Ini Dia Dampak dari Kesulitan Tidur

Penulis: Darmansyah

Jumat, 28 April 2017 | 09:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebuah  studi terbaru, seperti ditulis laman situs “huffington post,” hari ini, Jumat, 28 April,  menunjukkan bahwa tidak bisa tidur bisa  membuat kita menua.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neuron bulan ini, para periset menemukan bahwa insomnia terjadi karena mekanisme tertentu pada otak berubah seiring bertambahnya usia seseorang.

Penulis utama studi Matthew Walker, kepala laboratorim tidur dan neuroimaging di Universitas California, mengatakan bahwa tidur adalah akibat hilangnya koneksi neuron di otak yang menangkap isyarat tubuh.

Dalam percobaan yang membandingkan jumlah dan jenis sinyal kimia yang terlibat dalam tidur pada tikus muda sampai yang lebih tua, ahli saraf menemukan bahwa sinyal kimia tersebut tak memandang usia.

Masalahnya, reseptor di otak yang menerima sinyal tersebut menurun seiring bertambahnya usia. Itu berarti, otak yang menua memiliki isyarat tidur yang sama tapi tak mampu menangkap isyarat tersebut.

“Ini hampir seperti antena radio yang lemah. Sinyal ada di sana, tapi antena tak bisa mengambilnya,” ujar Walker.

Sementara insomnia adalah konsekuensi penuaan, tidur yang tidak cukup sebenarnya bisa jadi penyebab penuaan itu sendiri.

Para ilmuwan bahkan telah menemukan hubungan kausal antara kekurangan tidur dan penyakit kardiovaskular, diabetes, dan obesitas.

Sleep Foundations mengatakan bahwa orang tua membutuhkan tujuh sampai sembilan jam tidur semalam, jumlah yang sama dengan remaja yang tumbuh. Tapi mereka tidak mendapatkannya.

National Institute on Aging malah menemukan bahwa tiga belas persen pria dan tiga puluh enam persen wanita di atas usia enam puluh lima tahun butuh waktu lebih dari tiga puluh menit untuk tertidur.

Mereka juga jarang bisa tidur nyenyak dan lebih sering bangun di tengah malam.

Sudah satu jam merebahkan diri tapi susah tidur pasti rasanya tidak menyenangkan.

Jika Anda mengalami hal ini dan sudah mencoba segala cara, coba letakkan tanaman di kamar tidur Anda.

Kehadiran tanaman tertentu mampu membuat orang yang berada di dalamnya jadi lebih rileks. Ketika sudah rileks akan membuat tidur jadi lebih mudah. Terkadang salah satu penyebab susah tidur itu karena cemas atau stres.

Nah, melansir Times of India,  direkomendasikan adanya tanaman  di dalam kamar untuk membantu orang susah tidur jadi lebih mudah terlelap.

Menurut NASA, lidah buaya merupakan salah satu tanaman yang memiliki kemampuan memurnikan udara.

Tidak seperti tanaman lain, pada malam hari lidah buaya mengeluarkan oiksigen sehingga bernapas jadi lebih baik.

Lili paris atau spider plant juga memiliki kemampuan membersikab sekitar 90 persen komponen yang berpotensi menyebabkan kanker di udara.

Tanaman yang satu ini terbukti memperlambat denyut jantung, menurunkan tekanan darah, dan stres. Sebuah studi pun menemukan lavender mampu mengurangi tangisan pada bayi dan membuat mereka cenderung lebih mudah tidur.

Aroma bunga melati amat wanti. Banyak orang meyakini aroma bunga melati mampu menjadi penyembuh alami. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan aroma tanaman ini membantu mereka yang susah tidur dan cemas

Efek kurang tidur selalu dikaitkan dengan penurunan fokus, gangguan memori, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular

Kurang tidur juga bisa membuat berat badan bertambah dan risiko obesitas.

Keinginan untuk makan junk food juga makin meningkat.

Hal ini karena orang yang kekurangan tidur secara kronis merasa lebih lapar dan cenderung makan lebih banyak.

Menurut Ingrid Kan, ahli diet di Hong Kong, efek kurang tidur akan membuat tubuh memproduksi lebih sedikit leptin, hormon yang dibuat oleh sel lemak yang menandakan Anda sudah cukup makan.

Selain itu, ada peningkatan ghrelin, hormon yang dilepaskan perut yang meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan.

Hormon ini juga merangsang motilitas lambung dan pengeluaran asam lambung, sesuai dikutip dari Star2

Bertambah berat badan saat kurang tidur bisa dilihat dari kondisi tubuh.

Tubuh akan lebih lesu saat kurang tidur sehingga membutuhkan makanan untuk menambah energi.

Peningkatan makan ini cenderung mengarah pada makanan yang tidak sehat, seperti junk food.

Studi yang diterbitkan di Nature Communication menunjukkan, hubungan antara kekurangan tidur dan pemilihan makanan yang paling mampu memicu kenaikan berat badan.

Peningkatan keinginan makan perlahan-lahan naik di siang hari, lalu memuncak pada sore hari. Untuk menghindari risiko berat badan bertambah dan obesitas, sebaiknya tidur sesuai waktu yang cukup.

Komentar