Ingin Umur Panjang? Kuncinya Optimis

Penulis: Darmansyah

Jumat, 9 Desember 2016 | 10:49 WIB

Dibaca: 1 kali

Jika Anda menginginkan umur lebih panjang optimistislah  terhadap kehidupan

Itulah jawaban dari sebuah penelitian AS.

Penelitian yang diterbitkan American Journal of Epidemiology tersebut, menganalisis tujuh puluh ribu peserta perempuan sepanjang delapan tahun

Studi yang panjang itu melacak kesehatan perempuan melalui survei yang dilakukan setiap dua tahun.

Para peneliti melihat tingkat optimisme para peserta dan faktor-faktor lain yang mungkin berperan pada risiko kematian, seperti ras, tekanan darah tinggi, diet dan aktivitas fisik.

Penelitian tersebut menemukan perempuan yang tingkat optimismenya tinggi memiliki risiko meninggal dunia  atau panjang umur,  tiga puluh persen akibat penyakit, dibandingkan dengan wanita yang memiliki optimisme rendah.

Sementara itu, perempuan yang paling optimis memiliki risiko meninggal dunia enam belas persen lebih rendah akibat kanker, tiga puluh delapan persen lebih rendah akibat penyakit jantung, tiga puluh sembilan persen lebih rendah akibat stroke, tiga p[uluh delapan persen lebih rendah akibat penyakit pernapasan, dan lima puluh dua persen lebih rendah akibat infeksi.

Studi tersebut merupakan yang pertama kali menemukan hubungan antara optimisme dengan pengurangan risiko penyebab kematian utama lainnya.

“Penelitian membuktikan bahwa meningkatkan ketahanan psikologis juga dapat membuat perbedaan,” kata Eric Kim, seorang peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan penulis utama studi tersebut, seperti dikutip Xinhua.

“Temuan baru kami menunjukkan bahwa kita harus melakukan upaya untuk meningkatkan optimisme, yang telah terbukti berhubungan dengan perilaku sehat dan cara sehat untuk mengatasi tantangan hidup.” tambahnya.

Kim menambahkan, studi tersebut menjelaskan bahwa tingginya optimisme berdampak langsung pada sistem biologis manusia.

Penulis dan peneliti pascadoktoral Kaitlin Hagan mengatakan optimisme relatif lebih mudah diubah dan diintervensi, misalnya dengan hanya sekadar memikirkan hal-hal baik yang dapat dicapai dalam kehidupan mereka, seperti karir atau persahabatan.

“Mendorong penggunaan intervensi ini bisa menjadi cara inovatif untuk meningkatkan kesehatan membuat orang panjang umur di masa depan,” kata Hagan.

Selain optimisme, Anda perlu juga tahu bagaimana orang Jepang mampu berumur panjang.

Orang  Jepang dikenal  mempunyai pola hidup sehat. Bahkan melalui beberapa penelitian kesehatan, penduduk Jepang memiliki angka harapan hidup yang tinggi.

Tingkat obesitas mereka hanya tiga koma lima dari total penduduk negara Jepang.

Tingkat kanker payudara, kanker prostat, dan penyakit jantung pun juga lebih rendah.

Berapa kebiasaan ala Jepang yang bisa Anda adaptasi agar lebih sehat adalah suka makan sayuran.

Ini adalah salah satu makanan yang amat sehat untuk tubuh kita. Untuk itu kalau kita mau sehat, maka makan sayur secara cukup.

Orang Jepang amat menyukai sayur, dan mereka sering menjadikan sayur sebagai komposisi untuk diet.

Orang Jepang jarang sekali mengonsumsi makanan manis atau makanan penutup.

Mereka lebih memilih untuk mengonsumsi teh hijau atau buah jika ingin mengonsumsi makanan manis.

Kebiasaan ini tentu saja sangat berguna untuk membatasi asupan gula di dalam tubuh sehingga dapat terhindar dari penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Tidak seperti di Indonesia, di Jepang konsumsi karbohidrat amatlah variatif.

Orang Jepang tidak makan nasi 3 x sehari, akan tetapi mereka punya cara tersendiri.

Sebagian besar orang Jepang punya cukup banyak pilihan karbohidrat selain nasi, di antaranya udon  atau mie dari beras, soba atau mie dari buckle wheat, dan sereal.

Hal ini membantu mereka agar kadar karbohidrat dalam tubuh mereka tidak berlebihan. So, yuk kita coba hal semacam ini agar hidup jadi sehat.

Rumput laut tinggi akan zat antioksidan di dalamnya serta mampu menyerap lemak di dalam tubuh. Oleh karena itu mengonsumsi rumput laut cocok bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan.

Salah satu budaya Jepang yang kerap kita lihat adalah minum teh, terutama teh hijau. Teh hijau termasuk asupan nutrisi yang amat baik bagi tubuh, sebab teh hijau dikenal memiliki aktivitas antioksidan cukup tinggi.

Menurut hasil penelitian, antioksidan catechin dan senyawa EGCG di dalam teh hijau bisa mempercepat metabolisme tubuh manusia.

Sehingga nutrisi makanan dan kalori dalam tubuh bisa segera diproses menjadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas.

Minum teh hijau juga bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung, osteoporosis, juga kanker.

Makan memang mempunyai tujuan untuk membuat perut Anda kenyang. Namun orang Jepang mempunyai prinsip untuk berhenti makan sebelum benar-benar kenyang.

Teori ini sangat bermanfaat agar makanan yang Anda konsumsi dapat tercerna dengan baik.

Jalan kaki adalah olahraga yang paling mudah dilakukan. Walaupun begitu jalan kaki mempunyai efek yang besar untuk kesehatan tubuh.

Itulah sebabnya kebanyakan orang Jepang lebih memilih jalan kaki atau naik sepeda untuk kantor atau pergi bekerja.

Di Jepang, kebanyakan orang mengelola makanan dengan sederhana, yakni dengan direbus, dipanggang, atau ditumis sebentar.

Dengan cara masak seperti ini, makanan tidak akan melalui proses panjang memasak sehingga kerusakan yang terjadi maupun radikal bebas yang terbentuk dari setiap proses memasak akan menjadi sangat minimal.

Dan hal ini membuat kualitas makanan terjaga dengan baik.

yang paling mudah ditemui adalah bakteri yang ada di dalam yogurt dan acar. Bakteri ini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dan memelihara kesehatan usus Anda.

Komentar