Ini Dia Olahraga Terbaik untuk Bakar Kalori

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 15 September 2018 | 10:16 WIB

Dibaca: 1 kali

Saat tak memiliki banyak waktu untuk berolahraga, wajar jika kita bertanya-tanya olahraga apa yang paling efisien untuk membakar kalori.

Kini, para ilmuwan telah membantu kita untuk menemukan jawaban dari pertanyaan ini.

Mereka meneliti jumlah energi yang dihabiskan manusia dalam melakukan berbagai jenis olahraga.

Semakin banyak otot yang terlibat dan semakin keras juga lama kita berolahraga, maka semakin banyak energi yang dikelaurkan oleh tubuh.

“Untuk memaksimalkan jumlah kalori yang terbakar, kita harus melakukan latihan yang menggunakan kelompok otot tubuh bagian bawah dan atas yang dilakukan dengan intensitas tinggi.”

Demikian diungkapkan Dr Tim Church, selaku peneliti olahraga dari Louisiana State University, Amerika Serikat

Dan model olahraga dengan metode penghitungan tabata merupakan dua model terbaik untuk membakar kalori terbanyak.

Sebuah riset membuktikan salah satu “menu” olahraga CrossFit yang dinamai Cindy mampu membakar rata-rata tiga belas kalori per menit.

Menu yang satu ini menerapkan serangkaian pull-up, push up, dan squat sebanyak mungkin dalam satu putaran.

Olahraga ini berlangsung selama  dua puluh  menit. Jadi, dengan mempraktikannya rata-rata total kalori yang terbakar adalah dua ratus enam puluh

Beberapa riset juga membuktikan metode tabata mampu membakar banyak kalori dalam waktu singkat.

Model pengitungan semacam ini terdiri dari blok waktu empat menit yang mengombinasikan latihan intensitas maksimum, seperti ketahanan dan latihan aerobik dengan jeda istirahat yang singkat.

Dengan mempraktikannya, kalori yang terbakar sebesar empat bela koma lima kalori per menit atau dua ratus delapan puluh kalori selama dua puluh menit olahraga.

Jumlah kalori yang terbakar dalam olahraga ini mengalahkan bentuk olahraga tradisional.

“Tapi, ada variasi dalam kelas ini dan banyak orang yang telah menerapkannya,” kata John Porcari, periset tabata dan pakar olahraga di University of Wisconsin, AS.

Sebagai contoh, beberapa orang dalam penelitian tabata yang dilakukan John Porcari mampu membakar hingga 360 kalori selama dua puluh  menit latihan, atau delapan belas kalori per menit.

Namun, Porcari mengatakan jumlah kalori yang terbakar tidak selalu menjadi cara terbaik untuk menilai tuntutan energi dalam olahraga.

Total waktu yang dihabiskan dalam olahraga dan konsistensi seseorang untuk mempraktikannya juga merupakan faktor penting.

“Kita bisa berolahraga terus-menerus selama 30 detik juga bisa membakar banyak kalori,” papar dia. Jadi, jika kita tak memiliki banyak berolahraga, kita bisa memilih olahraga interval berintensitas tinggi.

Sayangnya, Porcari mengatakan banyak orang tidak merasa nyaman atau mampu melakukan latihan intensitas tinggi secara teratur.

Menurut dia, cara terbaik untuk menilai efektivitas olahraga adalah melakukannya dengan kecepatan yang nyaman untuk diri sendiri.

Ketika kita melakukan olahraga dengan maksimal, maka pembakaran kalori juga terjadi secara maksimal dalam jangka panjang, di mana olahraga lari seringkali menjadi pilihan terbanyak.

Berdasarkan data American Council on Exercise, penyedia sertifikasi kebugaran, mereka yang memiliki berat badan sekitar lima puluh dua kilogram selama tiga puluh menit dengan kecepatan lambat hingga sedang mampu mebakar kalori sebanyak  dua ratus enam puluh kalori.

Menurut riset pula, jumlah ini setara dengan jumlah kalori yang dibakar ketika melakukan olahraga CrossFit selama dua puluh menit.

Sementara itu, orang dengan berat badan sekitar tujuh puluh lima kilogram jika melakukan lari selama tiga puluh menit dengan kecepatan sama mampu membakar kalori hampir empat ratus  kalori.

Tingkat kecepatan juga berpengaruh pada jumlah kalori yang terbakar.

Namun, olahraga yang intens ternyata tak berpengaruh pada pembakaran kalori yang lebih tinggi, bahkan tak memberi efek afterburn atau prose pembakaran kalori usai berolahraga.

Riset dari Colorado State University telah menunjukkan olahraga yang intens tidak membuat metabolisme seseorang bekerja lebih lama daripada olahraga ringan.

Tapi, efek afterburn ini cenderung cepat usai dalam beberapa jam, dan hanya menyumbang sebagian kecil dari total kalori yang dikeluarkan seseorang selama dan setelah berolahraga.

Riset dari University of New Mexico juga membuktikan durasi latihan juga membantu peningkatan metabolisme seseorang usai berolahraga.

Jadi, jika kita ingin membakar kalori secara maksimal, kuncinya adalah menemukan olahraga sekuat tenaga dan dapat kita lakukan untuk waktu yang lama.

Setiap jenis olahraga mampu membakar kalori dengan maksimal, tergantung pada kemampuan individu dalam melakukannya.

Hasil penelitian menunjukkan semua jenis olahraga dapat memberikan hasil maksimal jika kita dapat meluangkan waktu dan mempertahankan intensitasnya.

“Untuk membakar kalori kita hanya perlu mempraktikan olahraga yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh,” kata Church.

Komentar