Ini Dia Yang Ubah Hormon Selera Makan

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 Juni 2017 | 13:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Alpukat, humus dan selai kacang merupakan makanan wajib bagi daftar makanan generasi milenial saat berdiet.

Berbagai olahan ketiga jenis makanan ini dipamerkan di Instagram dan sering menjadi topik pembicaraan.

Namun, ternyata ketiga makanan ini dianggap dapat mengubah bagaimana tubuh bereaksi pada rasa lapar.

Penelitian dari Universitas Georgia menemukan fakta baru jika makanan kaya lemak tak jenuh  atau polyunsaturated fats dapat mempengaruhi hormon dan mengubah nafsu makanan seseorang.

Makanan yang dianggap dapat mengubah nafsu makanan itu adalah alpukat, quinoa, kacang chickpeas, salmon, biji chia, minyak zaitun dan kenari. Makanan ini sebelumnya sering dikaitkan dengan kemampuan orang menyelesaikan masalah lebih baik dan daya ingat yang lebih baik.

Kini para peneliti menyebutkan jika memakan makanan yang kaya lemak tak jenuh dapat mengkontribusi pada keseluruhan usaha seseorang menurunkan berat badan.

Melalui penelitian ini, mereka juga berharap mengonsumsi ini dapat mengatasi epidemi obesitas yang kini banyak diidap orang.

Dalam kesimpulan mereka, para peneliti mengamati perubahan hormon pada partisipasi yang rata-rata berumur delapan belas hingga tiga puluh lima tahun dan memperhatikan perubahan nafsu makan mereka secara psikolog dan juga bagaimana rasa lapar dipenuhi setelah mereka menjalankan pola diet keras lemak tak jenuh.

Mereka juga meminta para partisipan untuk mengindikasi rasa lapar mereka dalam skala peringkat dan juga rasa kenyang dan berapa banyak makanan yang mereka kira dapat makan.

Mereka yang mengonsumsi banyak makanan yang mengandung lemak tak jenuh ternyata tidak selapar dan merasa lebih kenyang lebih lama dibanding mereka yang tidak menjalankan pola diet.

“Hormon selera makan memainkan peranan penting dalam melatih berapa banyak yang kita makan,” ungkap pemimpin penelitian, Jamie A. Cooper, PhD dari Universitas Georgia.

“Temuan baru ini memberitahukan kita bahwa menyantap makanan yang kaya PUFA polyunsaturated fats seperti yang ditemukan di kenari, mungkin mengubah hormon selera makan sehingga kita pun bisa merasa kenyang dalam waktu lama,” tambahnya.

Namun, seperti yang dilansir Independent UK, yang paling penting yang harus diperhatikan adalah penelitian ini dilakukan dalam skala kecil karena hanya melibatkan dua puluh enam partisipan. Perlu adanya penelitian yang lebih besar untuk meneliti hal ini lebih dalam.

Penelitian ini menunjukkan bukti jika perkembangan tubuh menjadi gemuk bukan disebabkan karena orang mengonsumsi lemak.

Selain itu makanan juga bisa mengubah umur lebih panjang.

Dan siapa yang tak ingin memiliki umur panjang?

Menurut Dan Buettner, penulis National Geographic, terdapat lima wilayah yang memiliki penduduk berumur panjang di dunia.

Wilayah tersebut tergabung dalam sebuah zona yang disebut Blue Zone: Sardinia di Italia, Ikaria di Yunani, Okinawa di Jepang, Nicoya Peninsula di Costa Rica, dan Loma Linda di California.

Penduduk di lima wilayah itu dikabarkan dapat hidup hingga umur sembilan puluh tahun dan jarang mengalami demensia, kanker, ataupun penyakit jantung.

Rupanya, resep umur panjang penduduk Blue Zone datang dari makanan yang dikonsumsi. Sebagaimana dikutip dari The Daily Meal, terdapat sejumlah makanan yang bisa mengawetkan umur seseorang, antara lain:

Buah dengan tekstur lembut ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Pasalnya, dalam tiga koma lima ons alpukat terdapat lebih dari sepuluh persen vitamin yang direkomendasikan untuk tubuh.

Alpukat mengandung asam oleat yang tinggi dan lemak tak jenuh yang dapat mengurangi peradangan.

Karbohidrat kompleks dan biji-bjian adalah salah satu makanan yang banyak dikonsumsi oleh Blue Zone.

Manfaat kesehatan dari beras merah sendiri berasal dari selenium yang dapat mengurang risiko terkena kanker dan serangan jantung.

Dikenal pula sebagai buncis, kacang Garbanzo banyak ditemukan pada sajian Mediterania dan Timur Tengah.

Susu kambing merupakan minuman yang sudah biasa dikonsumsi oleh masyarakat dunia. Jumlah laktosa yang lebih rendah membuat orang yang sensitif dengan susu aman untuk mengonsumsinya.

Jika dibandingkan dengan secangkir susu sapi, susu kambing lebih sedikit mengandung gula, dan lebih banyak mengandung kalsium, vitamin C, dan kalium.

Kentang merupakan sumber utama dari nutrisi, terutama jika kentang tersebut tidak dikupas dan tidak digoreng. Pada kentang yang berukuran sedang, terdapat dua puluh lima persen potasium dan juga 70 persen vitamin C.

Komentar