jumat, 10 Agustus 2018 | 15:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Banyak orang, termasuk Anda, mungkin, tak tahu apa beda antara psikolog dengan psikiater.

Ya, selama ini banyak diantara kita yang menggenarilisir bahwa psikolog itu adalah psikiater dan sebalik.

Pasalnya, mereka menganggap jika psikolog dan psikiater adalah dua jenis pekerjaan yang sama, karena sama-sama menyangkut masalah kejiwaan.

Tak jarang, hal inilah yang membuat banyak orang sering tertukar antara psikolog dan psikater ketika ingin konsultasi masalah kesehatan mentalnya.

Psikolog dan psikiater memang sama-sama bertugas untuk membantu orang yang memiliki gangguan kesehatan mental.

Namun nyatanya kedua profesi ini memiliki perbedaan loh!

Psikiater sebenarnya adalah spesialisasi dari ilmu kedokteran. Jadi orang yang akan menjadi psikiater harus menempuh sekolah kedokteran terlebih dahulu.

Setelah selesai sekolah dan mendapatkan gelar dokter umum, psikiater akan berlanjut menjalani pelatihan residensi selama empat tahun yang mengkhususkan diri dalam bidang psikiatri.

Sebagai dokter ahli psikiatri, seorang psikiater mengetahui segala hal tentang diagnosis dan perawatan yang bisa dilakukan untuk setiap kondisi psikologis setiap pasien yang cenderung rumit, seperti gangguan bipolar dan skizofrenia.

Setelah lulus masa residensi, nantinya psikiater akan bergelar dokter dan Sp.KJ  atau Spesialis Kesehatan Jiwa

Di negara maju, psikiater secara legal dan klinis adalah profesional utama yang bertanggung jawab atas keseluruhan perawatan kesehatan mental pasien.

Itu sebabnya psikiater bertanggung jawab untuk mendiagnosis gangguan mental seorang pasien dan menentukan pengobatan yang akan dilakukan, karena keahlian mereka berfokus pada ketidakseimbangan kimia di dalam otak manusia.

Oleh sebabnya, psiakiater bisa memberikan resep dan terapi obat-obatan), terapi stimulasi otak, pemeriksaan fisik dan laboratorium sesuai dengan kebutuhan para pasien.

Psikolog tidak masuk sekolah kedokteran, melainkan mengenyam pendidikan dari ilmu psikologi. Untuk menjadi seorang psikolog, seseorang harus menyelesaikan pendidikan S1 di fakultas psikologi terlebih dahulu. Setelah itu, baru bisa meneruskan program profesi untuk belajar praktik menjadi psikolog.

Pekerjaan psikologi yang paling dekat dengan psikiater adalah psikologi klinik yang menangani kasus-kasus kejiwaan, mendiagnosis gejala psikologis pasien, dan melakukan psikoterapi sebagai bentuk penanganannya.

Itu sebabnya, psikolog berkompeten untuk melakukan serentetan tes psikologi yang nantinya akan diinterpretasikan sebagai jawaban dari masalah yang dialami pasien, contohnya; tes IQ, minat bakat, tes kepribadian dan lain sebagainya.

Seorang psikolog tidak dapat meresepkan obat-obatan namun fokus pada terapi psikososial untuk perilaku, pikiran, dan emosi pasien.

Berdasarkan penjelasan di atas, pada dasarnya psikolog dan psikiater sama-sama mendalami ilmu kejiwaan dan segala hal yang berhubungan dengan perkembangan manusia, seperti cara kerja otak, emosi, perasaan dan pikiran.

Selain itu, kedua profesi ini pun memiliki konsentrasi praktik yang sama, berupa upaya penanganan, pencegahan, diagnosis, dan pemberian terapi.

Psikolog dan psikiater bekerja sama untuk saling berkordinasi dalam memberikan terapi terbaik bagi pasien.

Psikolog sering melakukan terapi kepada pasien setiap minggu untuk konseling psikososial.

Sama halnya dengan psikolog, psikiater juga sering melakukan terapi kepada pasien setiap minggu atau bulanan untuk psikoterapi ataupun psikofarmakologi.

Hal ini tergantung pada kasus ataupun permasalah yang dihadapi masing-masing pasien dan kebutuhan klinis pasien.

Jika Anda mengeluhkan masalah kesehatan mental, entah karena depresi ataupun kecemasan, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu ke dokter umum.

Pasalnya, dokter umum akan melakukan diagnosis awal terkait kondisi-kondisi yang mungkin dibutuhkan untuk membantu mengidentifikasi masalah kesehatan jiwa yang sedang Anda hadapi.

Selain itu, dokter umum akan  memberikan rekomendasi psikiater ataupun psikolog yang sesuai dengan Anda, berdasarkan pada situasi spesifik dan jenis pengobatan yang mungkin Anda butuhkan.

Anda tidak perlu malu untuk mencari bantuan. Seperti hal yang kesehatan fisik, kesehatan jiwa pun merupakan bagian penting dalam hidup Anda agar dapat hidup bahagia.

Komentar