Ingin Sehat Benaran? Jauhkan Gluten

Penulis: Darmansyah

Selasa, 1 Juli 2014 | 10:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda tahu apa itu gluten? Kalau tahu jauhkanlah asupan ini untuk mendapatkan sehat “benaran.” Di berbagai komunitas dan negara, gluten kini menjadi tren dijauhi bahkan di Australia banyak di antara warganya mengampanyekan anti gluten.

Gluten, seperti didapatkan dari banyak literature, adalah campuran protein yang terdapat dalam bahan tepung-tepungan seperti gandum dan gandum hitam.

Biasanya, gluten digunakan untuk membuat roti dan kue, karena berfungsi membuat adonan jadi lentur dan kenyal. Selain itu, gluten juga terdapat dalam bir, whisky, vodka, pengental makanan, saus, mi, dan bahan pembuat daging tiruan untuk vegetarian.

Paqra ahli kesehatan dan gizi mengingatkan, diet bebas gluten punya sederet manfaat bagi tubuh. Selain membikin langsing, diet bebas gluten juga disebut membuat tubuh “enteng” karena makanan yang diasup meringankan kinerja saluran pencernaan.

Diet gluten bagus banget karena menyehatkan. Mereka yang menjalani diet gluten, pencernaannya jadi lebih enteng karena makanan yang dicerna cocok dengan enzim pencernaan.

Kandungan gluten bisa merusak lapisan usus dan mengganggu penyerapan makanan. Dengan menyingkirkan gluten dari daftar makanan yang diasup sehari-hari, seseorang bisa menjauhkan diri dari penyakit dan kemungkinan alergi.

Banyak para selebriti dunia melakoni diet bebas gluten. Diet yang mereka lakukan adalah memangkas gluten dari deretan makanan yang dikonsumsi keluarga.. Seperti diketahui, sejumlah studi menyebut kandungan protein dalam gluten bisa memicu agresivitas anak dengan autisme.

Anti-gluten, yang menjadi salah satu tren diet terbesar di dunia Barat, kini juga melanda Australia. Menurut situs News.com.au, kini makin banyak warga Australia yang bercerai dengan gluten. Walhasil, di banyak toko roti label non-gluten terpampang di sana-sini.

Ahli diet Sue Shepherd mengatakan sekitar satu juta warga Australia saat ini menganut diet gluten secara terbatas. Selain alasan medis –untuk menghindari penyakit celiac–, banyak yang menghindari gluten meski tak punya alasan medis. Sebagian lagi karena memang mengalami intoleransi gandum.

Sebuah studi nasional tentang konsumsi makanan berbasis gandum menunjukkan bahwa satu dari lima wanita membatasi gandum dalam diet mereka dengan sepertiganya didiagnosis mengalami intoleransi gandum. Intoleransi ini umumnya dialami kaum wanita.

Gerakan bebas gluten Australia tampaknya didorong oleh praktisi kesehatan alami, blogger, penulis, dan selebriti.

Victoria Beckham, Gwyneth Paltrow, dan Miley Cyrus, misalnya, adalah para penganut gaya hidup sehat bebas gluten. Lady Gaga dan Paltrow bahkan beberapa kali menyatakan diet bebas gluten dapat meminimalisasi kelelahan, kembung, hingga jerawat dan kerontokan rambut.

Para ahli diet mengingatkan keberadaaan lemak yang tinggi dalam makanan bebas gluten. Ketika produsen menciptakan produk bebas gluten, tulis media ini, mereka menghilangkan protein gandum dari makanan dengan menukar tepung terigu dengan tepung lain seperti almond, beras, jagung, atau bahkan kacang.

Namun, ketiadaan gluten menyulitkan roti dan produk olahan lainnya untuk mempertahankan bentuk dan kelembutan mereka saat dimasak.

“Orang keliru jika memilih diet anti-gluten untuk memangkas lemak dari makanan karena bebas gluten bukan berarti rendah lemak,” kata ahli nutrisi Zoe Bingley-Pullin. “Untuk mengganti gluten, mereka memakai atau menambahkan lebih banyak lemak untuk memperkaya rasa.”

Untuk mengatasi hal ini, zat aditif seperti “xanthum gum dan hydroxypropyl methylcellulose” atau pati jagung digunakan. Gula dan lemak juga ditambahkan untuk membuat makanan lebih lezat.

Komentar